Anakku Hanya Milikku

Anakku Hanya Milikku
Bab 73


__ADS_3

Afnan menarik napas panjang. Dia terkejut dengan pengakuan Salimah. Entah mengapa berbeda dengan ucapan Fitria yang menjelaskannya padanya kemarin.


"Kenapa kamu bercerai Sal?" tanya Afnan hati-hati.


Salimah akhirnya menjelaskan tentang segala kepahitan hidupnya. Tak ketinggalan juga sikap ibunda Afnan padanya hingga dirinya harus mengalami nasib seperti ini.


"Semua aku lakukan hanya demi untuk bertemu denganmu mas," ucap Salimah mengakhiri ceritanya.


Afnan menarik tangan Salimah dan menggenggamnya. "Maafkan kesalahan mamah. Aku tau mamah udah sangat keterlaluan. Gara-gara keegoisan mama kamu dan Rino harus merasakan nasib seperti ini," ucap Afnan penuh sesal.


Fitria tak sepenuhnya berbohong, itu yang Afna simpulkan dari cerita Salimah. Karena memang Salimah bersedia menjadi rahim pengganti sahabatnya.


Hanya saja dari cerita gadis itu Afnan menarik kesimpulan jika Salimah tidak berencana merebut suami sahabatnya. Fitria telah membohonginya tentang itu.


Ada sedikit rasa lega kala mengetahui bahkan anak itu bukanlah hasil hubungan suami istri secara alamiah. Meski tak di ungkiri Afnan merasa tidak rela, wanita yang masih di cintainya itu mengandung benih lelaki lain.


"Apa kamu benar-benar tak memiliki perasaan pada mantan suami keduamu itu?" cecar Afnan masih sambil menggenggam tangan Salimah.


Dia sedang memikirkan langkah besar yang akan dia ambil ke depannya. Sulit, tentu saja, tapi Afnan berjanji tak akan lagi dia mau kehilangan keluarga kecilnya itu.


"Aku sama sekali enggak berhubungan sama mas Jendral seperti layaknya suami istri mas. Dari hal sepele sampai hal yang sangat inti*m pun Kami benar-benar enggak pernah lakukan. Aku selayaknya seorang ibu pengganti saja bagi mereka." jelas Salimah.


"Syukurlah," jawab Afnan tiba-tiba membuat Salimah heran.


"Sal, aku bersyukur akhirnya bisa menemukan kalian. Meski aku enggak tau apa kesalahan mamah bisa kamu maafkan dengan mudah ... Tapi jujur, aku berharap kita bisa kembali," ucap Afnan mantap.


Salimah terkejut dengan permintaan mantan suaminya yang tiba-tiba. Dia juga di liputi ketakutan dan keraguan.


Bohong jika dia tak bahagia mendengar permintaan mantan suaminya. Namun mengingat tabiat mertuanya yang bisa melakukan hal keji apa pun demi mendapatkan apa yang dia inginkan membuat Salimah tentu di liputi perasaan waswas.


Dia sudah bisa kembali bangkit dan tak di ganggu lagi oleh mantan mertuanya.


Sanggupkah dia menggadaikan kebahagiaannya saat ini untuk kembali pada kehidupan rumah tangga bersama Afnan yang pasti akan kembali di recoki sang mertua?


Afnan tahu ada kegamangan yang di rasakan oleh Salimah.


Dia paham trauma besar yang di rasakan Salimah saat ini akibat ulah sang ibu dan juga kesalahan dirinya yang kurang tegas pada sikap sang ibu yang selalu semena-mena pada istrinya.

__ADS_1


Afnan sadar Salimah jelas membutuhkan bukti bukan sekedar janji.


Lalu, harus mulai dari mana dia membuktikan keseriusannya berubah demi bisa kembali pada Salimah dan putra mereka.


.


.


Di rumah sakit, Triya kembali kolaps, benturan di kepalanya membuat wanita itu sering mengalami kejang.


Dokter kembali membawa tubuh Triya untuk melakukan operasi lagi.


Jendral merasakan perasaan takut yang luar biasa. Dia takut kehilangan istrinya. Meski Triya kadang menyebalkan tapi dialah cinta pertamanya. Tentu saja tak mudah bagi Jendral kalau dia kehilangan wanita itu begitu saja.


Tati kembali menangis histeris begitu di kabari oleh anaknya yang lain jika Triya harus kembali menjalani operasi. Ibunda Triya itu kembali bergegas ke rumah sakit demi bisa menemani sang putri berjuang untuk hidup.


Belum juga reda kekhawatiran Jendral dan keluarga mertuanya mengenai kondisi Triya, tiba-tiba mereka di datangi oleh beberapa petugas kepolisian beserta beberapa orang berpakaian rapi.


"Dengan keluarga Ibu Triya?" tanya salah satu petugas.


"Iya, saya suaminya," jawab Jendral bingung.


"Baik pak ada apa? Maaf kami sedang menunggu proses operasi istri saya, apa ada hal penting?"


"Setelah kami menyelidikinya, ternyata penyebab kecelakaan kemarin adalah karena kelalaian saudari Triya yang menerobos lampu merah hingga mengakibatkan kecelakaan dan merusak beberapa aset milik warga sekitar."


"Namun yang paling parah adalah pengemudi truk dari perusahaan Bina Nusa. Kami membawa perwakilan dari Pt. Bina Nusa untuk bisa berbicara dengan keluarga saudari Triya," sambung petugas kepolisian.


Jendral merasa bingung, sebab yang dia tahu istrinya menjadi korban tabrakan. Bukan justru penyebab utama kecelakaan itu.


"Maksud bapak bagaimana? Jelas-jelas istri saya yang di tabrak dan mengalami koma, mengapa jadi istri saya yang di dakwa menjadi pelaku utama?" sanggah Jendral tak terima.


"Kami sudah menyelidikinya pak dan juga ada beberapa saksi yang melihat kejadian itu secara langsung. Bapak bisa datang ke kantor kepolisian untuk melihat barang buktinya. Kami ke sini hanya mendampingi perwakilan Pt. Bina Nusa yang ingin bertemu dengan kalian," jawab petugas tenang.


Petugas yang tadi berbicara pada Jendral lantas meminta perwakilan dari PT. Bina Nusa untuk maju ke depan.


"Perkenalkan pak Jendral saya Sam. Saya perwakilan dari PT. Bina Nusa. Saya datang ke sini untuk membicarakan masalah kecelakaan kemarin dengan cara kekeluargaan saja," ucap Sam.

__ADS_1


Evita yang berada di belakang Jendral merasa cemas, sebab dia merasa ada hal serius yang akan terjadi pada keluarga putranya.


Sedang Tati dan keluarganya, merasa takut jika harus di seret-seret dengan kejadian Triya kemarin. Mereka berniat hendak melarikan diri dari sana. Namun tak enak pada Evita dan juga Jendral.


"Begini pak, berhubung karena kejadian kemarin cukup banyak merugikan pihak Pt. Bina Nusa. Kami berusaha mengerti keadaan saudari Triya hingga tak ingin memproses melalui jalur hukum. Akan tetapi kami berharap keluarga dari saudari Triya mau menanggung kerugian yang kami alami karena kejadian kemarin," jelas Sam.


Jendral terkejut bukan main. Untuk biaya operasi istrinya saja dia merasa kewalahan. Lalu sekarang dia di minta ganti rugi oleh perusahaan yang menabrak istrinya.


"Apa enggak ada keringanan pak? Istri saya saja masih menjalani operasi," pinta Jendral.


"Oleh sebab itu kita menempuh jalur kekeluargaan pak dari pada kami menyeret saudari Triya ke jalur hukum. Kami hanya ingin memberitahukan saja biaya kerugian yang kami alami. Untuk urusan pembayaran bisa kita bicarakan lain waktu," jawab Sam.


Sam tak akan meminta ganti rugi pada keluarga Triya saat ini sebab dia tahu kondisi pelaku.


"Memang berapa ganti rugi yang harus kami tanggung?" tanya Jendral lemah.


"Karena sopir truk kami juga mengalami luka yang cukup parah. Kami juga menghitung biayanya. Serta produksi kami yang rusak akibat truk kami yang terguling. Semua sudah kami hitung sekitar tujuh ratus lima puluh juta saja pak."


Jawaban Sam mengenai besarnya nominal kerugian yang harus dia ganti membuat Jendral limbung.


Beruntung ada Evita di sebelahnya yang bisa segera menangkap tubuh sang putra meski sedikit kepayahan karena bobot sang putra yang lebih besar dari pada dirinya.


"Mengapa besar sekali pak?" lirih Jendral.


"Bapak bisa menemui saya di kantor Bina Nusa, nanti saya jelaskan rinciannya. Kalau begitu saya permisi dulu ya bapak ibu," ucap Sam pamit undur diri.


Tati dan juga Via bahkan bergidik ngeri membayangkan uang ganti rugi yang sangat besar itu.


Mereka tak mau di mintai tolong untuk ikut membantu membayarkan ganti rugi karena kelalaian Triya.


"Bagaimana ini Bu?" lirih Jendral.


Ingin sekali lelaki itu berteriak meluapkan sesak di dada. Kepada siapa dia harus marah? Sang istri kah?


"Jendral maafkan mamah ya. Mamah enggak bisa bantu kamu. Tapi mamah mohon usahakan kesembuhan Triya ya," ucap Tati tak peduli pada keadaan sang menantu saat itu.


Sebagai seorang ibu, meski sering berselisih paham dengan putrinya. Namun dia tetap ingin yang terbaik bagi putrinya. Dia ingin Triya tetap mendapatkan perawatan yang intensif meski harus menyulitkan kehidupan menantunya.

__ADS_1


Dia tak peduli, asal putrinya selamat. Dia merasa jika yang terjadi pada putrinya adalah akibat ulah besan dan menantunya.



__ADS_2