
"Apa kau tadi melihat sesuatu di depan Rik?" ucap Alena kemudian seakan menebak alasan dari tingkah laku Riki yang aneh ini saat ini.
Mendengar perkataan dari Alena barusan lantas langsung membuat Riki terdiam sejenak, Riki yang mendapat pertanyaan tersebut tentu saja langsung terpikir dan juga terbayang akan pemandangan yang baru saja terjadi di depan matanya. Meskipun ia tidak melihatnya secara langsung karena memang posisinya yang berada di dalam mobil, tapi setidaknya Riki masih bisa melihatnya dengan jelas. Riki terdiam tanpa bisa mengatakan apapun, membuat Alena yang melihat perubahan raut wajah yang ditunjukkan oleh Riki barusan lantas langsung bisa menyimpulkan bahwa Riki benar-benar telah melihat segalanya tadi di depan.
"Apa kamu..." ucap Alena hendak kembali bertanya akan sesuatu yang Riki lihat, namun sebelum Alena sempat meneruskan pertanyaannya perubahan raut wajah Riki yang terlihat begitu cepat lantas langsung membingungkan Alena yang melihat hal tersebut.
Riki benar-benar membuat wajah tersenyum sambil melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Alena berada saat ini dengan membawa sepotong cake strawberry yang tadi ia beli.
"Memangnya ada sesuatu yang terjadi tadi? Mengapa aku tidak bisa melihatnya? Atau jangan-jangan aku melewatkannya mungkin? Sudahlah Nona mending cicipi saja kue ini aku yakin anda pasti menyukainya." ucap Riki dengan senyum yang mengembang sambil memberikan sepotong kue tersebut kepada Alena.
Alena yang mendapat kue tersebut hanya bisa menerimanya dengan raut wajah yang bingung. Alena bahkan jelas-jelas melihat perubahan raut wajah Riki, namun yang jadi pertanyaannya mengapa bisa berubah secepat itu? Bukankah ini sangat aneh?
"Bagaimana rasanya Nona? Enak bukan?" tanya Riki yang mengatakannya seakan tanpa beban sama sekali.
Mendengar pertanyaan tersebut lantas membuat Alena tersenyum kemudian mulai menyendok cake tersebut dan mencicipinya.
"Enak, terima kasih banyak..." ucap Alena kemudian.
***
Keesokan harinya
__ADS_1
Di toilet terlihat Riki tengah membasuh mukanya dengan kasar. Bayangan bagaimana kejadian semalam benar-benar membekas di kepalanya, tidak hanya adegan ciuman antara Alena dan juga Errando yang terus berputar di kepalanya namun setiap perkataan Errando yang terus terulang benar-benar membekas diingatan Riki. Membuat Riki semakin khawatir dan tentu saja kesal karena perkataan dari Errando itu.
**
Yang sebenarnya terjadi semalam...
Tepat setelah Alena melambaikan tangannya dan masuk ke dalam mansion, Riki yang sudah tidak tahan lagi akan gejolak yang begitu menggoncang hatinya lantas langsung turun dari mobilnya dan menghampiri Errando.
Sambil mendorong tubuh Errando dengan kasar Riki nampak menatap begitu tajam ke arah Errando, membuat Errando yang sama sekali tidak bersiap akan serangan secara tiba-tiba itu lantas terhuyung beberapa langkah ke belakang karena terkejut akan serangan tersebut.
Errando yang melihat Riki begitu marah tentu saja langsung bisa menebaknya jika Riki melihat segala hal yang tengah ia dan juga Alena lakukan sedari tadi. Tanpa Alena sadari sedari tadi sebenarnya Errando sudah mengetahui jika ada seseorang yang memperhatikan segala gerak-geriknya sedari tadi dari dalam mobil tak jauh dari mobilnya terparkir, hanya saja Errando benar-benar tidak menduganya jika itu adalah Riki.
Bukankah jika begini namanya sekali dayung dua pulau terlampaui? Sungguh sebuah peribahasa yang tepat bukan?
Mendengar pertanyaan tersebut, lantas membuat Errando tersenyum dengan tipis yang kemudian membuat Riki menjadi bertanya-tanya akan maksud dari senyuman Errando itu.
Errando yang tahu Riki tengah cemburu saat ini lantas terlihat melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Riki berada saat ini.
"Yang seharusnya bertanya apa mau mu itu adalah aku, sekarang jawab pertanyaanku, apa mau mu sebenarnya? Apa kau ingin sebuah harta? Kedudukan? Atau barang-barang mewah? Mengapa kau tidak memintanya secara langsung kepada ku? Aku bahkan bisa memberikannya demgan percuma tanpa mengharuskan mu berakting seperti ini. Kau pikir dengan menikahi Alena kau bisa mendapatkan segalanya? Tentu saja tidak, pembagian harta dan juga aset keluarga Hermawan akan jatuh lebih banyak kepada Alex karena Alex adalah anak pertama laki-laki di keluarga ini, apa kau tidak pernah memikirkannya? Ah sepertinya tidak... Bukankah otak mu itu hanya berisi uang dan uang saja?" ucap Errando dengan nada yang menyindir sambil menatap dengan remeh ke arah Riki saat ini.
Riki yang mendengar perkataan dari Errando barusan tentu saja kesal bukan main, segala hal yang terjadi bukanlah yang Riki inginkan. Jatuh cinta bukanlah sesuatu yang Riki harapkan, namun perkataan Errando yang berlebihan benar-benar telah melukai hatinya. Riki yang terlanjur kesal dan juga marah akan perkataan dari Errando barusan lantas langsung menarik kerah kemeja milik Errando dan menatap tajam ke arahnya, membuat Errando hanya tersenyum ketika mendapati perlakuan dari Riki barusan.
__ADS_1
"Jaga cara bicaramu itu! Kau dan juga Alena sudah sepenuhnya bercerai dan saat ini Alena adalah istriku, kau benar-benar tidak mempunyai hak apapun atas Alena jadi jangan coba-coba untuk mendekatinya!" ucap Riki dengan nada yang penuh penekanan seakan memperingati Errando agar tidak mendekati sesuatu yang berharga miliknya.
Mendengar perkataan dan juga ancaman dari Riki barusan bukannya takut Errando malah tertawa dengan terbahak-bahak, membuat Riki lantas langsung menatapnya dengan tatapan yang bertanya seakan mempertanyakan apa maksud dari tawa Errando barusan.
"Suami? Suami di atas kertas hanyalah sebuah sebutan saja bukanlah suatu hubungan, tidakkah begitu? Lagi pula Aksa bahkan bukanlah putra kandung mu, mengapa kau begitu heboh seakan Alena dan Aksa adalah milik mu? Jangan terlalu dalam bro karena aku takut kau akan gila nantinya." ucap Errando dengan nada yang santai namun berhasil menusuk hati Riki dan langsung membuatnya terdiam seketika.
"Sialan kau Er....." pekik Riki kemudian.
**
Sementara itu di sebuah kediaman keluarga Valentino terlihat Farhan tengah melangkahkan kakinya dengan bergegas menuju ke ruangan di mana tempat Arga berada.
Tok tok tok
"Masuk..." ucap sebuah suara dari dalam yang lantas menuntun Farhan untuk mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan tersebut.
Dari dalam ruangan tersebut Arga yang tadinya tengah sibuk membaca sebuah koran pemberitaan yang berkaitan tentang bisnis, lantas langsung meletakkannya tepat di atas meja kerjanya. Ditatapnya Farhan yaitu seorang kaki tangannya yang saat ini tengah melangkahkan kakinya mendekat ke arahnya.
"Apa ada sesuatu yang terjadi?" ucap Arga kemudian dengan raut wajah yang penasaran begitu mengetahui kedatangan Farhan barusan.
"Nona Alena sudah kembali beberapa hari yang lalu dengan seorang putra Bos." ucap Farhan memberikan berita yang tentu saja membuat Arga terkejut ketika mendengarnya.
__ADS_1
"Apa?"
Bersambung