Antara Cinta & Dendam

Antara Cinta & Dendam
Apa kau sudah puas?


__ADS_3

Siang harinya di Kafe Kencana


"Terima kasih atas kepercayaan yang telah Bapak berikan kepada perusahaan kami, kami berharap dengan adanya kerjasama ini dapat menciptakan sebuah perubahan yang besar dan tentu saja juga keuntungan yang besar." ucap Errando dengan tersenyum lebar sambil mengangkat tangannya tinggi-tinggi ke arah klien nya bersiap untuk bersalaman.


"Tentu pak Errando, saya harap kita berdua akan menjadi rekan kerjasama yang baik dan menghasilkan banyak keuntungan antara satu sama lainnya." ucap klien tersebut sambil membalas jabatan tangan Errando dengan senyum yang mengembang pula.


Setelah keduanya saling bersalaman dan juga mendapat kesepakatan bersama, klien tersebut memutuskan untuk mengakhiri pertemuan mereka dan beranjak pergi dari sana. Sedangkan Errando hanya menatap kepergian klien tersebut dengan senyum yang masih mengembang di wajahnya hingga detik berikutnya langsung turun seketika dan berubah menjadi datar. Perubahan yang signifikan terlihat jelas pada raut wajah Errando membuat Rama yang berada di sampingnya, lantas langsung mengernyit dengan tatapan yang bingung menatap ke arah perubahan wajah Errando.


"Apakah ada sesuatu yang terjadi? Mengapa tuan sangat kaku sekali hari ini?" ucap Rama dalam hati sambil menerka-nerka apa yang telah terjadi dengan Errando saat ini.


Setelah memastikan kepergian klien tersebut, Errando lantas menatap ke arah Rama dengan tatapan yang menelisik. Baru setelah beberapa detik kemudian Errando lantas memberikan perintah kepada Rama agar kembali ke perusahaan dan menangani sisanya karena Errando kali ini sedang tidak mood untuk kembali bekerja. Mendapat perintah tersebut tentu saja membuat Rama lantas menghela napasnya dengan panjang. Pada akhirnya mau tidak mau Rama lantas menuruti ucapan Errando yang memerintahkannya untuk kembali ke perusahaan dan meninggalkan Errando seorang diri di sini.


"Saya permisi dulu tuan." ucap Rama berpamitan setelah itu melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Errando seorang diri di sana.


**


Setelah kepergian Rama dari sana, Errando lantas mulai melangkahkan kakinya ikut pergi juga dari Kafe tersebut menuju ke suatu tempat yang mungkin bisa sedikit menenangkan hatinya. Hanya saja ketika langkah kakinya baru beberapa kali melangkah, sebuah pemandangan yang lagi-lagi mengejutkan dirinya lantas membuat langkah kaki Errando terhenti seketika. Errando yang melihat pemandangan tersebut, lantas terlihat mengerjakan matanya beberapa kali seakan tidak percaya akan apa yang kini ia lihat dan berada di depan matanya. Sampai beberapa detik kemudian Errando yang mulai sadar ini bukanlah sebuah halusinasinya semata, lantas langsung menatap geram ke arah depan ketika melihat Alena dan juga Steven tengah terlihat berbincang dengan serius di sana.

__ADS_1


Errando yang memang sedari awal sudah curiga sekaligus kesal kepada Steven, melihat keduanya duduk berduaan seperti itu membuat Errando lantas melangkahkan kakinya dengan langkah kaki yang bergegas menuju ke arah meja keduanya. Dengan tetapan yang menghunus tajam Errando terus melangkahkan kakinya mendekat ke arah di mana Steven dan juga Alena dengan duduk dan berbincang intens saat ini.


"Wah wah wah bagus sekali, tidak cukup bertemu di rumah kalian berdua juga bertemu di sini rupanya?" ucap Errando dengan nada yang menyindir.


Sedangkan Alena dan juga Steven yang mendengar sebuah suara tak asing di pendengaran mereka, tentu saja langsung menoleh dan menatap ke arah sumber suara untuk memastikan pemilik suara yang baru saja mereka dengar adalah seseorang yang mereka kenal.


"Errando!" ucap Alena dalam hati ketika melihat sosok Errando sudah berdiri dengan tegak disebelah keduanya.


Melihat kedatangan Errando yang tiba-tiba membuat Alena dan juga Steven langsung terkejut seketika. Tatapan Errando yang begitu tidak enak membuat suasana kian mencekam. Steven yang tidak ingin kembali menimbulkan masalah lantas langsung bangkit dari posisinya kemudian menatap ke arah Steven hendak menjelaskan segalanya.


"Sudahlah, lagi pula aku dan dia akan bercerai jadi jika kau menginginkan dia ambil saja aku akan memberikannya percuma kepadamu." ucap Errando dengan nada yang datar.


Baik Alena maupun Steven yang mendengar ucapan Errando barusan tentu saja terkejut seketika. Alena benar-benar tidak menyangka bahwa Errando akan mengatakan hal tersebut kepada keduanya. Sedangkan Errando setelah mengatakan hal tersebut tanpa menunggu dari reaksi keduanya lantas melangkahkan kakinya begitu saja pergi meninggalkan keduanya dengan raut wajah yang kebingungan.


Steven yang melihat kepergian Errando barusan lantas langsung mengejar langkah kaki Errando untuk kembali menjelaskan segalanya. Namun Alena yang melihat kepergian Errando dari sana, bukannya ikut mengejar Errando dan menjelaskan segalanya yang dilakukan Alena hanya diam di tempatnya sambil menatap kosong ke arah kepergian Errando tanpa berekspresi sama sekali. Alena terlihat duduk di tempatnya semula sambil menatap kosong ke arah depan seakan-akan seperti tengah blank dan pandangannya kosong. Hingga beberapa detik kemudian barulah Alena tersenyum dan tertawa kecil ketika menyadari bahwa apa yang ia lakukan untuk memancing Errando nyatanya sudah berhasil dan membuat Errando membenci dirinya.


"Kamu berhasil Al... Kamu berhasil.... Tersenyumlah dan berbahagia lah karena sebentar lagi keinginan mu untuk bercerai dari Errando akan tercapai hahaha." ucap Alena tertawa kecil namun malah dengan air mata yang merembes di sudut matanya, membuat Alena lantas mengusap air mata tersebut sambil masih terus tertawa layaknya orang gila.

__ADS_1


Entah perasaan aneh apa yang menyertai dirinya kali ini, namun rasa senang juga rasa sedih akibat kehilangan telah bercampur menjadi satu di dalam dirinya. Membuat Alena sendiri bahkan tidak terlalu yakin akan apa yang saat ini sebenarnya sedang ia rasakan. Semuanya berkumpul menjadi satu dan memenuhi kepala Alena membuatnya terkadang tertawa namun juga terkadang sedih.


***


Parkiran


Steven yang sedari tadi terlihat mengejar langkah kaki Errando pada akhirnya bisa meraih pundak Errando dan membuat langkah kaki Errando terhenti seketika karenanya. Steven yang mengira Errando akan memberinya kesempatan untuk menjelaskan lantas mendadak mulai melayangkan pukulannya dengan tiba-tiba, sehingga membuat Steven langsung terhuyung seketika dan jatuh ke tanah dengan posisi Errando yang saat ini berada di atasnya.


"Ini untuk mu yang merebut Alena dari sisi ku!" ucap Errando dengan nada yang penuh penekanan sambil melayangkan pukulan ke arah rahang Steven.


"Dan ini untuk dirimu yang sudah lancang mengambil Alena dari ku!" ucapnya lagi sambil melayangkan kembali pukulan yang kedua kalinya kepada Steven.


"Dan ini...." ucap Errando kembali hendak melayangkan pukulannya ke arah Steven namun terhenti di udara karena ucapan Errando yang tiba-tiba tercekat dan tidak bisa diteruskan.


"Apa sekarang kau sudah puas telah mengambil segalanya dari ku Steve?" ucap Errando kemudian setelah hening beberapa saat.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2