
"Apakah sekarang seorang Alena sudah merangkap sebagai seorang kurir?" ucap Errando dengan nada yang begitu datar.
Mendengar sebuah suara yang tak asing di pendengarannya lantas langsung membuat Alena menoleh ke arah sumber suara. Alena yang lagi dan lagi harus dipertemukan dengan Errando di berbagai situasi lantas menghela napasnya dengan panjang. Alena bahakan meminta agar tidak dipertemukan dengan Errando kembali namun setelah kembalinya ia dari desa, Alena malah terus-terusan bertemu dengan Errando meski Alena sudah berusaha untuk menghindarinya. Apakah ini sebuah takdir yang harus Alena terima untuk menebus kesalahannya yang dulu?
"Aku sama sekali tidak ada niatan untuk meladeni mu jadi aku mau pulang." ucap Alena kemudian sambil melangkahkan kakinya berlalu pergi dari hadapan Errando.
Errando yang melihat Alena hanya melewatinya saja lantas langsung mengernyit dengan seketika. Bukan ini yang ia inginkan, Errando menginginkan sesuatu yang lebih dari ini, lagi pula jika Alena hanya mengacuhkannya seperti ini semua masalah tidak akan pernah bisa selesai begitu saja.
Errando terdiam di tempatnya melihat langkah kaki Alena yang terus berjalan meninggalkannya, hingga ketika sebuah ide gila muncul di benaknya lantas membuat Errando langsung melangkahkan kakinya menyusul kepergian Alena. Errando yang yakin ini adalah satu-satunya jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah pada akhirnya mulai melangkahkan kakinya mengejar langkah kaki Alena.
Errando yang sudah yakin akan cara yang akan ia ambil lantas langsung menarik tangan Alena dan menggendongnya ala karung beras, membuat Alena yang merasa tubuhnya tiba-tiba diangkat tentu saja langsung panik bukan main.
"Apa yang kau lakukan! Turunkan aku!" pekik Alena sambil memukuli punggung Errando.
"Diam dan ikutlah dengan ku, aku janji ini tidak akan lama tergantung dari caramu dalam bersikap." ucap Errando sambil terus melangkahkan kakinya menuju ke arah mobilnya yang terparkir di bahu jalan.
"Tidak mau, berhenti sekarang juga ku bilang....." teriak Alena lagi namun langkah kaki Errando bukannya berhenti malah semakin cepat dan membawa Alena masuk ke dalam mobilnya tanpa persetujuan dari Alena terlebih dahulu.
***
HR Company
Di dalam ruangannya, Riki yang baru saja menerima kotak bekal makanan dari Alena lantas mengajak Santi untuk makan bersama dengannya. Raut wajah penuh bahagia terlihat jelas di wajah Riki, membuat Santi yang ikut membuka kotak bekal pemberian dari Riki ikut tersenyum ketika melihat menu makanan yang diberikan oleh istri bosnya itu begitu lengkap dan pastinya sehat.
__ADS_1
"Benar-benar istri idaman..." ucap Santi dengan nada yang lirih namun masih bisa di dengar oleh Riki.
Riki yang mendengar gumaman dari Santi barusan lantas dengan spontan menoleh ke arah sumber suara dan menatapnya dengan tatapan yang mengernyit seakan bertanya akan maksud dari perkataan Santi barusan.
"Apa ada sesuatu San?" tanya Riki kemudian dengan raut wajah yang penasaran.
"Bukan apa-apa pak, hanya saja saya kagum dengan istri anda. Saya jadi penasaran dan ingin bertemu langsung dengan istri anda pak, saya yakin ibu pasti sangat cantik." ucap Santi kemudian memuji Alena membuat seulas senyum terlihat terbit dari wajah Riki begitu mendengar pujian tersebut.
"Iya kamu benar, istri ku tidak hanya cantik namun dia juga cerdas dan berhati baik. Aku benar-benar bangga bisa berada di sisinya selama ini." ucap Riki yang terlihat begitu mengagumi sosok Alena.
"Ah si bapak pakai acara ngebucin di depan saya, bapak benar-benar melukai jiwa kejombloan saya." ucap Santi dengan raut wajah yang cemberut namun berhasil mengundang gelak tawa yang terdengar berasal dari Riki.
"Baiklah baiklah saya minta maaf..." ucap Riki pada akhirnya.
***
Terlihat Alena kini tengah memasang raut wajah yang kesal karena Errando membawa kabur dirinya seenak jidatnya. Alena bahkan tidak habis pikir di mana jalan pikiran Errando yang tanpa angin tanpa hujan main membawanya begitu saja. Diliriknya sekilas Errando dengan tatapan yang tidak suka, sampai kemudian pandangannya terhenti ketika Alena mengetahui bahwa Errando melajukan mobilnya menuju ke jalan tol meninggalkan Ibukota, membuat Alena langsung terkejut seketika begitu mengetahui hal tersebut.
"Apa yang kau lakukan Er? Hentikan mobilnya sekarang juga atau aku akan..." ucap Alena hendak mengancam namun malah dipotong oleh Errando.
"Akan lompat maksud mu? Coba saja kalau kau bisa!" ucap Errando dengan nada yang santai.
Mendengar perkataan santai dari Errando membuat Alena langsung terkejut dengan seketika. Alena yang tak ingin menyerah dan berakhir dengan pasrah lantas mencoba membuka pintu mobil Errando dengan sekuat tenaganya namun selalu saja gagal dan gagal lagi, membuat Alena mulai merasa khawatir akan Errando yang mendadak menculiknya seperti ini.
__ADS_1
"Ini sudah keterlaluan Er... Putra ku pasti sedang mencari ku sekarang, buka pintunya dan turunkan aku sekarang juga!" ucap Alena kemudian masih berusaha untuk membuat Errando mengerti bahwa apa yang dilakukannya saat ini adalah salah.
"Putra? Putra yang mana? Maksud mu Putra kita?" ucap Errando kemudian mencoba untuk memancing Alena.
Jujur saja Errando sendiri masih belum terlalu yakin akan kenyataan bahwa Aksa adalah Putra kandungnya. Namun jika melihat dari kemiripan yang ada di dalam dirinya dan juga dalam diri Aksa. Membuat Errando semakin penasaran akan apa yang terjadi sebenarnya enam tahun yang lalu. Dipikirkan seperti apapun Errando tetap saja tidak menemukan jawabannya kecuali langsung dari mulut Alena. Hal itulah yang mendasari pemikiran gila Errando yang secara spontan menculik Alena dan membawanya ke suatu tempat yang mungkin akan membuatnya menjadi seorang kriminal karena sudah menculik anak orang tengah malam seperti ini.
Sedangkan Alena yang mendengar perkataan dari Errando barusan tentu saja langsung terdiam seketika. Alena bahkan cukup dibuat terkejut akan setiap kata yang keluar dari mulut Errando barusan. Alena bahkan sebisa mungkin sudah menutupi tentang identitas Aksa sebenarnya, namun entah mengapa Errando tetap saja tahu kebenaranya membuat Alena sedikit tersentak begitu hal tersebut diucapkan oleh Errando.
"Ja..jangan sembarangan kamu Er! Aku bahkan sudah menikah lagi, bagaimana bisa kamu mengakui jika Aksa adalah Putra mu?" ucap Alena kemudian mencoba untuk mengalihkan pembicaraan Errando agar topik pembicaraan tidak berfokus kepada Aksa.
Mendengar hal tersebut tentu saja membuat Errando langsung tersenyum dengan sinis. Membuat Alena lantas bertanya-tanya akan maksud dari senyuman Errando barusan.
"Ngomong-ngomong tentang suami, apakah ada sebuah pernikahan tanpa pemberkatan Al? Aku bahkan baru mendengarnya..." ucap Errando dengan senyum yang mengejek membuat Alena lagi dan lagi terkejut akan fakta yang dibicarakan oleh Errando.
Alena yang mendengar perkataan Errando yang makin lama makin kemana-mana kemudian tanpa berpikir panjang langsung membanting stir Errando ke arah kiri yang tentu saja langsung membuat Errando terkejut seketika.
"Jangan gila kamu Al..."
Ckitttt...
Bruk
Bersambunh
__ADS_1