Antara Cinta & Dendam

Antara Cinta & Dendam
Sudah terlambat


__ADS_3

Di ruang rapat


Terlihat beberapa petinggi perusahaan tengah sibuk membahas beberapa masalah yang berkaitan tentang perusahaan bersama dengan Alex, ketika mereka tengah sibuk berunding dan mencari keputusan bersama sebuah suara pintu yang terbuka dengan keras, membuat semua orang yang ada di ruangan rapat tersebut lantas langsung menoleh ke arah sumber suara.


"Ada yang harus kita bicarakan kak!" ucap Alena dengan nada yang datar.


"Nanti ya Al, kakak masih sibuk" ucap Alex dengan nada yang lembut.


Namun Alena yang mendengar perkataan dari Alex barusan bukannya mengerti malah mengambil langkah kaki yang besar menuju ke arah dimana Alex berada saat ini, membuat suasana kian tidak enak di ruangan rapat tersebut. Alex yang tidak mengerti akan tingkah laku Alena hanya bisa menatap bingung ke arah Alena, terlebih lagi ketika Alena menarik tangannya untuk bangkit dari posisinya dan membawanya keluar dari ruangan rapat tersebut.


Dengan perasaan yang bertanya-tanya Alex mengikuti tarikan tangan Alena yang membawanya hingga keluar dari ruangan rapat tersebut, membawanya pergi meninggalkan ruangan rapat tanpa menjelaskan alasannya terlebih dahulu.


"Ada apa ini Al? Bisakah kamu menjelaskan pokok permasalahannya terlebih dahulu kepadaku?" ucap Alex kemudian yang sudah tidak tahan lagi akan tingkah Alena yang sangat aneh ini.


Mendengar perkataan Alex barusan membuat Alena langsung melepaskan genggaman tangannya. Diliriknya sekilas area koridor dimana keduanya tengah berada saat ini. Baru setelah Alena memastikan suasana di dalam koridor tersebut sepi dan tidak ada orang Alena mulai membuka suaranya.


"Mengapa kakak menyembunyikan fakta besar tentang kak Juwita selama ini?" ucap Alena secara langsung tanpa basa-basi terlebih dahulu.


Alex yang mendapat pertanyaan tersebut tentu saja terkejut bukan main, masalahnya ia tidak pernah menduga bahwa Alena akan mengetahui segalanya secepat ini. Alex pikir Errando tidak akan benar-benar mengatakannya kepada Alena melihat dari seberapa lama hubungan antara Errando dan juga Alena terjalin, namun sayangnya semua itu salah kenyataannya Alena sudah mengetahui segalanya saat ini. Errando benar-benar ingin membalas dirinya lewat Alena, ucapan Errando tempo hari bukanlah hanya sebuah bualan semata.

__ADS_1


Alex yang tidak ingin sampai hal ini terdengar oleh orang lain, lantas langsung menarik tangan Alena agar mengikuti langkah kakinya menuju ke arah ruangannya, membuat Alena yang ditarik hanya bisa pasrah dan mengikuti arah tarikan Alex yang membawanya menuju ruangan CEO.


***


Ruangan CEO


Setelah keduanya masuk ke dalam, Alex menutup pintunya dengan rapat agar tidak ada yang menganggu pembicaraan keduanya. Alena menghempaskan tangan Alex yang menggenggam dengan erat tangannya kemudian menatap ke arah Alex dengan tatapan yang tajam, membuat Alex hanya bisa menghela napasnya dengan panjang ketika mendapat tatapan tajam dari Alena saat ini.


"Kakak bisa menjelaskan segalanya, apa yang ada dipikiran mu sama sekali bukanlah kenyataannya." ucap Alex mencoba untuk menjelaskan segalanya kepada Alena.


"Lalu apa kenyataannya kak? Jangan hanya berputar-putar dan terus mencari alasan seperti ini, aku benar-benar sudah lelah untuk bermain bersama kalian berdua!" ucap Alena dengan nada yang frustasi.


Mendengar ucapan Alex barusan membuat Alena langsung menoleh ke arahnya seakan bertanya apakah Alex sungguh akan memberitahunya atau hanya bualan semata. Hingga ketika Alex kembali membuka suaranya Alena terlihat mulai diam dan mendengarkan. Alex benar-benar menceritakan segalanya dengan rinci dan juga detail.


Semua bermula dari Juwita yang mengatakan bahwa ia telah hamil kala itu. Posisi Alex yang tak mendukung saat itu, membuat Alex menolak untuk bertanggung jawab dan malah menyuruh Juwita untuk menggugurkan janinnya. Alex akui itu adalah tindakan yang sama sekali salah dan menuntun segala permasalahan mulai datang ke arahnya. Setelah pertengkarannya kala itu dengan Juwita masalah kehamilannya, Alex yang mengira Juwita hanya main-main tentang ancaman tersebut, malah benar-benar melakukannya. Alex bingung harus berbuat apa di saat seperti itu.


Hingga kemudian suara derap langkah kaki yang mendekat ke Apartment Juwita, membuat Alex panik dan langsung menggendong Juwita ke arah Bathtub dan memasukkan Juwita ke dalamnya. Dengan terburu-buru diusapnya noda darah yang menggenang di area lantai kemudian bergegas bersembunyi karena takut ketahuan. Tanpa di duga yang datang ternyata adalah Errando, membuat Alex semakin takut dan tidak ingin keluar dari tempat persembunyiannya.


Alena yang mendengarkan segala cerita kakaknya tak habis pikir dengan akal sehat kakaknya yang menghilang kala itu. Bukankah seharunya Alex menemui Errando dan menceritakan segalanya? Mungkin jika hal tersebut dilakukan oleh Alex hingga saat ini Juwita masih hidup.

__ADS_1


Alena terduduk di sofa dengan lemas, apa yang dilakukan oleh kakaknya adalah sebuah kejahatan. Meski Alex tidak membunuh Juwita namun kematian Juwita masih ada hubungannya dengan Alex dan Alex malah menutupi semua itu.


"Apa Papa dan Mama tahu soal ini?" tanya Alena kemudian.


"Papa dan Mama tidak tahu hanya Errando yang mengetahuinya dan aku harap kamu jangan memberitahukan hal ini kepada mereka." ucap Alex dengan nada yang memohon.


"Kakak benar-benar egois, sudah seharusnya kakak bertanggung jawab atas segalanya namun kakak malah bersembunyi dan hidup dengan baik di sini. Pantas saja Errando begitu membenci kakak dan juga aku, kakak tahu gara-gara kakak hidup ku bagai di neraka dan bodohnya aku yang sama sekali tak mengetahui alasannya, malah terus menanyakan luka yang sama kepada Errando setiap harinya." ucap Alena dengan nada setengah terisak.


Alex yang mendengar curahan hati adiknya itu hanya bisa terdiam tanpa kata-kata. Alex tau jika ia benar-benar bersalah dalam hal ini, namun Alex sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa karena keadaan yabg memaksanya untuk melakukan hal tersebut. Alex mendekat ke arah Alena dan menggenggam tangan Alena dengan erat, membuat Alena langsung melirik ke arahnya dengan tatapan yang bertanya.


"Kakak minta maaf kakak memang salah, kita pergi sekarang dan jelaskan semuanya kepada Errando tentang hal ini, aku yakin Errando akan mengerti." ucap Alex kemudian sambil menarik tangan Alena untuk bergerak.


Alena yang tangannya ditarik oleh Alex lantas menghempaskan begitu saja tangan Alex, membuat Alex menatap ke arah Alena dengan tatapan yang tidak mengerti akan tingkah Alena seperti ini.


"Sudah terlambat kak, aku sudah memutuskan untuk bercerai dengan Errando!" ucap Alena dengan kepala yang menunduk ke bawah karena Alena sungguh tidak sanggup mengatakan hal tersebut kepadanya.


"Apa yang kau katakan Al?" ucap Alex dengan terkejut akan keputusan Alena yang terkesan diambil secara tiba-tiba itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2