
"Jika kamu ingin mengetahuinya, tanyakan pada kakak kesayangan mu itu!" ucap Errando dengan nada penuh penekanan.
Sedangkan Alena yang mendengar ucapan dari Errando barusan tentu saja langsung terdiam seketika berusaha untuk mencerna setiap perkataan yang keluar dari mulut Errando barusan. Bagaimanapun juga Alena baru mendengarnya dari Errando, bagaimana bisa Errando tiba-tiba membawa nama Alex kakaknya dalam permasalahannya ini.
"Apa maksud ucapan mu By?" tanya Alena kemudian dengan raut wajah yang penasaran.
Mendengar pertanyaan kembali dari Alena lantas membuat Errando semakin mendekatkan tubuhnya secara perlahan dan berhenti tepat di sebelah telinga Alena, membuat jantung Alena langsung berdetak dengan kencang karena mengira tadinya Errando akan mencium dirinya.
"Apakah kakak kesayangan mu itu sama sekali tidak memberitahu adik kecilnya? ckckck kau benar-benar polos sekali rupanya!" ucap Errando dengan nada yang setengah berbisik kemudian meninggalkan Alena begitu saja dengan berjuta-juta pemikiran yang saat ini memenuhi kepalanya.
Alena terdiam menatap kepergian Errando dari sana, pikirannya benar-benar melayang jauh memikirkan setiap perkataan yang keluar dari mulut Errando. Sulit dipercaya jika kakaknya melakukan hal buruk kepada Errando, namun jika melihat tatapan tajam yang berasal dari manik mata milik Errando membuat Alena seakan langsung berpikir ulang tentang ucapan Errando kepadanya.
Alena yang tidak ingin hanya larut dalam pemikirannya saja, lantas melangkahkan kakinya mengambil kunci mobil dan juga tas selempang miliknya kemudian melangkahkan kakinya dengan bergegas keluar dari mansion Errando begitu saja. Hari ini Alena harus mengetahui kebenaranya.
**
Sementara Errando yang melihat kepergian mobil Alena dari mansion miliknya, membuat Errando yang sedari tadi berada di dalam mobilnya langsung tersenyum dengan sinis menatap kepergian Alena dari sana. Jika melihat dari Alena yang melajukan mobilnya dengan kencang, Errando yakin gadis itu kini tengah pergi menemui kakaknya untuk menanyakan segala hal tentang ucapan Errando kepada Alena tadi.
"Mari kita lihat apa yang akan di lakukan oleh Alex, jika adiknya datang dan menanyakan kesalahannya!" ucap Errando dengan tersenyum sinis.
Setelah mobil milik Alena meninggalkan mansion milik Errando, Errando yang sedari tadi memang hendak pergi kemudian lantas melajukan mobilnya ikut meninggalkan pelataran mansion miliknya membelah jalanan Ibu kota menuju ke suatu tempat.
__ADS_1
***
Di salah satu tempat hiburan yang terletak di Ibu kota, terlihat Errando tengah melangkahkan kakinya masuk ke area tempat hiburan tersebut dan mengambil duduk di depan minibar ketika melihat seseorang yang tidak asing baginya tengah melakukan pelayanan kepada pelanggannya dengan wajah yang sok manis.
Errando yang baru saja duduk langsung meminta satu minuman beralkohol untuk meredakan emosinya, membuat Steven yang kala itu sedang asyik melayani pelanggannya, melihat kedatangan Errando di sana lantas membuatnya memutar bola matanya dengan jengah. Jujur saja Steven bahkan masih kesal akan tingkah Errando waktu itu yang mengusirnya dengan tiba-tiba ketika di mansionnya, namun sekarang Errando malah datang dan menghampirinya.
"Apa yang kau lakukan di sini tuan muda? bukankah kau tidak cocok untuk bermain-main di tempat kotor seperti ini!" ucap Steven dengan nada yang menyindir namun sambil menyodorkan gelas berisi minuman beralkohol kepada Errando.
"Ada apa dengan ekspresi wajah mu itu? Apa aku telah melakukan kesalahan padamu? Jangan menatap ku seperti itu!" ucap Steven dengan nada yang santai seakan tidak pernah terjadi apa-apa.
Steven yang mendengar ucapan Errando barusan tentu saja langsung berdecak dengan kesal. Ia saja masih merasa kesal akan tingkah Errando, namun Errando malah mengatakan dengan santai seakan-akan lupa apa yang telah Errando lakukan tempo hari.
"Apa kamu punya barang baru yang bisa diatur dan yang pasti belum kau coba!" ucap Errando kemudian yang lantas membuat Steven langsung mendongak ke arahnya.
"Tentu saja, bukankah tugas mereka hanya melayani? Setelah kita puas ya mereka pergi, lalu mengapa kau yang kesal?" ucap Errando sambil menegak minumannya.
"Maka dari itu aku tidak ingin memberikannya kepadamu, aku tahu kamu tidak akan pernah mau disentuh oleh mereka, tujuan mu memintaku barang baru pasti untuk membuat panas Alena bukan? Tidak-tidak aku tidak mau!" ucap Steven menolak dengan keras permintaan Errando barusan.
Mendengar ucapan dari Steven barusan yang menolak permintaannya seakan mengetahui niatannya yang memang ingin membuat panas Alena, lantas membuat Errando hanya mendengus dengan kesal sambil kembali menegak minuman di gelasnya.
Disaat suasana diantara keduanya sedang hening diantara suara alunan musik DJ yang terdengar memekakkan telinga siapapun yang berada di sana, seorang gadis cantik nampak melangkahkan kakinya mendekat ke arah Errando dan juga Steven. Sambil menempelkan tubuhnya di minibar gadis cantik itu menatap ke arah Errando dengan senyum yang merekah.
__ADS_1
"Bagaimana jika bersama ku?" ucap gadis cantik itu yang lantas membuat Errando dan juga Steven langsung menoleh ke arahnya.
"Laura? Jangan gila kamu!" ucap Steven yang terkejut ketika mendengar perkataan Laura yang tiba-tiba.
***
HR Company
Alena yang baru saja sampai di perusahaan kakaknya, lantas terlihat melangkahkan kakinya dengan terburu-buru masuk ke dalam lobi gedung untuk menemui kakaknya.
Di langkahkan kakinya dengan perlahan masuk ke dalam lift. Dengan pikiran yang melayang Alena menatap kosong ke arah depan memutar kembali setiap kata-kata yang keluar dari mulut Errando. Alena benar-benar masih belum siap jika harus mendengar sesuatu yang tidak seharusnya ia dengar saat ini. Helaan nafas mulai terdengar berhembus kasar dari mulut Alena, sambil menatap bayangannya pada dinding lift Alena mulai berdecak kesal seakan ada perasaan takut yang kini memenuhi hatinya.
"Akankah aku siap menerima kenyataannya? Apa hubungan yang telah terjadi di antara Errando dan juga kak Alex?" ucap Alena pada firi sendiri sambil menyandarkan tubuhnya sebentar, hingga sebuah suara dentingan pintu lift membuat segala lamunan Alena langsung buyar seketika.
Alena yang melihat pintu lift terbuka lantas mulai melangkahkan kakinya keluar dari sana dan mulai menyusuri area lorong kantor menuju ruangan CEO di gedung tersebut.
Setelah langkah kaki Alena membawanya hingga sampai ke ruangan CEO, Alena nampak terdiam sejenak berusaha untuk menetralkan detak jantungnya. Entah mengapa Alena benar-benar merasakan perasaan yang tidak enak sekaligus takut akan segala hal yang mungkin akan Alena ketahui sebentar lagi.
Dengan memantapkan hatinya Alena kemudian mulai membuka pintu ruangan tersebut dan masuk ke dalamnya dengan langkah kaki yang cepat, membuat Alex dan juga Fatur yang memang sedang membahas masalah pekerjaan saat itu, lantas terkejut ketika melihat kedatangan Alena di kantornya.
"Alena, ada apa?" tanya Alex kemudian.
__ADS_1
Bersambung