Antara Cinta & Dendam

Antara Cinta & Dendam
Menyesal


__ADS_3

Di sebuah cafe di Ibu kota beberapa tahun yang lalu.


Laura yang baru saja mengantri makanan lantas melangkahkan kakinya dengan membawa dua cup cappucino dingin di tangannya. Hari ini Alena berjanji akan mengenalkannya kepada Errando, salah satu pria yang ia taksir sejak lama. Errando, Laura dan juga Alena lahir dan besar di lingkungan yang sama. Hanya saja karena sifat Errando yang susah untuk di dekati membuat Errando tidak pernah melihat seseorang disekitarnya dan hanya berfokus pada satu nama yaitu Alena.


Sudah dari dulu Laura menaruh hati pada Errando dan meminta Alena untuk mengenalkannya kepada Errando. Dengan langkah kaki yang lebar, Laura mulai melangkahkan kakinya menuju ke arah meja di mana Alena sedang menunggunya saat ini.


"Mengapa aku sangat berdebar?" ucap Laura dalam hati.


Laura terus melangkahkan kaki menuju ke arah meja di mana Alena tengah menunggunya, hingga ketika jarak antara keduanya sudah semakin dekat langkah kaki Laura lantas terhenti seketika di saat melihat sebuh pemandangan yang sama sekali tidak ia inginkan.


Errando terlihat tersenyum dengan manisnya sambil berdiri menatap ke arah Alena dan memberikannya sebuket bunga cantik kepada Alena.


"Jadilah pacarku Len... aku berjanji akan membuat mu bahagia." ucap Errando dengan senyum yang mengembang.


Mendengar ucapan Errando yang tiba-tiba itu tidak hanya membuat Alena terkejut melainkan juga Laura yang tengah berdiri tidak jauh dari keduanya.


Laura benar-benar terkejut ketika mendengar ucapan Errando yang menyatakan perasaannya kepada Alena.


Laura yang tidak bisa menerima kenyataan yang ada dihadapannya, lantas perlahan-lahan melangkahkan kakinya mundur dan tanpa sadar menabrak seseorang yang lantas membuat kedua cup yang ia pegang jatuh seketika disertai dengan dirinya yang jatuh dalam posisi terduduk.


Bruk...


"Ah maaf..." ucap orang tersebut sambil mencoba membantu Laura untuk bangkit berdiri.


Alena yang mendengar suara ribut-ribut yang tidak jauh dari tempatnya, lantas langsung menoleh seketika dan terkejut ketika ia melihat Laura sudah jatuh di bawah dengan dua cup minuman yang sudah tumpah dan membanjiri lantai.


"Laura!" ucap Alena yang dengan spontan membuat Laura menoleh ke arahnya.


Mendengar panggilan dari Alena barusan membuat Laura langsung bangkit dari posisinya kemudian melangkahkan kakinya pergi dari sana.


***

__ADS_1


Mansion Errando


"Singkirkan tangan kotor mu itu dari tubuh ku!" ucap Errando dengan nada yang dingin.


Laura yang mendengar suara dingin dari Errando, lantas membuat tangannya perlahan-lahan turun dari dada bidang milik Errando itu. Dengan memasang wajah yang cemberut Laura kembali menggoda Errando tanpa takut sekalipun.


"Ada apa ini? Bukankah kita sudah terlanjur basah jika berhenti sekarang? Lagi pula istrimu sudah mengijinkannya bukan?" ucap Errando dengan nada yang kesal.


Errando yang mendengar ucapan gila Laura tentu saja terkejut, ditatapnya Laura dengan tatapan yang tajam.


"Siapa kau sebenarnya ha? Apa tujuan mu hingga datang ke sini?" ucap Errando kemudian dengan raut wajah yang penasaran.


Jujur saja setelah melihat perubahan ekspresi wajah Alena, timbul sebuah rasa penasaran dalam diri Errando akan sosok yang ia bawa ke rumahnya tanpa mencari tahu terlebih dahulu asal usulnya. Sedangkan Laura yang mendengar pertanyaan dari Errando barusan lantas tersenyum membuat Errando menatap dengan bingung akan arti dari senyuman itu.


"Apa kamu tidak ingat aku Er? Gadis kecil yang selalu tertinggal dan tak terlihat oleh mu." ucap Laura dengan nada yang tersenyum sinis.


Errando terdiam mendengar ucapan Laura barusan seakan tengah memutar kembali ingatan tentang masa lalunya sekaligus mencerna setiap kata yang keluar dari mulut Laura. Ketika rasa frustasi kian menderanya, sebuah ingatan tentang masa lalu perlahan-lahan mulai berputar di kepalanya.


"Ternyata kau tidak sepenuhnya melupakan ku rupanya?" ucap Laura dengan tersenyum.


Mengetahui tebakannya benar membuat raut wajah Errando berubah seketika. Ditariknya tangan Laura dengan tiba-tiba membuat Laura terkejut bukan main akan tarikan dari Errando barusan, yang pada akhirnya membuat Laura mau tidak mau mengikuti arah tarikan dari Errando barusan.


Errando terus menarik tangan Laura dan menghempaskannya keluar dari mansion miliknya ketika Errando berhasil membawa Laura hingga ke ambang pintu utama.


"Pergi dari sini dan jangan lagi berurusan dengan ku! Jujur aku menyesal karena tidak mencari tahu terlebih dahulu tentang mu!" ucap Errando dengan nada penuh penekanan sambil menutup pintu utama dengan kasar.


Bruk...


Laura yang mendapat penghinaan dari Errando tentu saja kesal bukan main. Ditatapnya pintu utama yang baru saja tertutup itu dengan tatapan penuh kilatan amarah. Laura kemudian tersenyum dengan sinis sambil mengambil posisi bersendekap dada.


"Setidaknya aku berhasil maju selangkah, setelah beberapa tahun aku yakin kali ini akan berhasil mendapatkan hati Errando." ucap Laura dengan nada yang percaya diri sambil tersenyum dengan lebar.

__ADS_1


Baru setelah itu Laura kemudian terlihat perlahan-lahan melangkahkan kakinya meninggalkan mansion Errando menuju ke suatu tempat yang mungkin akan sedikit merefresh otaknya yang tengah kacau saat ini.


***


Sementara itu setelah Errando menutup pintu utama dengan keras, ia lantas melangkahkan kakinya menjauh dari sana sambil merutuki kebodohannya. Errando benar-benar tidak tahu sama sekali jika Laura yang ia ajak untuk memanas-manasi Alena adalah Laura Atmaja. Jika saja Errando tahu, tentu saja ia tidak akan sebodoh itu dan mengajak Laura hingga masuk ke dalam rumahnya.


Dengan perasaan yang kesal Errando mulai merogoh saku jasnya dan mendial nomor Rama di sana.


"Halo" ucap Errando begitu sambungan telponnya terhubung dengan Rama.


"Iya tuan" jawab Rama kemudian.


"Selidiki tentang Laura Atmaja, apapun yang bersangkutan dengannya laporkan padaku malam ini juga." ucap Errando memberikan perintah, membuat Rama yang di seberang sana tentu saja bingung akan perintah dari Errando yang tiba-tiba itu.


"Apakah ada sesuatu tuan?" tanya Rama dengan ragu-ragu.


"Lakukan saja tugas mu maka kau akan tahu nantinya." ucap Errando dengan nada yang datar membuat Rama langsung terdiam seketika dan tidak lagi bertanya.


"Baik tuan." ucap Rama setelah itu terdengar sambungan telpon yang di putus secara sepihak oleh Errando.


Errando menghela nafasnya panjang, entah mengapa ia sedikit merasa bersalah kepada Alena. Hanya saja ketika Errando hendak kembali melangkahkan kakinya berlalu dari sana, sebuah deringan ponsel miliknya lantas menghentikan langkah kakinya yang hendak naik ke atas.


Ditatapnya layar ponselnya di mana tertera nomor asing yang tidak dikenalnya, dengan gerakan yang malas Errando kemudian menggeser ikon berwarna hijau pada layar ponsel miliknya dan mendekatkan ponselnya ke arah telinga.


"Halo" ucap Errando.


"Kita perlu bertemu sekarang juga!" ucap sebuah suara di seberang sana membuat Errando langsung terkejut ketika ia mengetahui siapa si penelpon itu.


"Kau!"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2