
Di sebuah Resto China di ruangan VVIP
Terlihat Errando tengah melangkahkan kakinya dengan raut wajah yang gusar masuk ke dalam ruangan tersebut. Ketika Errando masuk ke dalamnya seorang pria yang mengenakan stelan jas rapi nampak duduk dan terlihat menatapnya dengan tatapan yang menghunus tajam.
Errando yang sadar akan tatapan tersebut malah dengan santainya mengumbar senyuman dan mengambil duduk di depan pria itu dengan tenang. Pria itu bahkan berdecak dengan kesal ketika melihat tingkah tengil yang di tunjukkan oleh Errando saat ini. Seakan-akan seperti tengah menunjukkan kepadanya bahwa Errando sama sekali tidak takut kepadanya.
"Apa kakak sudah lama menunggu? Maaf jalanan agak macet jadi memerlukan banyak waktu untuk sampai ke sini." ucap Errando dengan santainya sambil mendudukkan bokongnya di depan Alex.
Tanpa tahu malu dan menunggu pria itu mempersilahkan untuk makan, Errando langsung membuka sumpitnya perlahan-lahan kemudian mulai mencicipi satu persatu hidangan yang tersaji di meja itu tanpa memperdulikan tatapan dari pria itu sama sekali, tingkah Errando saat ini bahkan benar-benar terlihat begitu polos dan dungu seakan tidak mengetahui apapun padahal sebenarnya ia mengetahui segalanya dan hal ini lah yang membuat pria itu semakin merasa kesal akan tingkah Errando tersebut.
Prok prok prok...
Suara tepukan tangan yang berasal dari pria itu terdengar menggema di ruangan tersebut, membuat Errando lantas menghentikan gerakan tangannya yang hendak mengambil sebuah makanan tepat ketika mendengar suara tepukan tangan tersebut.
"Aku akui akting mu itu sangat bagus Er, tapi sayangnya tidak berlaku untuk ku!" ucap pria itu yang ternyata adalah Alex kakak Alena.
Sedangkan Errando yang mendengar ucapan Alex barusan hanya tersenyum simpul kemudian meletakkan sumpitnya begitu saja di atas meja. Sambil mengusap sudut bibirnya yang kotor karena makanan, Errando kemudian sedikit mencondongkan tubuhnya ke arah Alex yang kali ini dengan tatapan sedikit lebih serius.
"Bukankah kakak sangat suka bermain-main? Ini bahkan sudah dua tahun lamanya namun kau masih bisa berkeliaran dengan bebas bahkan memimpin sebuah perusahaan. Aku akui papa ku yang bodoh itu sama sekali tidak mencium kebusukan mu itu, tapi sayangnya aku tidaklah seperti itu!" ucap Errando dengan tatapan yang tajam.
__ADS_1
Alex yang mendengar ucapan Errando dengan spontan langsung tertawa dengan keras hingga membuat suaranya menggema memenuhi semua ruangan VVIP tersebut.
"Apa yang kau lihat bukanlah sepenuhnya kebenarannya! Aku bahkan lebih terpukul dari dirimu, jadi hentikan sikap sok pahlawan mu itu di hadapan ku!" ucap Alex dengan nada yang ketus membuat Errando langsung mengepalkan tangannya dengan erat dan menatap tajam ke arah Alex saat ini.
"Baiklah kakak Ipar karena kamu sudah mengetahuinya jadi aku tidak akan sungkan lagi padamu, bukankah begitu?" ucap Errando kemudian dengan raut wajah yang mengejek.
"Apa yang kau lakukan pada Alena? Urusan kita berdua tidak ada sangkut pautnya dengan Alena, jadi aku harap jangan kau sakiti dia!" ucap Alex namun kali ini dengan nada yang sedikit lebih rendah seakan tengah meminta kepada Errando dengan baik-baik.
Mendengar hal tersebut Errando langsung tersenyum seketika sambil kembali mengambil sumpitnya hendak mengambil makanannya. Namun Alex yang sudah terlanjur kesal dengan sikap slengean dari Errando mendadak langsung mencengkram dengan erat kerah baju Errando dan menatapnya dengan tatapan yang tajam.
"Aku meminta mu baik baik sebagai kakaknya, jika sampai aku dengar kau menyakitinya lagi maka aku..." ucap Alex namun terpotong ketika Errando langsung melepaskan cengkraman dari Alex dan mendorong tubuh Alex hingga jatuh terduduk di kursinya.
"Apa yang diterima oleh Alena sama sekali tidak sebanding dengan apa yang diterima kakak ku dulu. Ada apa dengan tatapan mu itu? Apa kau juga akan melenyapkan ku jika aku mengatakan semua perbuatan mu kepada adik kesayangan mu itu?" ucap Errando dengan nada yang bermain main membuat raut wajah Alex langsung berubah seketika.
"Jangan coba-coba bermain dengan ku karena aku yang sekarang bukanlah Errando yang dahulu!" ucap Errando dengan nada penuh penekanan kemudian berlalu pergi dari ruangan tersebut meninggalkan Alex dengan kilatan penuh amarah yang menatap kepergiannya sedari tadi.
Setelah kepergian Errando dari sana, Alex yang kesal akan kata-kata Errando yang bermulut besar, lantas mengambil sebuah gelas yang terletak di atas meja kemudian melemparnya dengan kuat sehingga menjadi beberapa bagian ketika gelas tersebut membentur ke dinding ruangan tersebut.
"Dasar bocah!" ucap Alex dengan penuh amarah sambil menatap ke arah pintu keluar.
__ADS_1
***
Sementara itu di sebuah tempat hiburan malam yang masih terletak di Ibu kota, terlihat Laura tengah asyik menggoyangkan tubuhnya mengikuti alunan musik yang terdengar cukup keras hingga memekakkan telinga siapa saja yang mendengarnya. Laura terlihat semakin menjadi-jadi ketika beberapa pria nampak mendekat ke arahnya dan mengajaknya menari bersama sambil sesekali mengambil kesempatan dalam kesempitan.
Steven yang berada di area minibar melihat tingkah Laura yang seperti itu, lantas menghela nafasnya dengan panjang. Dengan langkah yang bergegas di langkahkan kakinya mendekat ke arah kerumunan untuk menghentikan aksi Laura dan juga pria hidung belang yang suka memanfaatkan situasi kepada semua wanita yang tengah mabuk di tempat hiburan tersebut.
Steven kemudian memberikan kode kepada beberapa pria yang memutari Laura untuk bergerak pergi dari sana kemudian setelah itu menarik tangan Laura agar menjauh dari kerumunan.
"Sudah hentikan Ra? Sudah cukup?" ucap Steven sambil mencoba menghentikan tangan Laura yang sedari tadi terus saja bergoyang tanpa henti seakan tengah menikmati suasana.
"Apa Steve? Aku tidak bisa mendengar suara mu?" teriak Laura dengan tawa yang keras membuat Steven langsung menghela nafasnya dengan panjang ketika melihat tingkah Laura yang seperti itu.
Inilah yang Steven takutkan jika Laura bertemu dengan Errando, sebuah perasaan lama yang sudah terpendam selama bertahun tahun mendadak bangkit kembali dan memenuhi hatinya ketika pertemuan tanpa sengaja yang terjadi diantara Errando dan juga Laura. Steven merutuki kebodohannya yang membiarkan Laura ikut bersama dengan Errando untuk membuat cemburu Alena.
Jika tahu pada akhirnya akan berakhir seperti ini sudah tentu Steven pasti akan mencegah Laura agar tidak pergi bersama dengan Errando.
Laura yang melihat Steven hanya diam tanpa mengucapkan kata-kata lagi lantas menarik tubuh pria itu kembali ke tengah dan mengajaknya bergoyang mengikuti alunan musik seperti layaknya seorang penari profesional. Sedangkan Steven yang terus ditarik oleh Laura ke tengah langsung menarik tangan wanita itu hingga membuat Laura terkejut seketika.
"Ku bilang cukup! Mengapa kau tidak mengerti juga?" teriak Steven pada akhirnya.
__ADS_1
Bersambung