Antara Cinta & Dendam

Antara Cinta & Dendam
Hentikan!


__ADS_3

Setelah keduanya memutuskan untuk saling memaafkan dan mulai lembaran yang baru. Baik Errando maupun Alena terlihat lebih lega dan juga plong ketika perlahan-lahan masalah keduanya mulai teratasi. Sambil melangkahkan kakinya beriringan keduanya daling berpegangan tangan mencari jalan keluar dari hutan tersebut. Dinginnya angin malam dan juga gelapnya suasana sama sekali tidak membuat keduanya gentar untuk terus melangkahkan kaki mereka mencari jalan keluar dari sana.


"Jangan berjalan terlalu jauh dari ku Al, aku takut kamu menghilang jadi tetaplah seperti ini." ucap Errando sambil mengeratkan pegangan tangannya.


Alena yang mendengar perkataan dari Errando barusan lantas membuatnya langsung tersenyum dengan seketika.


"Jangan bercanda Er! Lagi pula kau pikir aku akan pergi kemana di tengah gelapnya malam seperti ini?" ucap Alena kemudian dengan nada yang menggoda.


Keduanya kemudian terus melangkahkan kaki mereka menyusuri area hutan mencari jalan keluar lagi dan lagi. Errando yang tak ingin kehilangan Alena lantas sama sekali tidak pernah melepas genggaman tangan Alena sama sekali.


Disaat langkah kaki keduanya kian melemah karena kelelahan, sebuah suara yang tak asing mendadak terdengar memanggil nama Alena secara berulang kali membuat langkah kaki keduanya terhenti dengan seketika begitu mendengar panggilan tersebut terus terdengar di telinga keduanya.


Alena yang jelas tahu siapa pemilik suara tersebut lantas langsung diam mematung di tempatnya tanpa bereaksi sama sekali.


"Alena!" pekik Riki yang merasa yakin bahwa bayangan seseorang yang tak jauh berada di hadapannya adalah Alena.


Riki yang yakin instingnya tidak pernah salah, lantas melangkahkan kakinya dengan langkah kaki berlarian mendekat ke arah Alena dengan manik mata yang berkaca-kaca. Riki yang mengetahui bahwa itu benar-benar adalah Alena lantas tersenyum dengan lebar karena bahagia telah menemukan keberadaan Alena.


Ketika jarak diantara keduanya hanya tinggal beberapa langkah saja, Riki yang terlampau khawatir dengan spontan memeluk tubuh Alena begitu saja tanpa menyadari kehadiran Errando yang sedari tadi berada tepat di sebelah Alena yang hingga saat ini masih dalam posisi menggenggam tangan Alena dengan erat.

__ADS_1


Baik Errando maupun Alena sama-sama terkejut akan kehadiran dari Riki yang tiba-tiba muncul disaat keduanya sudah mulai saling memaafkan. Perlahan tapi pasti pegangan yang semula erat mulai terasa melonggar, sampai pada akhirnya disaat Riki membawa Alena ke dalam pelukannya yang semakin erat, membuat pegangan tangan antara Errando dan juga Alena terlepas sepenuhnya.


"Apa kamu baik-baik saja Vi? Aku sungguh khawatir akan keadaan mu? Aksa bahkan terus mencari mu sedari semalam?" ucap Riki sambil menatap lebih teliti ke arah Alena mencoba untuk memastikan keadaan Alena saat ini.


Sedangkan Errando yang merasa bahwa apa yang baru saja terjadi adalah salah, lantas berusaha untuk memisahkan keduanya. Hanya saja langkah kakinya terhenti ketika sebuah dorongan terasa begitu kuat menyentuh area pundaknya. Membuat Errando lantas sedikit terkejut ketika menerima serangan secara mendadak barusan.


"Jangan coba-coba menyentuh Alena! Apa kau masih belum puas ha?" pekik Alex yang terlihat begitu kesal kepada Errando.


Sedangkan Errando yang memang tak terlalu menanggapi perkataan Alex, meski nada bicara Alex menukik dengan tinggi sekalipun Errando sama sekali tidak perduli selain hanya kepada Alena.


"Al..." ucap Errando dengan nada yang lirih.


"Hentikan kak aku mohon... Tidakkah kakak merasa kasihan kepadanya? kami berdua bahkan baru mengalami kecelakaan, setidaknya biarkan dia mendapatkan perawatan terlebih dahulu kak." ucap Alena kemudian sambil berdiri tegak diantara Alex dan juga Errando, membuat Alex langsung menatap tajam ke arah Alena karena Alena lebih membela Errando saat ini.


"Minggir kamu Al!" ucap Alex dengan nada yang penuh penekanan.


"Tidak akan kak! Alena tidak akan pernah beranjak dari sini!" ucap Alena kemudian dengan kekeh seakan tak memperdulikan perkataan Alex barusan yang menyuruhnya untuk pergi dari hadapannya.


Melihat hal tersebut tidak hanya Alex yang terkejut bahkan Riki yang sedari tadi sudah begitu lega ketika Alena berhasil ditemukan. Melihat segala hal yang dilakukan oleh Alena untuk Errando, membuat Riki sadar bahwa hati Alena bukanlah untuk dirinya. Riki terdiam ditempatnya dengan tatapan yang membeku ke arah keduanya. Seakan tersentak dari halusinasi yang menyelimutinya selama ini.

__ADS_1


"Ternyata kebaikan Nona bukanlah sebuah perasaan sayang ataupun istimewa selayaknya yang Nona rasakan untuk Errando." ucap Riki dalam hati sambil terus menatap ke arah ketiganya.


Sedangkan Alex yang melihat adiknya begitu membela Errando, lantas langsung menarik tangan Alena dan menyeretnya agar berpindah ke sebelah, membuat Alena yang posisi tangannya memang sudah memar karena benturan yang ia alami ketika kecelakaan lantas langsung meringis menahan sakit karena cengkraman tangan Alex barusan.


"Rik bawa istri mu pulang sekarang!" ucap Alex kemudian dengan nada yang memerintah membuat lamunan Riki lantas buyar dengan seketika.


Riki yang mendengar perkataan dari Alex barusan kemudian mulai melangkahkan kakinya bergerak dan mengambil alih tangan Alena. Sedangkan Alena yang di tarik tentu saja tidak tinggal diam begitu saja.


"Tinggu sebentar Rik! Apa yang akan kakak lakukan kepada Errando? Bagaimana kalau Errando kenapa-napa?" ucap Alena yang tidak ingin di ajak pulang sambil terus memberontak dan meminta untuk dilepaskan.


"Kita pulang saja Vi, biar tuan Alex yang menyelesaikan segalanya." ucap Riki kemudian sambil menarik tangan Alena agar terus bergerak dan beranjak dari sana.


"Jangan seperti ini Rik... Bagaimana jika kak Alex melakukan yang tidak-tidak kepada Errando? Lepaskan tangan ku Rik... Ku mohon... Mereka berdua harus di lerai jika tidak maka akan terjadi masalah yang besar." ucap Alena sambil terus meronta-ronta dan tetap meminta untuk di lepaskan.


Meski Alena terus berteriak dan memohon untuk di lepaskan, namun sayangnya sama sekali tidak membuat Riki melepas genggaman tangannya. Entah mengapa melihat Alena yang begitu membela Errando membuat sebuah perasaan aneh dalam dirinya seakan bergejolak dan tidak terima akan Alena yang terus-terusan menyebut nama Errando dan meminta untuk di lepaskan. Sedangkan Alena yang melihat bahwa Riki sama sekali tidak menggubrisnya terus memohon dan memohon kepada Riki.


Sampai kemudian Riki yang mulai jengah akan sikap Alena yang seperti itu lantas menghempaskan tangan Alena begitu saja dan membuat Alena langsung terhuyung dan hampir jatuh jika saja Alena tidak menjaga keseimbangannya tadi.


"Hentikan Vi!" pekik Riki kemudian yang lantas membuat manik mata Alena membulat dengan seketika.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2