
Dari arah halaman depan rumah kediaman keluarga Hermawan, terlihat Alena tengah melangkahkan kakinya dengan langkah kaki yang terburu-buru keluar dari pagar rumah besar tersebut. Sambil melangkahkan kakinya dengan langkah kaki setengah berlari Alena mulai memperhatikan keadaan sekitar, Alena menoleh ke arah kanan dan kiri mencoba memastikan situasi saat ini. Sampai kemudian ketika Alena sudah memastikan segalanya aman Alena terus melangkahkan kakinya dengan langkah kaki yang bergegas.
Entah apa yang tengah dipikirkan oleh Alena hingga membuat ia malah melangkahkan kakinya keluar dan menemui Errando yang saat ini sudah berada di seberang rumahnya. Semenjak perkataan Errando di tempat hiburan malam milik Steven tadi terasa begitu membekas di kepala Alena dan terus berputar tanpa henti. Membuat Alena pada akhirnya memutuskan untuk mengikuti kata hatinya dan pergi menemui Errando.
"Aku benar-benar bodoh! Baiklah hanya beberapa menit saja... Hanya beberapa menit." ucap Alena dalam hati namun masih sambil melangkahkan kakinya menuju ke sebuah mobil yang terletak tak jauh dari posisinya saat ini berada.
Sambil mempercepat langkah kakinya Alena terlihat mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana mobil tersebut berada. Ketika langkah kaki Alena berhenti tepat di kursi penumpang bagian depan Alena terlihat mulai menatap ke arah sekitar sebentar kemudian mulai masuk ke dalam mobil setelah memastikan semua keadaan di sekitarnya telah aman.
Bruk...
Suara pintu mobil yang di tutup oleh Alena lantas terdengar menggema di dalam mobil, membuat Errando langsung menoleh ke arah Alena begitu mengetahui bahwa Alena telah datang.
"Apa yang ingin kamu bicarakan sebenarnya?" ucap Alena kemudian seakan berusaha secepat mungkin untuk segera mengakhiri pembicaraan ini.
Bukan Alena tidak sabaran atau apa, hanya saja Alena benar-benar takut jika ada seseorang yang melihatnya keluar masuk dari mobil Errando, meski hubungannya dengan Riki hanya sebatas kepalsuan namun di mata dunia Alena tetap menjadi istri sah Riki secara hukum dan akan dianggap berselingkuh dari suaminya walau Riki hanyalah seorang suami palsu saja.
Mendengar pertanyaan dari Alena barusan membuat Errando lantas menghela napasnya dengan panjang. Errando terdiam sejenak di tempatnya membuat Alena yang tak kunjung mendengar jawaban apapun dari Errando lantas menatapnya dengan tatapan yang menelisik.
__ADS_1
Sampai kemudian sebuah suara terdengar keluar dari mulut Errando, membuat raut wajah Alena langsung berubah menjadi serius dengan seketika.
"Apa tidak ada kesempatan bagi kita untuk memulai kembali segalanya?" ucap Errando kemudian.
Hening sesaat tidak ada jawaban apapun yang keluar dari mulut Alena, Alena benar-benar tidak mempunyai jawaban untuk pertanyaan Errando saat ini. Membuat Errando yang melihat ekspresi raut wajah yang ditunjukkan oleh Alena lantas membuat Errando ketakutan karena khawatir Alena akan menolaknya.
"Aku..." ucap Alena mulai menjeda kalimatnya.
"Jangan mengatakan tidak Al, pikirkanlah terlebih dahulu segalanya secara baik-baik." ucap Errando sambil menatap dengan tatapan yang tulus ke arah Alena membuat posisi Alena semakin menjadi tidak enak saat ini.
"Aku..." ucap Alena lagi namun kali ini kembali terpotong oleh hal yang tak terduga.
Errando yang tak mendapat penolakan dari Alena lantas mulai meneruskan aksinya, dimana yang semula hanya untuk membuat Alena diam dengan sebuah kecupannya, lantas malah membuat Errando kemudian mulai meneruskannya menjadi sebuah lum**an demi lum**an yang terus semakin memanas.
Alena yang mendapat serangan secara mendadak mulai merasakan perasaan yang melayang sebentar karena saking Alena yang begitu merindukan ciuman ini selama bertahun-tahun lamanya. Sampai kemudian ketika keduanya mulai semakin menyelami hasrat terpendam mereka masing-masing, tangan Errando yang mulai nakal dan menyusup kemana-mana pada akhirnya membuat Alena tersadar akan apa yang telah ia lakukan saat ini.
Alena yang sadar bahwa semua ini tidak lah benar lantas dengan spontan mulai mendorong tubuh Errando hingga membuat Errando mundur beberapa centi dari posisinya semula dan tentu saja membuat Errando langsung menatap Alena dengan tatapan yang bingung.
__ADS_1
"Cukup Er... Apa yang kita lakukan saat ini adalah salah..." ucap Alena setelah berhasil melepas tautan keduanya yang terlalu menempel dan kelewat batas.
Alena yang tak ingin membuat permasalahan semakin panjang lagi pada akhirnya tepat setelah ia mengakhiri ciuman singkat itu, Alena langsung melangkah kakinya keluar dari dalam mobil dan bergegas pergi dari sana. Sedangkan Errando yang melihat kepergian Alena barusan berusaha memanggil nama Alena beberapa kali kemudian mulai ikut melangkahkan kakinya turun dari dalam mobil seakan berusaha untuk mengejar langkah kaki Alena yang sudah kian menjauh itu.
"Al tunggu sebentar... Al dengarkan aku... Alena..." ucap Errando sambil mulai melangkahkan kakinya turun dari dalam mobil untuk mengejar Alena.
**
Sementara itu Riki yang baru saja pulang setelah menyelesaikan pekerjaannya lantas terlihat mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang masuk ke dalam perumahan komplek dimana keluarga Hermawan tinggal. Sambil melirik sesekali satu box yang berisi cake strawberry kesukaan Alena, Riki nampak tersenyum ketika ia masih sempat membeli kue tersebut walaupun ia harus mengantri dan tentunya menempuh perjalanan yang cukup panjang hingga malam.
Sebenarnya malam ini Riki bukanlah lembur namun sengaja menyempatkan diri untuk berangkat ke bogor hanya untuk membeli cake strawberry kesukaan Alena. Riki hanya ingin memberikan sebuah kejutan kepada Alena sekaligus mulai melakukan pendekatan karena ia merasa bahwa hubungannya dan Alena belakang ini terasa semakin dekat walau keduanya hanyalah menjalin hubungan yang semu dan penuh kepalsuan tapi Riki bahagia bisa melakukannya dengan baik.
"Aku tidak sabar ingin melihat ekspresi Nona ketika melihat ku membawakan cake ini untuknya..." ucap Riki sambil tersenyum dengan lebar karena saking tidak sabarnya ingin melihat reaksi Alena nantinya.
Mobil yang di tumpangi Riki terus melaju menyusuri kompleks tersebut, sampai kemudian ketika Riki berada di persimpangan dan hanya tinggal berbelok sedikit lagi untuk sampai di kediaman Hermawan. Riki tanpa sengaja seperti melihat mobil yang tak asing terparkir tak jauh dari rumah.
Awalnya Riki hanya mengira bahwa itu hanyalah mobil yang parkir atau sejenisnya, namun ketika mobil miliknya berada semakin dekat dengan mobil tersebut sebuah pemandangan yang tak terduga terlihat jelas dari celah kaca bagian belakang mobil karena memang posisi lampu bagian dalam mobil tersebut yang menyala. Membuat orang lain bisa melihat dengan samar apa yang telah dilakukan oleh seseorang di dalam mobil tersebut.
__ADS_1
"Apa yang mereka berdua lakukan?" ucap Riki yang terkejut akan pemandangan yang baru saja ia lihat.
Bersambung