Antara Cinta & Dendam

Antara Cinta & Dendam
Tidak perlu!


__ADS_3

"Astaga Er.... apa yang sedang kamu lakukan?" pekik Alena yang terkejut akan tingkah Errando yang seperti itu.


Alena yang melihat dua troli penuh dengan sayuran dan juga beberapa bahan lainnya yang di tumpuk secara acak, membuat Alena lantas langsung berkacak pinggang sambil menatap tajam ke arah Errando. Sedangkan Errando yang mendengar suara meninggi Alena dengan seketika langsung menghentikan gerakan tangannya yang sedari tadi sibuk memasukkan beberapa bahan makanan dengan senyum yang mengembang tanpa beban sama sekali.


Errando menatap penuh tanda tanya ke arah Alena yang saat ini terlihat tengah melangkahkan kakinya mendekat ke arah di mana Errando berada. Lagipula bukankah harusnya Alena senang Errando membantunya? Mengapa ini malah sebaliknya?


"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Alena dengan menatap tajam ke arah Errando.


"Tentu saja membantu mu." jawab Errando dengan santainya sambil tersenyum dengan bangga.


Mendengar ucapan Errando lantas membuat Alena langsung melangkahkan kakinya mendekat ke arah troli belanjaan untuk melihat apa saja yang dipilih oleh Errando sedari tadi.


"Kalau kamu ingin membantu harusnya cukup mendorong troli saja tak perlu ikut memilih, semua yang kamu pilih ini tidak akan bisa bertahan lama. Asal kamu tahu Er, jika kita menyimpan makanan di dalam lemari pendingin sayuran berdaun hijau hanya akan mampu bertahan 3-5 hari, sayuran hijau tanpa daun bisa bertahan hingga 5-7 hari, untuk buah-buahan hanya bisa bertahan hingga 2 minggu, sayuran umbi dan akar hanya 3 minggu, sedangkan sayuran batang dan rempah bertahan hingga 2 minggu. Jika kamu menumpuk segalanya dan tidak memilih yang segar pasti tidak akan bertahan dengan lama Er!" ucap Alena dengan nada yang kesal sambil menatap ke arah beberapa sayuran yang sudah masuk ke dalam troli.


Mendengar penjelasan panjang kali lebar dari Alena, membuat Errando menjadi merasa bersalah akan perbuatannya yang memasukkan segalanya dengan asal tanpa melihat mana yang segar dan mana sayuran yang tidak segar. Dengan perasaan yang bersalah Errando mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah Alena.


"Maaf aku benar-benar tidak tahu, lalu harus bagaimana sekarang?" tanya Errando dengan nada yang sendu.


Alena yang menadapat pertanyaan dari Errando barusan lantas tersenyum dengan menyeringai sekilas, kemudian menatap ke arah Errando yang terlihat merasa bersalah.

__ADS_1


"Kembalikan semua ke tempatnya!" ucap Alena dengan nada yang santai.


Sedangkan Errando yang mendengar perintah dari Alena tentu saja langsung melongo menatap ke arah Errando. Bisa-bisanya Alena menyuruh seorang Errando Aksa Valentino untuk mengembalikan sayuran yang tadi dengan angkuhnya ia masukkan ke dalam tanpa memilih dan melihat barang yang ia ambil terlebih dahulu. Memang kelihatan sepele namun untuk sekelas Errando tentu ia tidak akan mau melakukan hal itu dan akan lebih memilih membelinya walau nanti tidak digunakan atau sekedar di buang karena rusak.


Alena yang melihat ekspresi wajah Errando berubah tentu saja senang bukan main, kapan lagi Alena bisa melihat wajah Errando yang seperti itu?


"Aku tidak mau melakukannya, kita beli saja semuanya!" ucap Errando kemudian mulai membuat keputusan.


Alena dengan spontan menggeleng begitu mendengar ucapan dari Errando barusan, membuat Errando lantas berdecak dengan kesal karena Alena sama sekali tidak bisa dibujuk walau dengan cara apapun.


"Membuang bahan makanan itu tidak baik Er, ayo taruh kembali sekarang!" ucap Alena kembali mengulang perkataannya.


"Aku punya ide yang lebih baik dan tentunya bermanfaat." ucap Errando kemudian sambil tersenyum sumringah menatap ke arah Alena, membuat Alena bertanya-tanya ide apa yang akan diucapkan oleh Errando saat ini.


"Jangan aneh-aneh ya Er atau aku tidak akan menyetujuinya." ucap Alena kemudian mulai memperingati Errando.


"Santai saja ide ku ini benar-benar bagus dan kamu pasti menyukainya." ucap Errando lagi.


Belum sempat ide itu Errando katakan kepada Alena sebuah suara tak asing lantas terdengar di telinganya, membuat Errando dan juga Alena langsung menoleh ke arah sumber suara untuk melihat siapa yang menyapa mereka.

__ADS_1


"Errando... Alena..." ucap sebuah suara yang ternyata berasal dari Steven.


Alena yang melihat suara tersebut berasal dari Steven tadinya bersikap biasa saja, namun ketika seorang wanita yang tak asing di ingatannya terlihat tengah melangkahkan kakinya tepat di belakang Steven, membuat raut wajah Alena berubah seketika. Ada sedikit rasa ketakutan yang mendadak menyapa Alena ketika langkah kaki wanita itu terus mendekat ke arahnya.


Alena mengambil langkah mundur perlahan sambil memegang dengan erat pegangan pada troli belanjaan tersebut. Membuat Errando yang sadar akan perubahan ekspresi wajah Alena, lantas langsung menoleh ke arah Alena seakan berusaha memastikan bahwa tidak ada apapun yang terjadi kepada Alena. Ditahannya punggung Alena yang terus saja mundur dengan tangan sebelah kanannya, sehingga membuat Alena sedikit terkejut kanan tangan Errando menghalanginya.


"Kebetulan sekali kita bertemu disini, apa kalian juga sedang berbelanja?" tanya Steven dengan tersenyum lebar menatap ke arah Errando dan juga Alena secara bergantian. Namun entah mengapa Steven merasa ada yang salah dengan keduanya saat ini, membuatnya langsung mengerutkan keningnya dengan bingung dan tidak mengerti apa yang sedang terjadi.


"Hai Al... kita bertemu lagi." ucap seseorang yang ternyata adalah Laura.


Mendengar sapaan tersebut tentu saja membuat Alena langsung gugup dan sedikit bingung menjawabi sapaan dari Laura, membuat Steven yang melihat Alena seperti itu lantas sedikit bingung dan tidak mengerti. Steven yang penasaran akan apa yang terjadi kemudian melirik ke arah Errando dan raut wajah Errando malah terlihat begitu tegang, membuat Steven yang melihat hal tersebut semakin kebingungan.


"Apakah Alena sedang sakit? Mengapa wajahnya pucat sekali?" ucap Steven kemudian mencoba memecah keheningan diantara keempatnya saat ini.


Mendengar ucapan Steven barusan membuat Errando langsung menoleh ke arah Alena, sedangkan Laura yang melihat wajah pucat dari Alena terlihat tersenyum dengan sinis kemudian melangkahkan kakinya mendekat hendak membantu Alena dengan memegangi bahunya sekaligus bertanya akan apa yang terjadi kepada Alena, namun sebuah tangan yang tiba-tiba menepisnya membuat Steven, Laura dan juga Alena terkejut seketika.


"Tidak perlu, aku bisa melakukannya sendiri!" ucap Errando dengan nada bicara yang sinis.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2