
Dapur
Hahahaha
Suara tawa dengan keras yang menggema di ruangan tersebut, lantas langsung memecah keheningan yang terjadi diantara Surti dan juga Alena. Alena benar-benar tidak bisa menahan tawanya ketika mendengar Surti menceritakan setiap detail apa yang di lakukan oleh Errando hingga menimbulkan kekacauan seperti ini di area dapur.
Alena yang mendengar cerita dari Surti tentang Errando yang memasak untuknya, bukannya terharu atau menangis ia malah tertawa dengan keras karena menurut Alena, apa yang di lakukan oleh Errando benar-benar lucu apalagi jika di tambah dengan gaya Surti ketika menceritakannya, sehingga menjadikan cerita itu lebih hidup lagi.
Disaat keduanya tengah hanyut akan cerita Surti dari arah ruang kerjanya, Errando yang mendengar suara gelak tawa begitu menggelegar lantas dengan penasaran mulai melangkahkan kakinya mendekati suara tawa tersebut dengan perlahan.
Sebuah pemandangan yang begitu jarang Errando lihat tepat setelah pernikahannya saat itu. Alena terlihat tertawa dengan begitu lepas tanpa raut wajah yang sendu ataupun manik mata yang berkaca-kaca. Errando tertegun mendengar tawa tersebut berasal dari Alena, sepertinya selama 3 bulan menikah dengannya Errando berhasil menyakiti hati gadis itu, namun pernahkah Errando berpikir sejenak tentang pertanyaan yang seharusnya ia tanyakan kepada dirinya sendiri sejak awal? Apakah dengan melakukan hal tersebut Errando benar-benar bahagia? Apakah Juwita menyampaikan kepadanya kalau ia senang melihat penderitaan Alena?
Tentu saja jawabannya tidak, Juwita sudah berbeda dunia dengan dirinya yang tentunya tidak akan bisa mengatakan kepada Errando bahwa Errando telah berhasil membuatnya bahagia karena tinhkah lakunya yang menyakiti Alena. Hanya saja, terlepas dari semua itu setiap kali Errando merasa apa yang dilakukannya adalah sia-sia, ketika Errando kembali bertemu dengan Alex selalu saja rasa benci sekaligus amarah terus saja menggerogotinya seakan membuatnya lupa bahwa ia baru saja menyesal telah menyakiti Alena selama ini.
Errando melangkahkan kakinya tanpa sadar mendekat ke arah di mana Alena dan juga Surti berada dengan senyum yang mengembang.
"Apa yang sedang kalian bicarakan? Sepertinya menarik." ucap Errando dengan mengulum senyum.
Mendengar sebuah suara yang berasal dari seseorang yang sedari tadi tengah mereka bicarakan tanpa henti karena telah membuat keributan di dapur, lantas membuat Alena dan juga Surti langsung menoleh ke arah sumber suara dengan gelagat yang aneh seperti sedang tertangkap basah. Hal ini tentu membuat senyuman di wajah Errando berganti dengan tatapan yang mengernyit sekaligus bingung akan reaksi yang keduanya tunjukkan ketika mendengar suara Errando menyapa mereka barusan.
"Apa kalian tengah membicarakan ku?" ucap Errando kemudian dengan raut wajah yang menebak mengingat ekspresi keduanya yang terlihat sangat aneh itu.
__ADS_1
"Em.. tentu saja tidak! Jangan terlalu percaya diri." ucap Alena dengan nada yang ketus kemudian berlalu pergi dari dapur melewati Errando begitu saja.
Errando yang mendengar jawaban ketus dari Alena barusan tentu saja sakit hati, padahal barusan tawa Alena masih terdengar dengan jelas tapi ketika ia datang semua kembali ke pengaturan awal. Sedangkan Surti yang melihat suasana menjadi kian canggung lantas memilih untuk kembali melanjutkan pekerjaannya dan tidak mau ikut campur dengan urusan kedua majikannya itu.
Errando terdiam di tempatnya kemudian berbalik badan dan menatap punggung Alena yang kini terlihat tengah melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu utama, membuat Errando langsung mengernyit ketika melihat langkah kaki Alena yang hendak keluar.
"Mau kemana kamu?" tanya Errando kemudian sambil melangkahkan kakinya mendekat ke arah Alena.
"Berbelanja, lagi pula tangan ku sudah gatal karena tidak masak beberapa hari ini." ucap Alena dengan nada yang datar sambil menghentikan langkah kakinya.
Mendengar kata memasak membuat Errando lantas tersenyum dengan merekah, dengan langkah kaki yang bergegas Errando mulai mengambil langkah menyusul Alena yang sudah lebih dulu berjalan keluar.
"Apa kamu sudah memaafkan ku Al?" ucap Errando sambil melangkahkan kakinya beriringan di sebelah Alena.
Pertanyaan tersebut terus berputar di kepalanya tanpa henti, membuat Alena semakin bingung akan menjawab apa pertanyaan dari Alena barusan.
"Jangan bermimpi, aku hanya sedang ingin makan seafood saja malam ini mangkanya aku memasak!" ucap Alena kemudian setelah itu kembali melangkahkan kakinya menuju ke arah mobil.
Errando yang mendengar jawaban ketus dari Alena sama sekali tidak marah malah tersenyum karena Errando yakin Alena tidak akan bisa membencinya.
"Biarkan aku ikut...." ucap Errando kemudian sambil kembali menyusul langkah kaki Alena.
__ADS_1
"Tidak perlu!" jawab Alena dengan nada yang singkat.
"Ayolah Al... biarkan aku ikut dengan mu..." ucap Errando kembali sambil terus mengikuti langkah kaki Alena.
***
Pusat perbelanjaan
Terlihat Alena tengah melihat-lihat beberapa bahan makanan untuk ia masak nanti malam, sedangkan Errando dengan setia mengikuti langkah kaki Alena sambil mendorong troli belanjaan di sebelah Alena. Dengan memilih dan memilah secara hati-hati Alena mulai memasukkan satu persatu bahan makanan yang ia perlu untuk memasak, sekaligus persediaan selama beberapa hari ke depan.
"Kamu yakin akan memasak semua ini Al?" tanya Errando kemudian ketika melihat Alena memasukkan segala jenis makanan dan juga sayuran ke dalam troli belanjaannya hingga hampir penuh.
Mendengar pertanyaan tersebut Alena langsung mendengus dengan kesal, pertanyaan Errando bahkan sama persis dengan kakaknya Alex ketika di ajak untuk menemaninya berbelanja sebelum menikah. Alena berdecak dengan kesal ketika menyadari sikap pria 90 persen selalu saja sama, meski tidak sepenuhnya.
"Tentu saja tidak, kita bisa menaruhnya untuk stok beberapa hari ke depan." jawab Alena kemudian.
Mendengar hal tersebut Errando nampak berpikir kemudian tersenyum ketika sebuah ide terlintas di benaknya. Errando yang mempunyai inisiatif untuk menyetok makanan sebanyak-banyaknya kemudian ikut memasukkan beberapa bahan makanan ke dalam troli belanja hingga membuat troli belanjaan yang ia dorong kehabisan tempat dan tidak lagi tersisa tempat kosong.
Sedangkan Alena yang terlihat tengah memilih lobak, lantas langsung bangkit dari posisinya ketika ia sudah menemukan lobak yang pas dan tentunya masih bagus dan fresh, hanya saja sayangnya ketika Alena berbalik badan dan bersiap menaruh lobak tersebut ke dalam troli belanjaan, sesuatu yang tidak terduga lantas mengejutkan Alena dan membuatnya langsung berkacak pinggang sambil menatap tajam ke arah Errando yang terlihat sibuk memasukkan segala jenis sayuran ke dalam troli belanjaan baru.
"Astaga Er.... apa yang sedang kamu lakukan?" pekik Alena yang terkejut akan tingkah Errando yang seperti itu.
__ADS_1
Bersambung