
Alena yang baru saja memarkirkan mobilnya di pelataran mansion milik Errando, lantas menghela nafasnya dengan panjang ketika perasaan lega menghampiri dirinya, setidaknya satu persatu permasalahannya dapat terselesaikan. Alena yakin setelah kakaknya menemui Errando untuk menjelaskan segalanya, sikap Errando kepadanya pasti akan kembali seperti dulu lagi.
Alena melangkahkan kakinya menuruni mobil dan bersiap masuk ke dalam mansion, diliriknya sekilas mobil Errando yang terparkir di garasi sambil tersenyum dengan simpul baru setelah itu mulai membuka pintu utama.
Melihat mobil Errando terparkir di depan, Alena yakin sore ini pasti Errando sudah menunggunya untuk membuat hidangan lezat, mengingat tadi pagi Errando tidak sempat sarapan sedangkan makan siangnya pun terlewat. Sambil mulai melangkahkan kakinya menuju ke arah dapur, Alena mulai memikirkan menu apa yang akan Alena buat untuk suaminya itu.
Hanya saja sayangnya ketika ia sampai tak jauh dari meja makan, sebuah pemandangan yang mengejutkan terlihat jelas di matanya, membuat langkah kaki Alena terhenti sejenak di tempatnya karena saking terkejutnya.
"Apa-apaan mereka!" ucap Alena yang terkejut akan tingkah Errando yang terlihat sedang asyik bercumbu dengan wanita lain di atas meja makan.
Alena yang tidak terima akan tingkah Errando yang semakin menjadi-jadi, lantas langsung melangkahkan kakinya dengan langkah kaki yang lebar hendak memberi pelajaran kepada dua orang tidak tahu diri tersebut. Hingga ketika jarak antara dirinya dan juga Errando sudah semakin mendekat, pemandangan yang janggal kembali membuat langkah kaki Alena terhenti seketika.
Alena yang melihat ada yang aneh dari posisi keduanya lantas sedikit memiringkan kepalanya untuk melihat apa yang terjadi sebenarnya dan tebakan Alena ternyata benar, Errando hanya sedang berusaha untuk membuatnya kesal saja. Melihat hal tersebut Alena dengan spontan langsung tersenyum simpul kemudian melanjutkan langkah kakinya mendekat ke arah Errando dan juga wanita yang sedang pura-pura ia cumbu sedari tadi.
"Tidakkah kalian pegal jika harus melakukannya di atas meja makan? Apakah aku perlu menyiapkan kamar tamu untuk kalian berdua?" ucap Alena yang lantas membuat Errando terkejut bukan main ketika mendengarnya.
Errando yang mendengar tawaran dari Alena barusan tentu saja kaget sekaligus bingung, bagaimana mungkin ada seorang istri yang menawarkan suaminya untuk membuka kamar bersama perempuan simpanannya seperti Alena, tidakkah Alena gila?
Errando yang mendengar reaksi Alena berbanding terbalik dengan keinginannya lantas langsung berbalik badan dan menatap ke arah Alena dengan tatapan yang bingung sekaligus tidak mengerti akan Alena.
"Apa?" ucap Errando dengan bingung.
__ADS_1
"Aku bertanya kepadamu, apa mau aku siapkan kamar tamu untuk kalian berdua?" ucap Alena sekali lagi sengaja mengulang kata-katanya.
Entah mengapa melihat wajah bingung Errando membuat Alena sangat senang, apalagi ketika mengetahui bahwa semua yang di lakukan Errando hanyalah sebuah kebohongan membuat Alena semakin tersenyum dengan lebar. Namun sayangnya, senyuman yang terlukis di wajah cantik Alena sama sekali tidak bertahan dengan lama begitu ia mengetahui siapa sosok wanita yang berada di bawah kungkungan Errando sedari tadi.
"Hai Len, apa kabar?" ucap Laura dengan senyuman yang seperti dibuat-buat, rasanya senyuman itu kini seperti tengah mengejek Alena.
"Laura? Apa yang kamu lakukan di sini?" ucap Alena yang seakan terkejut akan kehadiran Laura ditengah-tengah keduanya.
"Kalian saling kenal?" tanya Errando kemudian.
Mendengar pertanyaan tersebut Laura langsung menanggapinya dengan senyuman sedangkan Alena malah sebaliknya, membuat Errando yang memperhatikan perubahan ekspresi raut wajah Alena lantas sedikit merasa penasaran sekaligus bingung akan maksud dari perubahan ekspresi raut wajah Alena.
Errando yang sedang terdiam mengamati wajah Alena, mendadak langsung menoleh ke arah sebelah ketika sebuah tangan terasa melingkar di dadanya. Errando yang melihat pemilik tangan itu adalah Laura lantas menatap tajam ke arah Laura, namun Laura bukannya melepaskan tangannya malah semakin mengerat sambil mengerlingkan sebelah matanya kepada Alena.
Alena yang melihat kelakuan dari Laura tentu saja langsung mengepalkan tangannya dengan erat, apa yang di lakukan oleh Laura padanya Alena yakin karena ingin membuat kesal Alena, hingga kemudian perlahan-lahan kepalan tangan Alena mulai turun dan mengudar.
"Baiklah jika kalian memang ingin menghabiskan waktu berdua, SILAHKAN!" ucap Alena pada akhirnya kemudian berlalu pergi dari hadapan Errando dan juga Laura.
Dengan langkah yang sedikit gemetaran namun sebisa mungkin Alena coba untuk tetap tegak pada posisinya. Satu persatu anak tangga mulai Alena langkahi, hingga ketika sampai anak tangga yang terakhir langkah kaki Alena sedikit bergoyang dan membuatnya langsung memegang penyangga anak tangga dengan erat. Dihembuskannya nafasnya dengan kasar kemudian kembali melangkahkan kakinya naik ke lantai atas.
Hingga ketika langkah kakinya sudah membawanya masuk ke dalam kamarnya, barulah kakinya merasa lemas dan langsung jatuh dalam posisi terduduk tepat ketika pintu kamar utama tertutup dengan rapat.
__ADS_1
"Ba... bagaimana bisa Laura yang menjadi wanita simpanan Errando? Bagaimana bisa?" ucap Alena dengan mulut yang bergetar hebat sambil mengusap rambutnya dengan kasar ke arah belakang.
Entah mengapa setelah melihat Laura bersama dengan Errando membuat hatinya menjadi khawatir dan juga takut, bayangan tentang masa lalunya kembali bergentayangan memenuhi kepalanya, membuat Alena semakin dibuat ketakutan.
"Bagaimana bisa?" ucapnya lagi dengan nada yang lirih.
***
Area meja makan
Laura yang melihat kepergian Alena lantas langsung tersenyum dengan senang mengingat hal ini sudah menjadi impiannya sejak dulu. Pada akhirnya ia bisa berdiri beriringan dengan Errando walau dengan cara seperti ini. Laura tertawa dengan puas di dalam hatinya apalagi ketika melihat raut wajah Alena yang terkejut ketika melihatnya.
"Bagus..." ucap Laura dalam hati.
Ditatapnya raut wajah Errando yang nampak dingin tak tersentuh itu, sejak dulu Laura selalu saja melihat wajah dingin Errando. Tidak ada yang bisa merubahnya kecuali ketika bersama dengan Alena dahulu, namun setelah Laura tahu bahwa hubungan rumah tangga Errando dan juga Alena sedang tidak baik-baik saja, membuat Laura menjadi semakin yakin bahwa ternyata Alena tidak lah sehebat itu sehingga mampu membuat Errando bertekuk lutut kepadanya.
Laura yang melihat wajah tegang Errando lantas langsung mendekat ke arah Errando dan memberikan sentuhan lembut di area dada dan juga dagu Errando, membuat Errando langsung memutus pandangannya yang sedari tadi sedang menatap ke arah Alena walau punggungnya sudah tidak lagi terlihat pada penglihatannya.
"Istrimu sudah pergi, bagaimana jika kita..." ucap Laura menggantung karena tiba tiba pergelangan tangannya dicengkeram dengan erat oleh Errando barusan.
"Singkirkan tangan kotor mu itu dari tubuh ku!" ucap Errando dengan nada yang dingin.
__ADS_1
Bersambung