Antara Cinta & Dendam

Antara Cinta & Dendam
Apa kau seorang pengecut?


__ADS_3

"Apa yang sedang dia lakukan dengan tidur di sana? Apa dia ingin pindah tidur di sini?" ucap Errando sambil menatap lurus ke arah meja makan di mana Alena tengah tertidur dengan pulasnya di sana.


Dengan langkah yang perlahan Errando mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah di mana Alena berada. Ditatapnya meja makan yang penuh dengan berbagai hidangan kesukaannya, Errando yang melihat hal tersebut lantas mengerutkan keningnya dengan bingung. Errando bahkan mencoba mengingat-ingat apakah ada acara penting yang ia lupakan sehingga Alena memasak begitu banyak makanan disini.


"Sepertinya aku tidak melupakan apapun? Mengapa ia masak banyak sekali?" ucap Errando dengan nada yang lirih sambil mengingat-ingat sesuatu tapi entah mengapa Errando sama sekali tidak mengingatnya.


Errando yang memang tidak tahu akan maksud dari berbagai menu makanan kesukaannya di meja makan, lantas mulai menatap ke arah Alena yang terlihat tengah tertidur dengan pulasnya. Helaan nafas terdengar berhembus dari mulut Errando ketika menatap wajah Alena yang begitu tenang ketika tidur.


Errando yang tidak tega akan Alena yang tertidur dalam posisi tersebut, pada akhirnya memutuskan untuk membawanya naik ke kamar utama. Diangkatnya tubuh Alena secara perlahan ala bridal style kemudian mulai melangkahkan kakinya menuju ke arah lantai atas.


Errando mulai melangkahkan kakinya menaiki satu persatu anak tangga dengan langkah kaki yang tegap membawa Alena menuju ke kamar utama. Namun sayangnya Alena yang merasakan goncangan ketika ia sedang asyik tertidur, lantas terlihat mulai membuka kelopak matanya dengan sempurna. Alena benar-benar terkejut ketika melihat ia sudah berada di pelukan Errando, dengan senyum yang mengembang seperti orang gila Alena mulai kembali memejamkan matanya dan pura-pura tidur agar ia tetap berada di gendongan Errando. Bukankah hal ini merupakan sebuah momen yang langka?


"Apakah aku bermimpi? Errando benar-benar menggendong ku, aku bahkan kini merasa seperti sepasang suami istri sungguhan. Apa setelah ini dia akan meminta haknya? Oh Tuhan mengapa aku sudah berpikiran kemana-mana?" ucap Alena dalam hati sambil terus berusaha membuat kelopak matanya terpejam.


Alena benar-benar tidak bisa mengondisikan dirinya hingga senyuman tak henti-hentinya terlihat di wajahnya walau itu sangatlah tipis. Errando yang semula hendak membuka pintu kamar utama tanpa sengaja dan disadari oleh Alena malah melihat senyuman di wajah Alena, membuat Errando langsung terdiam seketika selama beberapa detik karena ia merasa telah dibohongi oleh Alena, namun detik berikutnya malah Errando yang ganti tersenyum sambil menatap ke arah Alena yang pura-pura memejamkan matanya itu.

__ADS_1


"Oh ternyata kau tengah berakting rupanya." ucap Errando dalam hati.


Errando yang sudah mengetahui Alena tengah berakting lantas mulai membawanya masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamar menggunakan kakinya karena kedua tangannya sedang menggendong tubuh Alena. Alena yang sudah mengira akan terjadi sesuatu malam ini lantas terus berakting tidur, membuat Errando terus melangkahkan kakinya namun bukan ke arah ranjang melainkan ke arah kamar mandi.


"Apa yang akan dilakukan Errando di kamar mandi? Bukankah harusnya di atas kasur? Apakah Errando ingin melakukan gaya baru? Baiklah Er... apapun gaya itu aku siap melakukannya asal bersama dengan mu." ucap Alena dalam hati dengan nada yang percaya diri.


Errando yang melihat senyuman Alena semakin membuatnya tersenyum dengan sinis. Hingga ketika langkah kaki Errando berhenti tepat pada bathtub kamar mandinya, Errando lantas tersenyum sejenak dan detik berikutnya dengan gerakan yang perlahan Errando mulai meletakkan tubuh Alena di dalam bathtub dan mulai menyalakan kran air dingin, yang lantas membuat Alena terkejut bukan main dan bangkit dari posisinya.


"Apa yang sebenarnya kau lakukan Er? Dingin sekali!" ucap Alena sambil mengebaskan bajunya yang sudah basah sebagian karena air tersebut.


Dengan jarak yang begitu dekat Alena menikmati ketampanan wajah Errando yang sudah lama sekali tidak pernah ia nikmati semenjak perubahan sikap Errando yang merubah segalanya. Alena benar-benar merindukan sosok Errando yang dulu, namun sayangnya semua telah berubah dan berganti dengan sosok Errando yang kaku dan penuh tipu muslihat. Alena bahkan tidak bisa membedakan sikap tulus Errando atau hanya kepuraan semata.


"Jangan lakukan hal ini lagi karena aku membenci seseorang yang suka berakting. Kau pikir aku tidak tahu kalau kau tadi sedang berpura-pura tertidur ha?" ucap Errando dengan nada yang berbisik.


Mendengar ucapan Errando barusan membuat Alena langsung terdiam seketika. Lidahnya benar-benar keluh, bayangan tentang Errando yang meminta haknya dengan lembut dan penuh kasih sayang langsung terhempas begitu saja tepat setelah Errando mengatakan hal tersebut kepada Alena dengan mudahnya.

__ADS_1


Errando yang tidak ingin mengatakan apa-apa lagi, lantas langsung bangkit dari posisinya dan berdiri memunggungi Alena, membuat Alena kemudian mengambil posisi duduk dan menatap ke arah Errando dengan tatapan yang sendu di bawah guyuran air.


"Sebenarnya apa yang sedang kau lakukan padaku Er? Kau bahkan berubah tanpa alasan, bertindak sesuka hatimu dan menarik ulur hatiku! Apa kau pikir kau tidak melukai ku ha?"teriak Alena pada akhirnya meluapkan emosinya.


Mendengar teriakan Alena membuat langkah kaki Errando langsung terhenti seketika. Errando memejamkan kelopak matanya sebentar kemudian membukanya dengan lebar. Sebuah pertanyaan yang berhasil membuat Errando tidak bisa memberikan jawaban sepenuhnya kepada Alena. Namun apa yang di lakukan Alena bukanlah sebuah kesalahan, sebagai seorang perempuan dan juga isteri Alena berhak menyuarakan isi hatinya. Hal itu lah yang membuat Errando terdiam seketika begitu mendengar pertanyaan dari Alena baru saja.


"Hentikan pertanyaan tidak bermutu mu itu, bukankah aku sudah meminta mu untuk bertanya kepada kakak mu? Lalu mengapa kau masih menanyakannya padaku? Apakah dia tidak memberitahu mu?" ucap Errando namun masih dalam posisi yang memunggungi Alena tanpa ingin menatap wajahnya sama sekali.


"Mengapa kau selalu saja mengatakan hal tersebut dan terus menyuruh ku bertanya kepada kak Alex, apa kau sepengecut itu hingga tidak berani menjelaskannya sendiri kepadaku? Katakan Er... apakah kau seorang pengecut?" ucap Alena lagi yang malah semakin membuat kemarahan Errando memuncak seketika.


"Ku bilang diam ya diam! Mengapa kau tidak mengerti juga ha?" teriak Errando dengan tiba-tiba sambil melayangkan sebuah pukulan ke arah kaca wastafel kamar mandi.


Cetar....


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2