Antara Cinta & Dendam

Antara Cinta & Dendam
Ijinkan aku membawa Aksa


__ADS_3

Rumah sakit


Setelah mendapat kabar bahwa Arga pingsan di kantor dan di larikan ke Rumah sakit, Errando lantas langsung bergegas menuju ke arah Rumah sakit.


Di lorong Rumah sakit Errando nampak berlarian menuju ke arah UGD untuk melihat kondisi Ayahnya. Errando nampak menghentikan langkah kakinya ketika melihat Silvi tengah menangis dengan tersedu di depan ruangan UGD. Melihat hal tersebut membuat Errando langsung mempercepat langkah kakinya dan menghampiri Silvi. Dipeluknya tubuh Silvi dengan erat seakan mencoba untuk menenangkan Silvi dan mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja.


"Jan...jantung Papa bermasalah An? Bagaimana.. Bagaimana bisa Mama tidak menyadarinya selama ini? Mama.. Mama..." ucap Silvi dengan tangis yang tersedu membuat suasana semakin terasa menyedihkan.


"Mama tenang ya.. Papa pasti baik-baik saja, aku yakin akan hal itu." ucap Errando mencoba untuk menenangkan Silvi dari pikiran negatifnya.


"Tapi Papa.." ucap Silvi namun tercekat di kerongkongan seakan tidak sanggup mengatakannya.


"Tidak akan Ma.. Papa akan baik-baik saja Errando akan pastikan hal itu! Errando akan membawakan seibu dokter terbaik agar Papa bisa kembali sembuh seperti sedia kala, Mama tidak perlu khawatir ya." ucap Errando lagi sambil mengusap punggung Silvi dengan lembut berusaha untuk memberi ketenangan pada wanita paruh baya itu.


Errando yakin Silvi saat ini pasti sangat terkejut, apalagi mengingat ini adalah pertama kalinya Arga masuk Rumah sakit karena suatu penyakit yang serius. Keluarga mana yang tak terkejut ketika mendengar salah satu anggota mereka masuk Rumah sakit karena suatu penyakit yang serius?


***


Taman Rumah sakit


Setelah dari ruangan dokter barusan, Errando nampak duduk dengan lemas di salah satu kursi di taman Rumah sakit. Pikirannya benar-benar tengah melayang saat ini, perkataan dokter yang mengatakan bahwa kondisi Arga barusan benar-benar menggangu dirinya.


Jantung milik Arga mengalami masalah dan harus segera dilakukan tindakan operasi, hanya saja tekanan darah Arga yang tinggi saat ini membuat dokter tidak bisa melakukan tindakan operasi kepadanya. Hanya keajaiban yang mungkin bisa menolong Arga saat ini dan mampu membuatnya bertahan hingga tekanan darahnya turun dan bisa dilakukan tindakan operasi secepatnya.


Errando mengusap raut wajahnya dengan kasar, hal ini benar-benar mengejutkan bagi dirinya dan juga Silvi. Errando bahkan saat ini tengah merutuki kebodohannya karena tadi sebelum Arga masuk Rumah sakit Errando malah datang ke kantor dan marah-marah, Errando yakin inilah salah satu penyebab yang membuat Arga drop dan jatuh pingsan.


"Aku memang anak yang tidak berguna..." ucap Errando sambil mengusap sudut matanya yang basah.

__ADS_1


Errando terdiam sejenak ditempatnya sambil menatap kosong ke arah depan. Pikirannya benar-benar sedang blank saat ini. Sampai kemudian Errando lantas terkejut ketika tak sengaja melihat seorang anak kecil tengah berlarian di lorong Rumah sakit, membuatnya menjadi teringat akan Aksa.


"Aksa.. Mungkin ia bisa memberikan keajaiban untuk Papa, bukankah Papa begitu kekeh untuk meminta hak asuh Aksa dari Alena? Aku rasa hanya Aksa mungkin bisa membantu Papa saat ini." ucap Errando dengan nada yang yakin.


Errando yang begitu yakin akan hal ini kemudian mulai merogoh ponsel di saku celananya dan mendial nomer Rama di sana.


"Halo Tuan" ucap Rama di seberang sana.


"Datanglah ke Rumah sakit dan jaga Mama sebentar selama aku pergi." ucap Errando kemudian langsung memberikan perintah kepada Rama.


"Kemana anda akan pergi Tuan?" ucap Rama dengan nada yang terdengar ragu karena takut Errando akan marah dengan pertanyaannya.


"Aku tidak akan lama, kau segeralah kemari..." ucap Errando kemudian menutup sambungan telponnya begitu saja tanpa menunggu jawaban apapun dari Rama.


Setelah memastikan bahwa Rama menjaga Silvi dengan benar barulah Errando melangkahkan kakinya menuju ke arah parkiran. Entah apa yang akan dipikirkan oleh Alena dan keluarganya nanti Errando benar-benar tidak perduli akan hal itu.


***


Di halaman depan kediaman Hermawan terlihat mobil milik Errando berhenti di sana. Errando mengambil napasnya dalam-dalam, kemudian mulai melangkahkan kakinya keluar dari dalam mobilnya. Bagaimanapun juga Errando harus membawa Aksa menemui Arga saat ini.


Tok tok tok


Diketuknya pintu kediaman Hermawan selama beberapa kali dengan kurun waktu yang dekat, Errando benar-benar tidak sabar dan tidak bisa menunggu lagi karena keadaannya yang begitu mendesak. Sampai kemudian tak berapa lama terlihat Tika mulai membukakan pintu rumah untuk Errando.


Keheningan nampak terjadi tepat ketika pintu rumah tersebut terbuka, membuat suasana kian menjadi canggung terlebih lagi Tika yang seperti terkejut namun juga penasaran akan kehadiran Errando yang tiba-tiba ke rumahnya.


"Alena ada Tan? Ada beberapa hal yang harus saya bicarakan dengan Alena." ucap Errando kemudian memutus keheningan yang terjadi diantara keduanya.

__ADS_1


"Ada apa ya Er? Apakah ada sesuatu yang terjadi?" ucap Tika dengan raut wajah yang penasaran menatap ke arah Errando.


"Ada sesuatu yang harus saya bicarakan mengenai Aksa, apa saya boleh bertemu dengan Alena sekarang Tan?" ucap Errando lagi yang malah semakin membuat Tika kebingungan ketika mendengarnya.


Mendengar nama Aksa disebut tentu saja semakin membuat Tika kebingungan. Meski Tika begitu penasaran akan masalah keduanya namun rasanya Tika sama sekali tidak ada hak untuk mencampuri urusan keduanya, membuatnya lantas memutuskan untuk memberikan Errando dan juga Alena ruang untuk bicara.


"Masuklah ke dalam, akan aku panggilkan Alena." ucap Tika kemudian memutuskan untuk mengijinkan Errando masuk ke dalam, membuat Errando langsung bisa bernapas dengan lega karena Tika mengijinkannya masuk.


.


.


.


.


.


Dari arah lantai dua terlihat Alena mulai menuruni satu persatu anak tangga dengan langkah kaki yang bergegas. Raut wajah Alena benar-benar terlihat tidak enak begitu melangkahkan kakinya mendekat ke arah Errando saat ini. Bukan tanpa alasan, hanya saja dengan datangnya Errando kemari dan menyinggung persoalan tentang Aksa, bukankah itu sama saja dengan mengibarkan bendera perang kepadanya?


"Bukankah kita sudah sepakat untuk tidak membahas hal ini terlebih dahulu? Apa yang harus aku jelaskan kepada Mama jika kamu mengatakan tujuan mu ke sini untuk Aksa, apa kamu tidak pernah berpikir se..." ucap Alena dengan nada yang ketus namun terpotong oleh perkataan Errando yang mengejutkan dirinya.


"Ijinkan aku membawa Aksa bersama ku Al ku mohon..." ucap Errando dengan nada yang memelas.


Mendengar perkataan Errando barusan tentu saja membuat bola mata Alena membulat dengan seketika. Alena bahkan belum menyetujui akan persyaratan Errando untuk menghentikan tuntutan tersebut, tapi mendadak Errando malah datang dan mengatakan ingin membawa Aksa bersamanya. Apakah Errando tidak memikirkan perasaannya sama sekali?


"Apa kau sudah gila Er?" ucap Alena dengan nada yang kesal.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2