Antara Cinta & Dendam

Antara Cinta & Dendam
Berharap tidak mendapatkan masalah


__ADS_3

Setelah beberapa kali mencekoki Riki dengan bir dan membuatnya mabuk parah, pada akhirnya seulas senyum lantas terbit dari wajah Santi ketika melihat ia berhasil membuat Riki tepar karena terlalu banyak minum-minuman beralkohol.


"Bagus sekali!" ucap Santi kemudian ketika melihat Riki sudah pingsan karena mabuk.


Santi yang tak ingin tertipu dan percaya begitu saja, lantas mulai menoel-noel hidung Riki secara perlahan untuk memastikan apakah Riki benar-benar mabuk atau tidak saat ini.


"Akhh Aksa jangan mengganggu Daddy..." ucap Riki dengan nada yang menggerutu namun masih dengan kelopak mata yang tertutup.


"Sepertinya pak Riki sudah benar-benar mabuk sekarang." ucap Santi kemudian sambil tersenyum dengan tipis.


Melihat Riki sudah tidak sadarkan diri, secara perlahan Santi kemudian mulai berusaha mengambil ponsel milik Riki dari saku jasnya. Hanya saja ketika Santi hendak membukanya, ponsel milik Riki memiliki kode password dan hal itu membuat Santi mendengus dengan kesal ketika mengetahui hal tersebut.


"Ahh benar-benat menyebalkan..." ucap Santi lantas mulai terdnegar menggerutu.


Santi yang tak kehabisan akal pada akhirnya meminjam jari tangan Riki dan mencobanya satu persatu untuk membuka password sidik jari pada ponsel milik Riki. Sampai kemudian tak beberapa lama pada akhirnya ponsel tersebut berhasil di buka juga.


Santi yang tak ingin membuang waktunya lantas mulai menjelajah ponsel milik Riki dan mendial nomer Alena di sana.


"Vivi? Yang ini kali ya? Soalnya hanya nama kontak ini yang memiliki simbol hati, tapi bukankah istri pak Riki bernama Alena? Ah entahlah... Coba saja..." ucap Santi kemudian sambil mulai mendial nomor kontak tersebut.


Setelah mendial nomor kontak tersebut, beberapa menit kemudian Santi nampak menunggu sampai panggilan tersebut diangkat oleh seseorang. Hingga pada akhirnya sebuah suara yang tak asing di telinga Santi lantas mulai terdengar dan membuat Santi bahagia bukan main.


"Halo" ucap sebuah suara di seberang sana.


"Apakah benar ini dengan bu Alena?" tanya Santi kemudian namun dengan perasaan yang takut jika ia salah menghubungi seseorang.

__ADS_1


"Iya, saya berbicara dengan siapa ya?" ucap Alena dengan nada yang bertanya-tanya ketika mendengar suara wanita pada ponsel milik Riki.


"Oh syukurlah, saya Santi bu sekertaris bapak.. Saya ingin mengabarkan bahwa bapak saat ini tengah mabuk berat dan saya bingung harus bagaimana mangkanya saya langsung menghubungi Ibu..." ucap Santi mulai meluncurkan aksinya.


"Mabuk? Bagaimana bisa?" ucap Alena yang terkejut dengan kata mabuk yang baru saja di ucapkan oleh Santi.


"Ceritanya panjang bu, ngomong-ngomong saya harus bagaimana ya bu sekarang?" ucap Santi kemudian berusaha sebisa mungkin untuk memancing Alena agar datang kemari dan menjemput Riki.


Hening sesaat tak ada tanggapan apapun di seberang sana, membuat Santi yang tidak mendengar jawaban dari Alena lantas mulai panik dan takut rencananya akan gagal. Sampai beberapa menit kemudian barulah terdengar kembali suara Alena di seberang sana dan membuat seulas senyum terbit dari wajah Santi saat ini.


"Kamu chat saja alamatnya aku akan datang sebentar lagi." ucap Alena kemudian.


"Baik bu" ucap Santi kemudian terdengar sambungan telpon yang terputus begitu saja namun malah membuat raut wajah Santi menjadi bahagia.


Setelah sambungan telponnya terputus Santi benar-benar tertawa dengan puas seakan telah berhasil menjalankan misinya yaitu membuat pasangan suami istri ini berdamai, meski butuh sedikit dorongan tapi Santi yakin kali ini pasti akan berhasil tergantung bagaimana keduanya menjalaninya.


***


Sky holic


Mobil yang dikendarai oleh Alena terlihat berhenti tepat di parkiran salah satu tempat hiburan malam yang terkenal di Ibukota yaitu Sky holic. Sambil mengedarkan pandangannya ke arah sekitaran, ditatapnya area depan tempat hiburan malam tersebut sambil menghela napasnya panjang.


"Mengapa harus ke tempat ini sih? Dari sekian banyaknya tempat hiburan malam, mengapa harus Sky holic?" ucap Alena menggerutu kesal sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.


Alena benar-benar mulai muak dengan tempat ini, bukan karena tempatnya yang memiliki pelayanan terburuk hanya saja lebih kepada setiap kejadian buruk yang menimpanya selalu saja berhubungan dengan Sky holic.

__ADS_1


Alena menarik napasnya dalam-dalam mencoba untuk menenangkan hatinya dan mengatakan bahwa kali ini tidak akan ada yang terjadi. Sampai beberapa menit kemudian ia memutuskan untuk turun dan mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam tempat hiburan malam tersebut.


Entah apa yang akan ia alami tapi Alena berharap semuanya lancar dan tidak ada masalah apapun kali ini.


**


Area dalam Sky holic


Alena yang baru saja melangkahkan kakinya masuk ke dalam tempat tersebut lantas langsung mengedarkan pandangannya ke arah sekitar mencoba mencari keberadaan Santi dan juga Riki disekitaran sana. Sampai kemudian pandangannya terhenti pada salah satu meja yang terletak di sudut ruangan tersebut. Membuat Alena yang melihat hal tersebut lantas mulai melangkahkan kakinya secara perlahan hendak menuju ke arah dimana Santi dan juga Riki berada.


"Sepertinya Steven dan juga Errando tidak ada di tempat ini, setidaknya malam ini aku bisa aman!" ucap Alena sambil melangkahkan kakinya dengan gerakan yang mengendap-endap seperti maling.


**


Sementara itu tanpa Alena sadari di area meja mini bar terlihat Steven tengah sibuk menyajikan minuman kepada para pelanggan termasuk dengan Errando yang saat ini tengah berada di depannya.


Errando terlihat menatap ke arah gelas berisi minuman beralkohol di depannya dengan tatapan yang melayang. Alena benar-benar tidak bisa hilang di pikirannya membuat Errando sedari tadi hanya bisa menghela napasnya panjang sambil terus menatapi ke arah gelas berisi minuman beralkohol di hadapannya.


Steven yang melihat sahabatnya hanya terdiam termenung tanpa melakukan apapun lantas menghela napasnya dengan panjang. Steven bahkan tidak tahu lagi harus mengatakan apa kepada Errando untuk menghiburnya karena hal itu pasti akan berakhir dengan percuma. Sampai kemudian pandangannya terhenti tepat di area tengah di mana begitu banyak pelanggan yang sedang asyik berjoget saat itu.


"Ini hanya perasaan ku saja atau memang itu Alena?" ceplos Steven sambil mengedipkan kelopak matanya berulang kali seakan mencoba untuk memastikan bahwa yang ia lihat benar-benar adalah Alena.


Errando yang mendengar nama Alena di sebut tentu saja langsung mengernyit dengan seketika. Errando yang penasaran akan kebenaran dari perkataan Steven barusan lantas mulai berbalik badan dan mencari tahu yang baru saja dilihat oleh Steven bukanlah hanya sebuah halusinasinya semata.


"Alena? Untuk apa dia kemari?" ucap Errando yang ikut terkejut akan kehadiran Alena di tempat ini.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2