Antara Cinta & Dendam

Antara Cinta & Dendam
Apa dia Ayah kandung ku?


__ADS_3

Suasana di kediaman Hermawan begitu hening seketika, pada akhirnya Riki mulai menceritakan segalanya dari awal tepat sebelum kecelakaan pesawat itu terjadi hingga ketika Alena memutuskan untuk tinggal di kampung halaman Riki.


Pernikahan yang terjadi diantara Riki dan juga Alena benar-benar terjadi secara tidak sengaja. Warga kampung yang terus mendesak mereka berdua untuk menikah karena mengetahui Alena hamil, pada akhirnya membuat Riki dan Alena menjalin kesepakatan konyol. Keduanya menikah secara hukum namun tanpa adanya prosesi adat ataupun secara keagamaan. Pernikahan mereka hanyalah sebatas kontrak kerja yang terjalin di antara Alena dan juga Riki.


Kepulangan Riki dan juga Alena pun terjadi tanpa di sengaja. Kabar Hermawan yang jatuh sakit benar-benar mengejutkan bagi Alena, sehingga membuat Alena pada akhirnya memutuskan untuk kembali ke Ibukota dan melihat kondisi Hermawan.


Semuanya hening baik Alex, Hermawan maupun Tika sama-sama diam ketika mendengar cerita dari Riki barusan. Ketiganya tidak bisa melimpahkan kesalahan hanya kepada Riki karena Riki di sini hanyalah seorang korban yang mengikuti Tuannya. Tika menghela napasnya dengan panjang kemudian menatap ke arah Riki dengan intens.


"Selama kamu bersama dengan Alena, apakah kalian berdua pernah berhubungan suami istri?" ucap Tika kemudian dengan raut wajah yang penasaran membuat Hermawan langsung menatapnya dengan tatapan yang mengernyit.


"Sungguh demi Tuhan saya dan Nona Alena tidak pernah melakukan itu Ma.. Eh maksud saya Nyonya." ucap Riki dengan nada yang menukik seakan terkejut akan pertanyaan dari Tika barusan.


Tika yang mendengar jawaban dari Riki barusan, lantas bersyukur karena ternyata Riki benar-benar tulus membantu Alena. Meski Tika tahu jika Riki memendam perasaannya, namun Riki tetap masih menghargai keputusan Alena.


"Kamu bisa memanggil ku Mama tak perlu sungkan." ucap Tika kemudian yang langsung membuat manik mata Riki berkaca-kaca ketika mendengarnya.


"Jika semua ini terjadi tepat setelah perceraian Alena dan juga Errando, lalu apa kamu juga mengetahui tentang alasan perceraian keduanya?" ucap Hermawan kemudian.


Mendapat pertanyaan tersebut lantas membuat Riki terdiam seketika. Diliriknya sekilas Alex yang saat ini tengah berwajah tegang, membuat Tika yang sadar semua ini bermula dari Alex lantas membuatnya langsung mendekat ke arah dimana Riki berada.


"Pergilah dan susul Alena ke Rumah sakit, buatlah keputusan terbaik mu di sana. Mama yakin setelah kamu melihat keadaan yang sesungguhnya kamu akan membuat keputusan yang terbaik. Apapun keputusan mu, aku akan selalu menjadi Ibu mu." ucap Tika kemudian yang lantas membuat Riki langsung tersenyum dengan seketika.


"Terima kasih banyak Mama..." ucap Riki sambil tersenyum dengan lebar.

__ADS_1


Setelah mengatakan hal tersebut Riki kemudian mulai melangkahkan kakinya berlalu pergi dari sana hendak menyusul Alena dan juga Aksa sesuai dengan perkataan Tika barusan. Sedangkan Hermawan yang melihat Tika malah menyuruh Riki pergi dari sana, tentu saja langsung menatapnya dengan tatapan yang bertanya-tanya.


"Apa yang sedang Mama lakukan? Riki bahkan belum menjelaskan segalanya tapi Mama sudah menyuruhnya untuk pergi." ucap Hermawan yang tidak mengerti akan jalan pikiran dari Tika saat ini.


Tika yang mendengar pertanyaan dari Hermawan lantas tersenyum dengan tipis kemudian mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Hermawan berada.


"Papa jangan pura-pura bodoh, Mama tahu jika Papa lebih mengetahui segala halnya ketimbang Riki, bukankah Papa sudah lama tahu mengapa rumah tangga Alena dan juga Errando berantakan?" ucap Tiki kemudian dengan senyuman yang tipis.


"Apa maksud Mama sebenarnya?" ucap Hermawan tak mengerti.


Sementara itu Alex yang sadar jika ia adalah akar dari semua permasalahan ini, lantas mulai melangkahkan kakinya menuju ke arah kedua orang tuanya sambil tertunduk lesu.


"Pa.. Sebenarnya ada yang ingin Alex sampaikan kepada Papa sejak dulu." ucap Alex kemudian yang langsung membuat Tika dan juga Hermawan langsung menoleh ke arah sumber suara.


"Aku... Aku...."


***


Rumah sakit


Silvi yang melihat kedatangan Alena dan juga Aksa tentu saja menyambutnya dengan baik. Alena dan juga Aksa di tuntun untuk masuk ke dalam ruang perawatan Arga kemudian setelah itu Silvi melangkahkan kakinya keluar dari sana karena batas orang yang boleh masuk dan menjenguk hanya boleh untuk dua orang saja tidak lebih.


Alena terdiam di tempatnya ketika melihat tubuh Arga terbaring di atas ranjang pasien dengan berbagai alat bantu yang melekat di tubuhnya. Bau obat-obatan dan juga suara Electrocardiogram yang mulai terdengar menggema di ruangan tersebut, lantas membuat hati Alena tercubit karena sempat mengira jika semua perkataan Errando hanyalah sebuah tipu muslihat semata.

__ADS_1


Aksa yang melihat seorang Pria tengah terbaring di atas ranjang dengan berbagai alat yang melekat di tubuhnya, lantas terlihat mulai menarik dress bagian bawah yang Alena kenakan, sehingga membuat Alena langsung menoleh ke arah bawah.


"Siapa dia Mommy?" tanya Aksa kemudian sambil menunjuk ke arah dimana Arga tengah terbaring saat ini.


"Dia... Dia adalah Oppa Aksa." ucap Alena pada akhirnya.


Alena sendiri tidak tahu mengapa tiba-tiba Alena mengatakan jika Arga adalah kakek Aksa. Hanya saja Alena benar-benar tidak tega ketika melihat Arga tengah berjuang untuk hidup dan matinya saat ini.


"Oppa Aksa bukannya ada di rumah Mommy?" tanya Aksa lagi dengan raut wajah yang bingung.


"Iya sayang, hanya saja dia adalah Oppa dari Papanya Aksa." ucap Alena lagi berusaha menjelaskannya kepada Aksa.


Aksa yang mendengar perkataan dari Alena barusan bukannya mengerti malah di buat menjadi tambah bingung. Aksa menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil menatap dengan wajah yang polos ke arah Alena kemudian kembali melontarkan pertanyaan.


"Bukankah Daddy dan Papa itu sama Mommy?" ucap Aksa lagi bertanya membuat Alena lantas mengernyit dengan seketika begitu mendapat pertanyaan tersebut.


Alena tersenyum dengan garing seakan tidak tahu lagi harus dengan cara apa ia menjelaskan segala situasinya kepada Aksa karena Alena yakin Aksa mungkin akan sangat bingung menerima penjelasan darinya saat ini.


Diusapnya perlahan pipi gembul milik Aksa kemudian Alena mengambil posisi berjongkok agar bisa sejajar dengan manik mata putranya itu.


"Aksa sayang dengarkan Mommy ya, sebenarnya Aksa punya dua orang Ayah selama ini yaitu Daddy Riki dan juga Papa Errando. Mommy tidak akan pernah memaksa kamu untuk bisa mencernanya, hanya saja yang perlu kamu ketahui cukup mereka berdua adalah orang tua Aksa, apakah Aksa sudah mengerti sekarang?" ucap Alena kemudian mencoba untuk menjelaskan sesingkat mungkin kepada Aksa berharap Aksa dapat memahami perkataannya saat ini.


"Apa Papa Errando adalah Papa kandung Aksa?" ucap Aksa dengan raut wajah yang polos namun berhasil membuat Alena terkejut akan pertanyaan tersebut.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2