
Ruangan kerja Errando di kediamannya
Di dalam ruangan tersebut terlihat Errando tengah duduk sambil termenung menatap ke arah dinding bercat warna putih di dalam ruangannya itu. Pikiran Errando kini bahkan melayang memutar kembali ingatan ketika ia baru sampai setelah pulang bekerja barusan. Perkataan Surti yang mengatakan bahwa Alena belum pulang hingga kini, membuat Errando lantas menerka-nerka sekaligus bertanya kemana perginya Alena saat ini.
Errando lantas berdecak dengan kesal, ketika ia sama sekali tidak mengetahui kemana kepergian Alena. Padahal kepulangannya hingga larut malam seperti ini memang disengaja oleh Errando agar ia tidak bertemu dengan Alena sekaligus ingin membuat Alena kesal kepadanya karena pulang larut malam. Namun ketika ia pulang ke rumah dan tidak mendapati Alena sedang berada di rumah, entah mengapa rasanya Errando begitu kesal dan juga marah kepada Alena karena pergi tanpa seizinnya. Padahal status Alena di sini masihlah seorang istri dari Errando yang seharusnya jika hendak keluar harus izin terlebih dahulu kepadanya.
"Apakah dia sudah benar-benar tidak menganggap ku sebagai suaminya?" ucap Errando dengan nada yang kesal.
Errando yang terlihat gusar lantas bangkit dari posisinya, kemudian memasang posisi berkacak pinggang dan menatap kesal ke arah sekeliling. Di sapunya area meja kerjanya dengan sekali sapuan, membuat beberapa barang yang terdapat diatasnya langsung berhamburan dan jatuh berserakan di lantai. Entah harus bagaimana lagi Errando menghadapi sikap Alena yang seperti ini. Awalnya Errando pikir Alena hendak berusaha membalas perlakuannya tempo hari kepada dirinya, namun nyatanya setelah mengetahui alasan sebenarnya Alena yang ternyata sedang bermain gila dengan Steven. Membuat Errando menjadi membenci Alena dengan berkali-kali lipat.
"Kalian berdua benar-benar keterlaluan! Argggg...." ucap Errando dengan nada yang kesal sambil mengusap rambutnya dengan kasar ketika ia kembali mengingat apa yang tengah dilakukan Alena dan juga Steven di belakangnya.
***
Sementara itu di kediaman Hermawan, Alex yang melihat kepergian Ibunya lantas langsung berusaha untuk mengejar langkah kaki Ibunya dan menjelaskan segalanya yang telah terjadi di sini. Ditatapnya area sekeliling mencoba mencari keberadaan Ibunya, jika sudah seperti ini Alex yakin Ibunya akan langsung masuk ke dalam kamarnya. Hanya saja Apakah Hermawan juga ada di dalam kamar?
__ADS_1
Langkah kaki Alex terhenti seketika di depan pintu kamar Ibu dan Ayahnya, Alex benar-benar bingung antara ia harus masuk atau tidak. Jika sampai ia masuk ke dalam dan Ayahnya juga ada di dalam, tentu saja ia akan terlihat sangat gugup dan tidak bisa menjelaskan segala hal ini, mengingat semua yang terjadi dengan Alena juga karena kesalahannya.
Dipegangnya handel pintu kamar Ibunya dengan ragu-ragu, hingga ketika ia sudah mengambil napas panjang selama beberapa kali barulah Alex membulatkan tekadnya dan mulai memutar handel pintu kamar orang tuanya. Ada sebuah perasaan lega ketika ia tak melihat Hermawan di dalam kamar itu, membuat Alex lantas mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Tika berada saat ini.
"Ma.." panggil Alex dengan nada yang lirih.
Namun Tika yang mendengar panggilan Alex sama sekali tidak menyahuti malah mengambil posisi memunggungi Alex saat ini. Ada sedikit perasaan kecewa dalam diri Tika ketika ia melihat yang datang bukanlah Alena melainkan Alex putra pertamanya. Membuat Tika hanya bisa memasang raut wajah yang cemberut ketika mendengar langkah kaki Alex kian mendekat ke arahnya.
"Apa yang kamu lakukan di sini Lex? Yang seharusnya datang itu adik mu, kamu selalu saja memanjakannya dan pada akhirnya membuat dia melunjak dan tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri." ucap Tika namun masih dengan posisi yang memunggungi Alex saat ini.
Alex mengambil duduk di dekat Ibunya kemudian memegang pundak Tika dengan perlahan, membuat Tika lantas langsung menghela napasnya dengan panjang kemudian menolehkan tubuhnya ke arah Alex saat ini.
"Apa lagi yang mau kau jelaskan saat ini?" tanya Tika kemudian seakan menunggu penjelasan dari Alex tentang Alena.
Alex yang mendengar pertanyaan dari Tika barusan langsung terdiam seketika. Mulutnya mendadak kaku ketika mendengar pertanyaan tentang permasalahan yang saat ini tengah dihadapi oleh Alena saat ini. Alex benar-benar bimbang antara mengatakan yang sebenarnya atau tidak. Sedangkan Tika yang tak kunjung mendengar jawaban apapun dari Alex lantas langsung menoleh ke arah Alex untuk melihat ekspresi wajah putranya itu karena tidak kunjung mendengar suaranya.
__ADS_1
"Baiklah kalian berdua pasti saling bekerjasama kan? Aku yakin kau pun sama dan tidak akan pernah menjelaskan apapun padaku. Sudahlah pergi sana Mama sedang tidak mood saat ini!" ucap Tika pada akhirnya dengan nada yang kesal.
Membuat Alex yang mendengar sindiran dari Tika barusan tentu saja langsung menghela napasnya dengan panjang. Sedari dulu Tika adalah tipikal orang tua yang dekat dengan anak-anaknya dan sulit sekali untuk dibohongi. Membuat Alex dan juga Alena sedari kecil tidak pernah bisa menyembunyikan masalah apapun dari Tika.
Alex terdengar lagi dan lagi menghela nafasnya dengan panjang seakan bersiap sebelum pada akhirnya mengucapkan yang sebenarnya kepada Tika. Rahasia ini bahkan sudah ia simpan selama bertahun-tahun lamanya dan saat ini mendadak harus ia beberkan membuat Alex sedikit tidak terlalu yakin bahwa dirinya akan dimaafkan saat ini setelah nantinya Alex mengatakan semua tentang rahasianya dan juga alasan dari perceraian Alena saat ini.
Tika yang tak kunjung mendengar apapun juga keluar dari mulut Alexa lantas semakin dibuat kebingungan sekaligus penasaran akan apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat Alex begitu berat mengatakan alasannya kepada dirinya. Dipegangnya pelan bahu Alex yang lantas membuyarkan Alex dari lamunannya.
"Apakah ada masalah besar yang terjadi tanpa sepengetahuan Mama dan Papa? Jangan membuat Mama takut Al?" tanya Tika lagi seakan menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi saat ini.
"Sebenarnya ada sesuatu yang sejak 3 tahun yang lalu Mama dan juga Papa tidak ketahui dan masalah tersebut merembet hingga ke Rumah tangga Alena dan juga Errando. Aku benar-benar tahu bahwa aku seorang pengecut saat itu yang tidak berani mengakui kesalahan ku. Hanya saja... pemikiran ku belum dewasa waktu itu hingga pada akhirnya membuat sebuah masalah yang semula kecil kian menjadi melebar dan sampai kepada Alena." ucap Alex kemudian mulai membuka suaranya.
"Masalah apa yang kau bicarakan sebenarnya?" ucap Tika dengan raut wajah yang penasaran ke arah Alex.
Bersambung
__ADS_1