
Malam harinya
Alena yang sudah sedari tadi sore menyiapkan berbagai hidangan untuk Errando, lantas terlihat mulai menata satu persatu piring yang berisi hasil masakannya ke atas meja makan dengan raut wajah yang tersenyum cerah.
Alena yakin Errando pasti akan menyukai masakannya kali ini karena Alena menyajikan semua masakan kesukaan Errando yang ia ketahui, jadi tidak ada alasan lagi yang akan membuat Errando menolak untuk makan malam bersama dengannya.
"Setidaknya tidak ada alasan lagi Errando menolak masakan ku kali ini." ucap Alena pada diri sendiri dengan senyum yang mengembang di wajah cantiknya.
Setelah menyelesaikan segalanya, Alena kemudian mendudukkan tubuhnya di kursi sambil menatap ke arah meja makan yang ful dengan berbagai jenis menu makanan kesukaan Errando, Alena kemudian menatap ke arah jam dinding yang terpajang di atas dinding pada area ruang makan.
"Sudah pukul 7, sebentar lagi seharusnya Errando sudah pulang kerja bukan? Lagi pula dia kan bosnya.. harusnya Errando lebih bisa mengatur waktunya, lagipula kami berdua baru menikah.. tidakkah dia menginginkan bulan madu atau sejenisnya? Benar-benar menyebalkan!" ucap Alena menggerutu karena Errando selalu saja cuek kepadanya seolah-olah mereka berdua bukanlah pasangan suami istri melainkan orang asing yang tinggal bersama dalam satu atap.
Satu jam kemudian...
Dua jam kemudian...
Hingga tiga jam kemudian...
Alena terlihat mulai menguap karena bosan sekaligus mengantuk ketika menunggu Errando yang tidak kunjung pulang sedari tadi. Alena yang mulai mengantuk lantas terlihat mengucek matanya pelan, kemudian bangkit dari tempatnya dan mencoba berjalan dengan kecil seakan berusaha untuk mengusir kantuknya yang mulai datang dan mengajaknya berlayar ke pulau impian.
Alena yang tak kunjung melihat Errando datang meski sudah menunggu selama tiga jam lamanya, lantas kembali mendudukkan tubuhnya dan mengambil posisi bersandar pada kursi meja makan. Sambil menghela nafasnya dengan panjang Alena mulai menatap langit-langit mansion milik Errando dengan tatapan yang melamun.
"Apakah aku benar-benar hanya berjuang seorang diri di dalam rumah tangga ini? Tidak bisakah Errando sedikit saja menatap ke arah ku?" ucap Alena sambil masih menatap ke arah langit-langit mansion milik Errando.
Alena yang sedari tadi terus menatap ke arah langit-langit mansion, lantas terlihat kembali menguap ketika kantuknya perlahan mulai ia rasakan kembali. Hingga kemudian Alena yang sudah tidak bisa lagi menahan kantuknya, lantas langsung memejamkan kelopak matanya dan pada akhirnya tertidur dengan pulasnya di meja makan menanti kedatangan Errando di sana.
__ADS_1
***
FN Company
Sementara itu Errando yang sebenarnya sudah menyelesaikan segala pekerjaannya sedari tadi, lantas terlihat berkutat dengan beberapa dokumen yang sebenarnya tidak terlalu penting dikerjakan saat ini. Entah mengapa Errando memang sengaja tidak ingin pulang dan bertemu dengan Alena, ia benar-benar ingin membuat gadis itu merasakan arti dari sebuah kata menunggu.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu yang terdengar dari luar ruangannya, lantas langsung membuat Errando meletakkan beberapa dokumen pada meja kerjanya. Errando yang penasaran akan sosok yang mengetuk pintunya, kemudian mulai mempersilahkan si pengetuk pintu untuk masuk ke dalam.
Dengan perlahan, Rama yang mendengar suara Errando dari dalam mulai membuka pintu dan masuk ke dalamnya mengambil langkah bergegas mendekat ke arah Errando yang kini tengah menatapnya dengan bingung.
"Apa ada yang harus saya kerjakan tuan?" tanya Rama kemudian berbasa-basi.
Errando yang tadinya mengira ada yang penting ketika melihat kedatangan Rama ke ruangannya, lantas langsung menghela napasnya ketika ternyata hal yang ingin diucap oleh Rama bukanlah sesuatu yang penting.
Mendengar penolakan dari Errando barusan, membuat Rama sedikit mengerutkan keningnya dengan bingung karena melihat apa yang tengah dikerjakan oleh Errando saat ini sama sekali tidak terlihat selaras dengan apa yang tengah ia katakan barusan.
Sedangkan Errando yang melihat Rama masih ada di sana, lantas mendongak sekilas dan menatap ke arah Rama dengan tatapan yang bertanya.
"Ada apa lagi?" tanya Errando kemudian.
"Ini sudah malam tuan, tidakkah sebaiknya tuan pulang dan beristirahat jika memang semua dokumen di meja kerja tuan tidak terlalu penting." ucap Rama dengan nada yang ragu ragu takut Errando akan marah jika Rama menanyakan hal ini.
Mendengar pertanyaan tersebut Errando langsung meletakkan kembali dokumen yang sedang ia baca ke atas meja kerjanya kemudian menatap ke arah Rama dengan tatapan kesal karena Perkataan Rama barusan.
__ADS_1
"Bisakah kamu untuk diam saja? lagi pula jika kamu mau pulang ya pulanglah sekarang karena aku sudah tidak lagi membutuhkan mu." ucap Errando dengan nada yang kesal, membuat Rama langsung terdiam seketika.
"Maaf tuan" ucap Rama kemudian.
Errando menghela nafasnya panjang kemudian memijat pelipisnya dengan pelan. Entah mengapa Errando malah marah ketika mendengar Rama menyinggungnya tentang kata pulang ke rumah, padahal itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan Rama bukan?
"Pulanglah lebih dulu, masih ada yang harus aku kerjakan saat ini." ucap Errando kemudian namun kali ini dengan nada yang lebih lembut.
"Apa anda yakin tuan?" tanya Rama sekali lagi memastikan ucapan Errando barusan.
Mendengar pertanyaan dari Rama barusan, membuat Errando langsung menatapnya dengan tajam yang lantas membuat Rama menarik ucapannya dan langsung sedikit menunduk kemudian bergegas pergi dari sana sebelum Errando kembali mengamuk kepadanya.
**
Setelah kepergian Rama dari sana Errando mulai menatap kosong ke arah depan, diketuk-ketukannya jari tangannya ke meja kerja miliknya kemudian menghela nafasnya dengan panjang. Errando menatap sekilas arloji yang melingkar pada pergelangan tangannya yang kini menunjukkan pukul 11 malam, kemudian kembali menghela nafasnya dengan panjang.
"Sepertinya sudah cukup, aku yakin Alena pasti sudah menyerah dan pergi tidur." ucap Errando kemudian sambil bangkit dari kursi kebesarannya dan mulai melangkahkan kakinya berlalu pergi dari ruangannya.
***
Mansion milik Errando
Terlihat Errando tengah melangkahkan kakinya memasuki area mansion, ada sedikit perasaan terkejut ketika Errando masuk dan melihat lampu masih menyala dengan terang membuat Errando langsung mengernyit seketika di saat melihat hal tersebut. Hingga kemudian ketika langkah kaki Errando sampai di area meja makan, langkah kaki Errando langsung terhenti seketika di saat melihat Alena yang tengah tertidur pada kursi meja makan dengan begitu banyaknya makanan yang sudah tersaji di meja makan.
"Apa yang sedang dia lakukan dengan tidur di sana? Apa dia ingin pindah tidur di sini?" ucap Errando sambil menatap lurus ke arah meja makan di mana Alena tengah tertidur dengan pulasnya di sana.
__ADS_1
Bersambung