Antara Cinta & Dendam

Antara Cinta & Dendam
Gerakan yang tiba-tiba


__ADS_3

Setelah mengetahui keberadaan Errando, Alena memutuskan untuk menghampiri Errando ke tempat tersebut. Ada perasaan khawatir menyelimuti Alena apalagi setelah ia mendengar pengakuan Errando tentang kejadian beberapa tahun silam. Alena mempercepat laju mobilnya menuju salah satu tempat hiburan malam terbesar di Ibukota.


"Aku berharap dia baik-baik saja." ucap Alena dalam hati sambil fokus mengemudi membelah jalanan Ibukota siang itu.


***


Sky holic


Mobil yang di kendarai Alena terlihat berhenti tepat di parkiran Sky holic, salah satu tempat hiburan malam milik Steven. Setelah memarkirkan mobilnya di sana Alena nampak terdiam di tempatnya, ada sedikit perasaan takut ketika ia hendak melangkahkan kakinya masuk ke dalam tempat tersebut. Sebuah kesalahan yang telah ia perbuat kepada Steven benar-benar membuat Alena tidak berani menampakkan batang hidungnya di depan Steven selama beberapa tahun belakangan ini.


Sambil menghela napasnya dengan panjang Alena mencoba menenangkan hatinya dan mengatakan bahwa tidak akan ada yang terjadi.


"Baiklah yang perlu aku lakukan hanya masuk kemudian membantu Errando memesan taksi dan pulang." ucap Alena meyakinkan dirinya bahwa ia hanya sebentar di sana.


Alena yang sudah memantapkan hatinya lantas mulai melepas sabuk pengamannya dan menatap ke arah Aksa hendak mengajak putranya untuk turun. Namun ketika ia menengok ke arah Aksa, Aksa terlihat sedang tertidur dengan pulas membuat Alena menjadi tidak tega untuk membangunkannya.


"Baiklah Al, lakukan dengan cepat sebelum Aksa bangun." ucap Alena kemudian.


Sebelum turun dari mobilnya Alena menyalakan AC mobilnya dan membuka sedikit kaca mobil di sebelah tempat duduk Aksa agar oksigen masih bisa masuk dan tidak mengganggu Aksa. Setelah itu barulah ia turun dari mobilnya dan menghampiri satpam tempat tersebut.


"Pak maaf, saya ada perlu sebentar di dalam.. Putra saya sedang tertidur di mobil, bisa tolong menjaganya sebentar selagi saya di dalam?" ucap Alena setelah langkah kakinya berhenti tepat di hadapan seorang satpam tempat tersebut.


Mendengar perkataan Alena barusan satpam itu nampak mengikuti arah tunjuk dimana mobil Alena terlihat terparkir kemudian tersenyum dengan lebar.

__ADS_1


"Silahkan nyonya, tapi untuk menjaga keamanan sebaiknya mobilnya jangan di kunci karena takut jika ada apa-apa dengan putra anda nantinya." ucap satpam itu yang lantas membuat Alena mengangguk tanda menyetujui perkataan satpam tersebut.


"Terima kasih banyak pak, saya permisi." ucap Alena kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan satpam tersebut dan mulai melangkah masuk ke dalam tempat tersebut.


"Semoga saja aku tidak bertemu dengan Steve sekarang." ucap Alena dalam hati sambil terus membawa langkah kakinya masuk ke dalam tempat hiburan malam tersebut.


Sesuai dengan perkataan Errando di telpon tadi Alena terus melangkahkan kakinya menuju ke ruang VVIP di tempat tersebut. Sambil melangkah dan terus melangkah menuju ke ruangan tersebut Alena lantas menghentikan langkah kakinya ketika ia sampai di ruangan tersebut.


"Mari kita selesaikan dengan cepat Alena..." ucap Alena lagi sambil membuka handel pintu ruangan tersebut dan mulai membawa kakinya melangkah masuk ke dalam.


Bau khas minuman beralkohol langsung tercium begitu Alena melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan tersebut. Di sana Alena melihat Errando sudah menaruh kepalanya di meja dan memainkan gelas yang berisi alkohol di dalamnya. Disaat Alena membawa langkah kakinya masuk, Errando terlihat tersenyum dengan merekah dan langsung mengangkat kepalanya mengambil posisi duduk dengan tegap di sana.


"Apa kau sudah menelpon Rama Er? Bukankah jika pertemuan bisnis Rama biasanya ikut? Kemana dia?" tanya Alena dengan merepet sambil melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Errando berada saat ini.


Errando yang mendengar perkataan dari Alena barusan lantas tersenyum kemudian detik berikutnya tertawa dengan kencang sambil mengangkat gelasnya Errando lantas menunjukkan gelas tersebut ke arah Alena.


Alena yang tahu Errando tak akan pernah bisa diajak bicara, lantas langsung melangkahkan kakinya mendekat ke arah Errando kemudian dengan spontan menarik tangan Errando untuk membawanya pergi dari sana mengingat saat ini Aksa tengah menunggunya di dalam mobil sehingga Alena tidak ingin membuang waktunya di sini hanya untuk meladeni Errando yang tengah mabuk.


"Ayo pergi dari sini Er.. Aku sudah memesankan mu taksi di bawah." ucap Alena sambil berusaha menarik tubuh Errando agar bangkit dari sana.


Errando yang di tarik seperti itu bukannya bangun yang dilakukan oleh Errando malah menarik tubuh Alena, hingga membuat Alena jatuh tepat di pangkuan Errando. Errando memeluk dengan erat tubuh Alena dan tidak membiarkan Alena beranjak sama sekali dafi sana membuat Alena yang mendapat perlakuan tersebut tentu saja terkejut bukan main.


"Apa yang kamu lakukan ha!" pekik Alena yang terkejut akan perlakuan Errando barusan.

__ADS_1


"Biarkan aku seperti ini sebentar saja Al ku mohon..." ucap Errando sambil memejamkan matanya membawa Alena ke dalam pelukannya yang semakin erat.


"Apa yang kau..." ucap Alena namun terhenti ketika mendengar suara pintu yang terbuka dari luar dengan keras.


***


Sementara itu di area depan tempat hiburan malam Sky Holic terlihat satpam yang bernama Danu melirik sesekali ke arah mobil milik Alena yang terparkir tidak jauh dari tempatnya berada. Sambil memegangi perutnya yang terasa mules Danu menoleh ke arah pintu masuk sesekali.


Danu mengelap keringat yang membasahi dahinya karena sudah tidak tahan lagi ingin menyelesaikan panggilan alamnya yang sudah hampir keluar itu.


"Mengapa lama sekali? Apa saja yang sedang di lakukan oleh wanita itu? Sialan... Mana perut ku mulas sekali!" ucap Danu sambil memegangi perutnya yang sudah tidak tahan lagi.


Danu yang tak kunjung mendapati Alena kembali pada akhirnya memutuskan untuk berlarian ke arah toilet setelah memastikan bahwa Aksa masih tertidur di tempatnya.


"Bodoh amat! Aku sudah benar-benar tidak bisa menahannya lagi..." ucap Danu sambil berlarian ke arah kamar mandi untuk menyelesaikan masalah perutnya yang sudah tidak bisa di tahan.


**


Parkiran


Disaat Aksa tengah tertidur dengan pulasnya, seorang pria yang terlihat mabuk nampak melangkahkan kakinya dengan sempoyongan melintasi mobil milik Alena. Pria itu yang melihat kaca jendela Alena terbuka setengah, lantas terlihat menghentikan langkah kakinya kemudian tersenyum dengan sumringah seakan mendapatkan barang bagus.


Sambil kembali melangkahkan kakinya yang terasa melayang itu Pria tersebut kemudian mulai mendekat ke arah mobil milik Alena dan berhenti tepat di sana.

__ADS_1


"Bukankah ini namanya rejeki nomplok? Aku bahkan langsung bisa mendapatkan uang tanpa harus bekerja dengan keras untuk mendapatkannya hahahaha..." ucap Pria tersebut dengan tawa yang menggema menatap ke arah mobil Alena.


Bersambung


__ADS_2