
Satu tahun kemudian
Di area dapur terlihat Alena tengah sibuk memasak beberapa makanan untuk sarapan pagi. Alena memasak beberapa hidangan kesukaan Aksa dengan raut wajah yang tersenyum. Sampai kemudian ketika Alena baru menyelesaikan makanannya, Alena terlihat mematikan kompornya kemudian melepas celemek di tubuhnya yang ia gunakan ketika memasak.
Ditatapnya tangga yang menuju ke lantai dua namun sayangnya hingga kini tidak terlihat Aksa turun dari sana. Alena menghela napasnya dengan panjang sambil mulai melangkahkan kakinya menuju ke lantai dua untuk melihat apa yang tengah Aksa lakukan saat ini.
"Apa yang sedang dilakukan Aksa sebenarnya, mengapa lama sekali?" ucap Alena sambil terus melangkahkan kakinya menaiki satu persatu anak tangga.
***
Kamar utama
Dari arah pintu masuk Alena terlihat mulai melangkahkan kakinya ke dalam kamar untuk melihat apa yang sedang Aksa lakukan saat ini. Sampai kemudian pandangannya terhenti pada sosok pemuda kecil yang saat ini tengah berdiri di depan standing mirror di kamar utama.
"Aksa... Apa yang kamu lakukan di situ nak? Bukankah hari ini kamu akan bertemu dengan Daddy? Jika kamu lama Daddy pasti akan marah nanti." ucap Alena sambil berkacak pinggang menatap ke arah Alena.
Aksa yang mendengar omelan dari Alena barusan lantas tersenyum dengan simpul kemudian berlarian dan memeluk kaki Alena, membuat Alena lantas mengernyit dengan tatapan yang bingung ke arah Aksa.
"Jangan marah-marah Mommy nanti cepat tua..." ucap Aksa dengan nada yang menggoda.
"Aksaaaaaaa" panggil Alena dengan nada yang memanjang karena kesal akan perkataan Aksa barusan.
Aksa yang mendengar panggilan panjang dari Alena tentu saja langsung tertawa kemudian mengambil langkah seribu sebelum nantinya akan kembali mendengar omelan dari Alena nantinya. Melihat kepergian Aksa lantas membuat Alena menggeleng dengan pelan sambil tersenyum dengan simpul. Sampai kemudian dua buah tangan kekar terasa melingkar di pinggangnya, membuat Alena langsung dengan spontan menoleh ke arah samping dan malah mendapat kecupan di pipi tepat ketika Alena menoleh ke samping.
"Apa yang kau lakukan?" ucap Alena dengan nada yang kesal.
"Tidak bisakah kamu bersikap lebih lembut Mommy?" ucap Errando menirukan gaya Aksa, membuat Alena lantas memutar bola matanya dengan jengah.
"Errando...." panggil Alena dengan nada yang memanjang.
"Baiklah baiklah aku akan melepaskan pegangan tangan ku, hanya saja... tidakkah kau ingin membuat adik untuk Aksa?" ucap Errando dengan nada yang menggoda sambil mencium pundak Alena.
"Er jangan menggoda ku... Bagaimana jika Aksa melihatnya nanti?" ucap Alena sambil berusaha melepas tangan Errando yang melingkar di pinggangnya.
__ADS_1
"Maka aku..." ucap Errando namun terpotong ketika sosok Aksa mendadak masuk ke dalam kamar.
"Mommy.. Papa... Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Aksa dengan raut wajah yang bingung.
Mendengar pertanyaan tersebut lantas membuat keduanya gelabakan dan langsung menjaga jarak sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Alena yang melihat hal tersebut tentu saja langsung datang dan menghampiri Aksa.
"Ayo kita turun nanti sarapannya keburu dingin..." ucap Alena kemudian sambil menggenggam tangan Aksa dan menuntunnya keluar dari kamar.
"Tapi Mommy tadi..." ucap Aksa hendak mengatakannya namun Errando malah lebih dulu menggandeng tangan Aksa yang satunya.
"Ayo kita makan, Papa juga lapar." ucap Errando kemudian membuat Aksa lantas menghela napasnya dengan panjang.
***
Taman bermain
Ketiganya janji bertemu dengan Riki di taman bermain di salah satu mall di Ibukota. Riki yang tahu Aksa senang sekali bermain lantas memilih taman bermain untuk quality time mereka.
"Aku akan memesan minuman untuk kalian, kalian berdua mainlah dulu." ucap Riki kepada Alena dan juga Aksa yang lantas di balas keduanya dengan anggukan kepala.
"Terima kasih banyak karena telah membuat keputusan untuk melepaskan Alena satu tahun yang lalu." ucap Errando kemudian.
Mendengar sebuah suara yang tak asing di pendengarannya, membuat Riki yang tadinya sibuk memesan minuman lantas langsung menoleh ke arah sumber suara.
Seulas senyum penuh ketulusan terlihat terbit dari wajah Riki ketika mendengar ucapan dari Errando barusan.
"Kau tahu? Tadinya kedatangan ku ke Rumah sakit waktu itu adalah untuk mengungkapkan perasaan ku kepada Vivi, namun ketika aku sampai kesana aku melihat begitu banyak kesedihan yang terjadi diantara kalian. Nyatanya baik Alena maupun Aksa mereka seakan menjadi penyangga bagi kalian untuk bertahan dan aku sadar jika aku berdiri di antara pembatas yang memisahkan kalian berdua dan juga Aksa. Aku memang mencintai Vivi dan juga Aksa, namun aku tidak ingin melihat keduanya bersedih hanya karena keegoisan ku semata." ucap Riki menjelaskan segalanya, membuat Errando lantas tersenyum ketika mendengar penjelasan dari Riki barusan.
"Aku tahu, tapi apapun alasannya aku tetap berterima kasih kepadamu." ucap Errando lagi membuat Riki ke.bali tersenyum.
"Harusnya aku yang berterima kasih kepadamu karena masih mengijinkan aku untuk bertemu dan melepas kangen bersama dengan Aksa, kau begitu baik Er..." ucap Riki kemudian.
"Jangan khawatir, pintu rumah ku selalu terbuka untuk mu." ucap Errando dengan nada yang begitu tulus membuat Riki merasa lega karena telah bertemu dengan orang-orang baik.
__ADS_1
****
Sementara itu Alena dan juga Aksa yang sudah lelah setelah bermain, lantas memutuskan untuk menyudahi permainan mereka. Ditatapnya raut wajah Aksa yang begitu bahagia meski sudah berkeringat, membuat seulas senyum lantas terlihat terlukis dengan jelas dari wajah Alena. Keduanya kemudian melangkahkan kaki mereka keluar dari area permainan hendak menuju ke arah depan di mana terlihat Errando dan juga Riki yang terlihat mengobrol.
Hanya saja tanpa keduanya sadari ketika langkah kaki keduanya hampir sampai, sebuah panggilan suara yang tak asing di pendengaran Alena lantas langsung menghentikan langkah kakinya dengan seketika.
"Alena?" panggil suara tersebut yang lantas membuat Alena langsung berbalik badan.
"La..ura? Steven? Ap..pa yang kalian lakukan di sini?" ucap Alena dengan nada yang tergugup karena terkejut akan kehadiran keduanya.
Disaat perasaan gugup menyapa hati Alena, seulas senyum malah terbit dari wajah Steven dan juga Laura membuat Alena langsung mengernyit dengan seketika seakan bertanya-tanya akan arti dari senyuman tersebut.
"Kami hendak berbelanja keperluan pernikahan kami, oh ya kebetulan kita bertemu di sini jadi sekalian kami ingin memberikan ini kepadamu." ucap Laura dengan raut wajah yang bahagia sambil menyerahkan sebuah undangan yang tertulis dengan jelas nama Laura dan juga William di sana.
"Apa? Bagaimana bisa?" ucap Alena seakan terkejut dengan berita yang baru saja ia terima.
"Ceritanya panjang, jangan lupa untuk datang ya.. Kami pergi dulu.." ucap Steven kemudian sambil menggandeng dengan erat pinggang Laura kemudian berlalu pergi dari sana.
Alena yang tak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat lantas hanya terbengong sambil menatap lurus ke arah depan, membuat Aksa yang melihat Alena terbengong hanya bisa menghela napasnya dengan panjang.
"Apa ada sesuatu Al?" ucap sebuah suara yang berasal dari Errando sambil melingkarkan tangannya dengan erat ke pinggang Alena, membuat Alena langsung tersadar dari lamunannya.
"Ah tidak apa, hanya terkejut akan hal ini." ucap Alena sambil menunjukkan sebuah undangan kepada Errando.
"Terkadang hidup itu penuh dengan kejutan Al? Apa kamu masih belum percaya? Kita bahkan sudah melewatinya..." ucap Errando kemudian sambil mencubit lembut hidung mancung Alena.
"Mommy.. Papa... Apa kalian akan tetap berdiri di sini? Aku sudah lapar..." ucap Aksa kemudian yang langsung membuyarkan keromantisan keduanya.
"Baiklah baiklah maaf ya nak, ayo kita pergi sekarang..." ucap Alena kemudian sambil mulai melangkahkan kakinya dengan tangan kirinya menggandeng Aksa sedangkan tangan bagian kanannya menggandeng Errando.
Sebuah akhir kisah yang diharapkan bagi semua orang, namun apakah menurut kalian ini adalah akhir kisah yang bahagia? Tentu saja semua itu tergantung dari sisi mana kali melihatnya.
...The end...
__ADS_1
Terima kasih sudah mengikuti kisah Alena dan juga Errando, sampai jumpa di novel othor yang lainnya...
See you 😘