
FN Company
Dari arah lift terlihat Errando, Rama dan juga seorang klien nya lantas melangkahkan kakinya keluar dari sana. Sambil mengulum senyuman dengan lebar Errando terlihat menjabat tangan klien tersebut.
"Terima kasih atas kepercayaannya kepada Perusahaan kami, kami yakin kedepannya kita akan selalu mencetak sebuah kesuksesan secara bersama-sama." ucap Errando sambil menjabat tangan klien tersebut.
"Tentu saja pak Errando saya benar-benar menanti hari itu." ucap klien tersebut sambil menggenggam dengan erat tangan Errando.
Setelah keduanya saling bersepakat klien tersebut kemudian berpamitan pergi dari sana, membuat Errando lantas mengiyakan dan menatap kepergian klien tersebut masih dengan memasang senyuman yang lebar. Hingga kemudian tepat setelah kepergian klien tersebut Rama nampak melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Errando berada dan membisikkannya sesuatu.
"Tuan di lobi sedang terjadi keributan sekarang." ucap Rama dengan nada yang berbisik.
Mendengar kata keributan membuat Errando lantas mengernyit dengan tatapan yang bingung ke arah Rama seakan bertanya-tanya keributan apa yang dimaksud oleh Rama barusan.
"Apa yang terjadi?" tanya Errando kemudian.
"Ada seorang wanita yang memaksa ingin bertemu dengan anda dan terlibat cekcok dengan Linda di bawah yang tidak mengizinkannya masuk menemui anda." ucap Rama menjelaskan karena ia sebenarnya juga tidak mengetahui tentang siapa wanita itu.
"Sebaiknya kita lihat ke lobi sekarang." ucap Errando kemudian yang lantas di balas Rama dengan anggukan kepala.
Keduanya kemudian lantas melangkahkan kaki mereka menuju ke arah lobi untuk melihat apa yang terjadi saat ini. Ketika Errando dan juga Rama sampai di lobi, suasana saat itu sudah ramai dengan beberapa pegawai yang terlihat melingkari sesuatu sehingga Errando tidak bisa melihat siapa yang dibicarakan oleh Rama tadi.
Rama yang paham akan situasinya lantas langsung masuk ke dalam kerumunan dan mulai membubarkannya agar tidak berkumpul di sini.
"Apa kalian tidak ada kerjaan hingga berkumpul di sini? Ayo bubar semuanya!" ucap Rama kemudian yang di susul beberapa orang mulai meninggalkan area lobi dan kembali bekerja.
__ADS_1
Setelah beberapa orang nampak berhamburan pergi dari sana Errando yang tadinya tidak bisa mengetahui wanita yang dimaksud oleh Rama, begitu kerumunan tersebut terbelah Errando lantas terkejut ketika mendapati ternyata wanita itu adalah Alena.
"Alena? Apa yang dia lakukan di sini?" ucap Errando dalam hati bertanya-tanya.
Errando yang tahu pasti ada sesuatu yang terjadi, lantas langsung melangkahkan kakinya mendekat dan berhenti tepat di belakang keduanya.
"Apa yang sedang terjadi di sini?" ucap sebuah suara yang lantas membuat semua orang menoleh ke arah sumber suara.
Mendengar suara yang tak asing di pendengaran mereka semua lantas langsung menghentikan percekcokan tersebut. Resepsionis itu nampak memberikan hormat kepada Errando sambil melangkahkan kakinya maju hendak mengadu tentang Alena, namun sebelum sang resepsionis itu sempat mengatakannya lebih lanjut Errando malah menatap ke arah Alena dengan tatapan yang menelisik dan nada yang begitu lembut, membuat sang resepsionis tersebut lantas terkejut ketika mendengarnya.
"Pak dia tadi..." ucap resepsionis tersebut namun terpotong oleh perkataan Errando.
"Alena? Ada apa kamu mencari ku? Apakah ada sesuatu?" ucap Errando dengan nada yang lembut sambil mendekat ke arah dimana Alena berada saat ini.
"Ada yang ingin aku bicarakan kepadamu tapi tidak di sini." ucap Alena kemudian dengan raut wajah yang tegang, membuat Errando yang melihat hal tersebut lantas langsung bertanya-tanya akan ekspresi yang ditunjukkan oleh Alena barusan.
"Ram urus Linda, aku tidak mau kejadian seperti ini terulang lagi!" ucap Errando kemudian memberikan perintah kepada Rama agar memberi pelajaran kepada Linda.
"Baik Tuan" jawab Rama sambil menundukkan kepalanya sedikit.
Sedangkan Linda si resepsionis yang terlibat cekcok dengan Alena hanya bisa menelan salivanya dengan kasar begitu mendengar perkataan Errando barusan. Linda benar-benar tidak menyangka bahwa Alena adalah orang yang spesial bagi Errando, jika Linda tahu mungkin Linda akan langsung menyuruhnya untuk naik ke atas dan menemui Errando.
Setelah mengatakan hal tersebut Errando kemudian mengarahkan Alena agar mengikutinya menuju ke ruangannya agar tidak terganggu oleh orang lain. Banyak karyawan yang membicarakan keduanya tepat setelah kepergian Errando dan juga Alena dari sana, membuat Rama lantas langsung mengkode beberapa karyawan untuk kembali ke ruangannya agar tidak terlalu menggosipkan Errando.
"Linda kamu ikut saya sekarang!" ucap Rama kemudian sambil menatap tajam ke arah Linda, membuat Linda langsung tertunduk seketika disaat mendengarnya barusan.
__ADS_1
"Baik pak" jawab Linda dengan nada yang pasrah, ia bahkan sudah bersiap jika akan dimarahi habis-habisan kali ini karena kesalahannya tersebut.
***
Ruangan Errando
Dari arah pintu masuk terlihat Errando dan juga Alena tengah melangkahkan kakinya memasuki area ruangan CEO, Errando mengunci pintu ruangannya dengan rapat dan mengarahkan Alena untuk duduk di sofa. Hanya saja Alena yang memang tidak berniat untuk berbicara baik-baik dengan Errando lantas tetap berdiri sambil menunggu Errando menghampirinya.
"Apa-apaan ini Er? Kau pikir kau siapa bisa melakukan ini kepada ku?" ucap Alena kemudian sambil mengangkat tinggi-tinggi surat panggilan dari pengadilan.
Errando yang tiba-tiba di todong seperti itu tentu saja langsung menatap tak mengerti ke arah Alena. Errando bahkan hendak bertanya apa yang membuat Alena sampai datang ke kantornya, namun ketika menatap raut wajah Alena yang marah tentu saja semakin membuat Errando bertanya-tanya apa yang terjadi sebenarnya kepada Alena hingga ia terlihat begitu marah saat ini.
"Ada apa sebenarnya ini Al? Mengapa kamu tiba-tiba marah?" ucap Errando yang masih belum mengetahui arah pembicaraan ini.
Alena yang mendapat pertanyaan tersebut lantas tersenyum dengan sinis, Alena bahkan sudah benar-benar muak akan tingkah Errando yang terus-terusan seperti ini.
"Jangan berlagak seperti orang bodoh Er! Kamu pikir kamu siapa? Tidak ada yang bisa memisahkan ku dari Aksa, tidak akan pernah!" ucap Alena dengan nada yang terdengar marah sambil mengarahkan surat panggilan tersebut ke arah Errando.
Errando yang tidak tahu apapun lantas menerima selembar kertas pemberian Alena, sedangkan Alena yang melihat hal tersebut lantas langsung bergerak memunggungi Errando seakan kesal ketika melihat wajah sok polos yang ditunjukkan oleh Errando sedari tadi.
Errando yang penasaran kemudian terlihat membaca satu persatu setiap kata yang terdapat dalam selembar kertas yang di berikan oleh Alena sedari tadi. Manik mata Errando lantas membulat begitu mengetahui apa yang membuat Alena begitu marah kepadanya sedari tadi.
"Apa Aksa benar-benar Putra ku?" ucap Errando kemudian yang lantas membuat Alena langsung berbalik badan menatap ke arah Errando.
Bersambung
__ADS_1