
Setelah fakta yang didapatkan oleh Errando dan terasa tidak masuk akal di pikirannya tentang keluarga Atmaja, membuat helaan nafas lantas terus terdengar dari mulut Errando tepat setelah kepergian Rama dari ruangannya. Errando bahkan terlihat mengetuk ketukan jari tangannya selama beberapa kali ke atas meja sambil memikirkan segalanya.
Errando seakan masih tidak percaya jika segala hal yang terjadi tersebut benar-benar karenanya. Sebuah kesalahan yang bahkan Errando sendiri tidak pernah merasa telah melakukannya, membuat Errando hanya bisa terus menghela nafasnya panjang karena selama ini ternyata dia lah penyebab dari perpecahan kedua keluarga tersebut.
Krucuk... krucuk....
Suara perut Errando yang berbunyi secara tiba-tiba, membuat Errando langsung tersadar dari lamunannya. Ditatapnya arloji yang melingkar ditangannya yang kini menunjukkan pukul 9 malam, membuat Errando lantas langsung kembali menghela nafasnya panjang ketika baru mengingat bahwa ia belum memakan apapun sejak tadi siang.
Errando yang merasa kelaparan kemudian mulai bangkit dari posisinya dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut menuju ke arah dapur untuk mencari makanan.
Hanya saja disaat langkah kaki Errando membawanya menuju ke arah dapur, sebuah suara mangkuk yang beradu dengan dentingan sendok dan garpu lantas terdengar di pendengaran Errando, membuat Errando langsung mempercepat langkah kakinya karena penasaran akan suara dentingan yang berasal dari dapur itu.
"Apakah bi Surti belum pulang ya?" ucap Errando pada diri sendiri bertanya-tanya.
**
Ketika sampai di area dapur, langkah kaki Errando lantas terhenti seketika disaat ia melihat Alena tengah menikmati semangkuk makanan yang Errando sendiri tidak tahu apa itu, namun ketika Errando melangkahkan kanya semakin mendekat ke arah meja makan bau dari masakan tersebut begitu menggoda dirinya, membuatnya hampir meneteskan air liurnya karena menginginkan makanan tersebut.
"Bau apa ini? mengapa begitu menggoda dan semakin membuat cacing-cacing diperut ku semakin berdemo." ucap Errando dalam hati.
Sedangkan Alena yang menyadari kehadiran Errando di sana berusaha untuk acuh dan tidak terlalu memperhatikan Errando, walau Errando melewatinya sekalipun sambil melirik ke arahnya, namun Alena berusaha untuk cuek dan meneruskan kegiatan makannya.
Errando terlihat terus melangkahkan kakinya menuju ke arah dapur untuk melihat ada makanan apa di sana, namun sayangnya tidak ada satupun masakan yang tersedia di lemari makanan. Errando terdiam sejenak mencoba untuk mencari solusi dari permasalahannya, tidak mungkin bukan Errando tiba-tiba meminta tolong kepada Alena setelah apa yang dilakukannya tadi kepada Alena?
__ADS_1
Errando yang tak kunjung menemukan jalan keluar juga, sedangkan perutnya yang kembali bersuara lantas pada akhirnya menuang segelas air putih di gelasnya dan melangkahkan kakinya dengan lesu ke arah meja makan sambil mendudukkan bokongnya tepat di sebelah Alena, setidaknya mencium aromanya saja mungkin akan membuatnya kenyang.
Alena yang melihat Errando mengambil duduk di sebelahnya hanya melirik sekilas ke arah Errando kemudian melanjutkan makannya.
"Apa yang sedang kamu makan?" tanya Errando sambil meneguk air putih di gelasnya.
"Mie instan" jawab Alena dengan singkat.
Mendengar ucapan Alena membuat Errando langsung menoleh seketika. Errando baru tahu jika ternyata Alena juga menyukai makanan instan tersebut padahal kalori dan juga zat lain yang tidak baik untuk tubuh terdapat di dalam makanan instan tersebut. Membuat Errando lantas langsung berdecak selama beberapa kali sambil meminum kembali air putih di gelasnya.
"Ada apa? Apa kau juga akan melarang ku untuk memakan mie ini? Bukankah kalian terlalu kejam? Aku bahkan hanya ingin menikmatinya tapi kalian selalu saja melarang ku!" ucap Alena dengan nada yang kesal namun sambil menyuapkan mie instan ke dalam mulutnya ketika ia teringat bahwa disaat Alena di rumah kedua orang tua dan juga kakaknya ikut melarangnya memakan makanan instan.
Errando yang mendengar nada ketus sekaligus luapan emosi dari Alena tentu saja terkejut, Errando bahkan sampai menggaruk tengkuknya yang tidak gatal ketika mendengar ucapan dari Alena barusan.
"Aku bahkan tidak mengatakan apa-apa tapi kamu sudah menyimpulkan segalanya seperti itu." ucap Errando yang lantas membuat Alena langsung menatap ke arahnya.
"Dasar GR, aku bahkan tidak mengatakan hal tersebut. Jika kau suka makan saja, selagi tidak berlebihan itu bukanlah masalah." ucap Errando dengan nada yang santai kemudian bangkit dari posisinya.
Alena yang mendengar jawaban Errando barusan lantas langsung memutar tubuhnya dan menatap ke arah Errando.
"Jadi kamu tidak melarangnya?" tanya Alena sekali lagi mencoba untuk memastikan ucapan Errando barusan.
Mendengar pertanyaan dari Alena barusan lantas langsung menghentikan langkah kakinya, dengan perlahan Errando mulai berbalik badan kemudian mengangguk ke arah Alena sekan mengiyakan ucapan dari Alena barusan. Membuat senyuman lebar langsung mengembang di wajah Alena begitu melihat jawaban dari Errando barusan. Baru setelah itu Errando kembali melangkahkan kakinya dan berlalu pergi dari sana, namun sayangnya sebuah perkataan yang keluar dari mulut Alena lantas kembali menghentikan langkah kaki Errando dengan seketika.
__ADS_1
"Apa kamu mau makan mie instan juga bersamaku?" tanya Alena kemudian.
***
Beberapa menit kemudian
Alena yang baru saja selesai membuat satu bungkus mie instan untuk Errando, lantas terlihat melangkahkan kakinya menuju ke arah dapur dan menghidangkannya di hadapan Errando.
Seulas senyum terlihat merekah pada wajah Errando ketika mencium aroma harum yang sejak awal sudah menggoda dirinya. Errando menatap semangkuk mie instant dengan kuah kaldu soto yang kental disertai telur ceplok dan juga beberapa pelengkap lainnya yang memenuhi mangkuk mie tersebut, membuat siapa saja pasti akan tergoda ketika melihat hidangan tersebut.
"Terima kasih" ucap Errando dengan tersenyum cerah.
"Apa yang kau lakukan, ini bahkan hanya semangkuk mie instan, kenapa kamu senang sekali?" ucap Alena sambil menyembunyikan ekspresi wajahnya yang terlihat sedikit bersemu ketika mendengar ucapan terima kasih dari Errando.
Alena yang melihat Errando mulai menikmati makanannya lantas terlihat sangat bahagia. Jika dilihat dari ekspresi wajah Errando yang seperti itu, sepertinya Errando baru merasakan makanan tersebut, membuat Alena sesekali tertawa kecil ketika melihat ekspresi wajah Errando.
Errando yang sadar Alena tengah mengamati dirinya yang sedari tadi sedang makan, lantas terlihat meletakkan sendok dan garpunya kemudian menatap ke arah Alena dengan tatapan yang menelisik, membuat Alena menjadi salah tingkah ketika ditatap seperti itu oleh Errando.
"Ada apa?" tanya Alena dengan raut wajah yang penasaran ketika melihat ekspresi wajah dari Errando.
Mendengar pertanyaan tersebut Errando langsung menghela nafasnya dengan panjang kemudian mengambil segelas air di gelasnya dan meminumnya perlahan, membuat Alena semakin dibuat penasaran akan tingkah dari Errando barusan.
"Apa yang terjadi sebenarnya antara kamu dan juga Laura? Apa itu karena aku?" tanya Errando kemudian yang lantas membuat Alena terdiam seketika di saat mendengar pertanyaan tersebut.
__ADS_1
"Aku..."
Bersambung