
"Harusnya kau ucapkan kata perpisahan saja, mengapa kau suka sekali menyiksa dirimu?" ucap Errando dengan nada yang lirih kemudian berbalik badan hendak berlalu pergi dari sana.
Hanya saja ketika tubuh Errando baru saja berbalik badan, Alena yang menggeser tubuhnya ke arah samping tanpa sadar menggenggam dengan erat tangan Errando dan mulai bergumam namun masih dengan kelopak mata yang terpejam.
"Jangan pergi Er... apa aku berbuat salah padamu hingga kamu tega melakukan ini padaku?" ucap Alena dengan nada yang lirih membuat langkah kaki Errando langsung terhenti seketika.
Errando yang tidak mengetahui apapun malah berpikir bahwa Alena mendengar semua ucapannya, membuat Errando langsung terdiam sejenak sambil memejamkan matanya perlahan dan terus merutuki kebodohannya karena keceplosan mengatakan hal tersebut barusan. Helaan nafas terdengar dari mulut Errando selama beberapa kali, sepertinya pria itu kini tengah sibuk memikirkan jawaban yang pas untuk ucapan Alena barusan.
Dengan gerakan yang perlahan Errando kemudian mulai berbalik badan dan bersiap untuk menanggapi ucapan Alena yang tiba tiba itu.
"Dengarkan aku... semuanya tidak seperti..." ucap Errando sambil berbalik badan.
Hanya saja ketika Errando berbalik badan yang ia dapatkan malah Alena tengah tertidur dengan pulasnya, membuat Errando hanya bisa menatap tak percaya ke arah Alena.
"Menyebalkan!" ucap Errando dengan nada penuh penekanan.
Errando yang kesal lantas langsung menghempaskan tangan Alena begitu saja, hingga Alena yang tadinya sudah tertidur dengan pulasnya langsung terbangun seketika karena terkejut tangannya yang tiba tiba terhempas ke bawah dan membentur bagian kolong ranjang cukup keras.
"Aw" pekik Alena sambil bangkit dari posisinya dan memegangi tangannya yang terbentur kolong ranjang.
Errando yang mendengar rintihan Alena bukannya membantunya malah tetap melanjutkan langkah kakinya kemudian duduk dengan santai di sofa sambil membaca sebuah majalah, membuat Alena hanya bisa melongo menatap ke arah Errando yang malah bersikap sesantai itu.
"Apa yang kau lakukan Er? kau menyakiti ku!" ucap Alena dengan nada yang lirih.
__ADS_1
Mendengar ucapan Alena barusan, membuat Errando hanya menatap sekilas ke arah Alena kemudian kembali fokus membaca majalahnya tanpa memperdulikan Alena atau bersikap heboh karena tangan Alena yang terbentur ranjang.
"Oh itu, ada nyamuk tadi mangkanya aku membantu mu tadi." ucap Errando dengan santainya.
"Membantu ku katamu? Apa kamu tidak salah?" ucap Alena yang terkejut ketika mendengar jawaban dari Errando barusan.
Tidak ada jawaban apapun lagi setelahnya, yang terjadi hanyalah keheningan di dalam ruangan kamar tersebut, membuat Alena jadi serba salah sambil sesekali melirik ke arah sofa mencari tahu apa yang tengah di lakukan Errando saat ini.
Sedangkan Errando yang tahu ia sedang di perhatikan, lantas langsung meletakkan majalahnya dan mulai merebahkan tubuhnya di sofa, tanpa memperdulikan pandangan Alena yang sedari tadi terus fokus menatap ke arahnya. Alena yang terkejut ketika melihat Errando merebahkan tubuhnya di sofa, langsung dengan spontan bangkit dari posisinya dan melangkahkan kakinya mendekat ke arah Errando kemudian berhenti tepat di saat jarak antara Alena dan juga Errando hanya tersisa beberapa centi saja.
"Bangun dan tidurlah di ranjang! biar aku yang tidur di sofa malam ini." ucap Alena kemudian.
Mendengar suara tersebut Errando yang semula memejamkan matanya perlahan lahan mulai membuka kelopak matanya dan menatap ke arah Alena dengan tatapan yang tajam.
"Jangan melengkapi ku dengan kata kata tak punya perasaan karena membiarkan mu tidur di sofa, walau aku tidak menyukai dirimu tapi setidaknya aku tidak sekejam itu!" ucap Errando dengan nada yang dingin.
"Apa dengan kamu membiarkan ku tidur di atas ranjang akan mengubah segalanya By? Bagaimana dengan rasa sakit karena kata katamu? Apa kamu juga bisa menggantikannya?" ucap Alena dengan nada yang tertahan membuat Errando langsung menatap ke arah Alena dengan tatapan yang tidak biasa.
"Jika kau memang sudah tidak sanggup, berhentilah dan pergi. Bukankah hal itu mudah untuk kau lakukan?" ucap Errando dengan santainya.
Sedangkan Alena yang mendengar ucapan Errando barusan membuat kata katanya tercekat di tenggorokan, Alena bahkan tidak tahu lagi harus mengatakan apa kepada Errando ketika menghadapi tingkah Errando yang seperti itu.
"By..." panggil Alena dengan nada yang panjang.
__ADS_1
Hanya saja ketika mendengar panggilan tersebut bukannya memberikan jawaban, yang Errando lakukan malah memunggungi Alena, yang lantas membuat Alena hanya bisa menghela nafasnya dengan panjang ketika melihat tingkah Errando yang seperti itu.
"Aku mengantuk, pergi tidur dan jangan lagi mengganggu ku!" ucap Errando dengan posisi memunggungi Alena tanpa melihat wajah Alena sama sekali.
Pada akhirnya Alena hanya bisa kembali ke tempat tidurnya tanpa bisa mendapatkan apapun dari pembicaraan keduanya dan malah kembali berakhir dengan perasaan sakit hati yang selalu saja Alena dapatkan ketika ia berbicara berdua bersama dengan Errando. Sekeras apapun usahanya nyatanya sama sekali tak membuahkan hasil apapun untuk bisa memperbaiki rumah tangganya.
****
Keesokan harinya
Errando yang baru saja keluar dari kamar mandi, lantas langsung melangkahkan kakinya hendak menuju ke arah walk in closed untuk mencari setelan jasnya yang akan ia gunakan untuk bekerja. Ketika langkah kakinya melewati ranjang, gerakan kakinya langsung terhenti seketika di saat ia melihat satu set setelan jas lengkap dengan dasi dan kaus kaki di atas ranjang. Errando yang melihat pakaiannya di sana kemudian lantas mengernyit dengan bingung, bukan karena setelan jas tersebut melainkan karena Alena yang tahu bahwa hari ini Errando akan pergi untuk bekerja.
"Ia tahu dari mana aku akan ke kantor hari ini? Jangan bilang Rama? Dasar pria itu tidak pernah sekali saja tidak membuka mulutnya!" ucap Errando menggerutu kesal karena mengira Alena mengetahuinya dari Rama asistennya.
Dengan langkah yang bergegas tanpa memperdulikan lagi masalah jas tersebut, Errando kemudian melipir ke arah kanan dan meneruskan kembali langkah kakinya untuk mencari setelan jasnya tanpa berniat sedikit pun untuk memakai setelan jas pilihan Alena yang telah di siapkan di atas ranjang.
**
Sementara itu Alena yang baru saja dari meja makan, lantas melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar utama hendak memanggil Errando untuk sarapan pagi bersama. Hanya saja ketika ia hampir sampai di kamar utama, Alena dan Errando malah bertemu di sana membuat langkah kaki Alena lantas terhenti dan langsung menghela nafasnya panjang ketika melihat Errando tidak memakai setelan jas pilihannya yang sudah ia siapkan sedari tadi.
"Kamu tidak memakai pakaian yang aku siapkan By?" tanya Alena dengan lembut.
"Aku tidak menyukainya, pilihan mu itu terlalu norak!" ucap Errando dengan nada yang dingin.
__ADS_1
"Mau kemana kau anak nakal!" ucap sebuah suara dengan tiba tiba yang lantas membuat Alena dan juga Errando dengan spontan menoleh ke arah sumber suara.
Bersambung