Antara Cinta & Dendam

Antara Cinta & Dendam
Wanita baik-baik


__ADS_3

Taman


Setelah pembicaraan yang tidak ada ujungnya dengan Alex pada akhirnya Alena memutuskan untuk melipir sebentar ke area taman, sekedar untuk merefresh pikirannya yang begitu penuh dan juga kacau itu. Alena menghela napasnya dengan panjang sambil menatap ke arah bunga-bunga yang berjajar rapi di taman tersebut. Beruntung suasana taman kali ini sedang sepi karena jam kerja kantor, sehingga Alena masih bisa merasakan keasrian taman tanpa terganggu dengan orang-orang yang berlalu lalang di taman.


Pikiran Alena saat ini benar-benar sedang kacau dan tidak tahu lagi harus bagaimana untuk menghadapinya. Alena mengusap rambutnya dengan kasar ke belakang dan mengambil posisi menunduk, mencari sebuah kenyamanan untuk menenangkan hatinya yang tengah kacau saat ini. Hingga kemudian sebuah suara yang tanpa diduga-duga terdengar menggema di telinganya, membuat Alena langsung mendongak seketika ke arah sumber suara.


"Apa aku boleh bergabung dengan mu disini?" ucap sebuah suara yang lantas membuat Alena bangkit dari posisinya.


Alena yang melihat suara tersebut berasal dari Steven lantas langsung memutar bola matanya dengan jengah. Alena bahkan sampai heran tidak dimanapun ia berada pasti selalu saja bertemu dengan Steven. Ditatapnya area sekitar untuk memastikan apakah kali ini ia juga akan bertemu dengan Laura, namun setelah Alena mengedarkan pandangannya ke arah sekitar beruntung Steven hanya seorang diri saja. Sehingga membuat Alena bisa bernapas dengan lega karena tidak harus bertemu dengan Laura disini.


Steven yang tak kunjung mendengar Alena berbicara lantas menatap dengan bingung ke arah Alena karena sedari tadi Alena hanya diam sambil celingukan kesana kemari seperti tengah mencari keberadaan seseorang di sana. Steven yang hanya melihat Alena diam saja lantas mengambil duduk begitu saja tanpa menunggu persetujuan dari Alena terlebih dahulu.


"Siapa yang sedang kau cari?" tanya Steven yang lantas menghentikan gerakan Alena yang sedari tadi mencari Laura.


"Tidak ada, aku hanya heran saja mengapa kita selalu saja bertemu dimanapun tempatnya? Apa kau memang sengaja melakukan hal tersebut?" ucap Alena kemudian tanpa basa-basi.


Mendapat pertanyaan tersebut Steven langsung salah tingkah, ia benar-benar seperti tengah tertangkap basah mengikuti seseorang. Steven berdehem dengan pelan mencoba meminimalisir kegugupannya, setidaknya agar tidak terlalu terlihat jika apa yang ada dipikiran Alena adalah kenyataannya.


"Kita hanya bertemu sebanyak dua kali, aku rasa ini bukan hanya sebuah kebetulan bisa jadi kita berjodoh, kau juga pernah mendengar ungkapan tersebut bukan?" ucap Steven mencoba untuk mengalihkan arah pembicaraan Alena.

__ADS_1


"Jodoh kepalamu itu! Jangan bercanda Steve kau tahu aku sudah bersuami, bukan?" ucap Alena dengan nada yang datar, membuat seulas senyum nakal terlihat terbit dari wajah Steven ketika mendengar perkataan dari Alena barusan.


"Ayolah Al jangan terlalu kaku, lagi pula aku tahu permasalahan yang kau hadapi dengan Errando jadi kamu tidak perlu berakting lagi di depan ku." ucap Steven dengan santainya.


Alena menghela napasnya dengan panjang ketika mendengar perkataan dari Steven barusan. Jika sudah seperti ini berbohong pun pasti akan percuma. Alena merutuki kebodohannya sendiri yang menganggap bahwa Steven tidak mengetahui segala kebenarannya namun nyatanya Steven mengetahuinya tanpa Alena harus membukanya terlebih dahulu.


"Apa ada sesuatu yang terjadi Al? Aku lihat wajah mu suntuk sekali sedari tadi." ucap Steven sambil sesekali melirik ke arah Alena.


Sedangkan Alena yang mendapat pertanyaan tersebut hanya bisa melirik sekilas ke arah Steven kemudian tersenyum, membuat Steven bertanya-tanya apa yang membuat Alena tersenyum kepadanya saat ini. Perlahan-lahan Alena mulai bangkit dari posisinya dan menatap ke arah Steven dengan tatapan yang menelisik. Meski Steven terus menanyakan perihal Rumah tangganya, namun Alena sama sekali tidak berniat untuk membaginya dengan orang luar. Lagipula ini adalah urusan Rumah tangganya, bukankah harusnya cukup keluarga saja yang tahu permasalahan Rumah tangga?


"Aku permisi dulu ya mungkin lain kali kita sambung lagi obrolan kita." ucap Alena dengan sebisa mungkin memasang senyuman ke arah Steven, kemudian melangkahkan kakinya berlalu pergi meninggalkan Steven begitu saja tanpa menunggu jawaban darinya.


Mendengar teriakan dari Steven barusan membuat Alena berbalik badan sekilas kemudian sedikit menunduk ke arah Steven sambil tersenyum, baru setelah itu kembali melangkahkan kakinya meninggalkan Steven di sana seorang diri. Steven menatap kepergian Alena dengan tatapan yang tidak bisa dimengerti, hanya dengan melihatnya saja Steven benar-benar tahu bahwa Alena seorang wanita baik-baik. Jika bukan karena Laura tentu ia tidak akan mau melakukan hal ini kepadanya.


Entah mengapa, melihat raut wajah Alena yang sedih membuat hati Steven sedikit bersimpati. Seakan ada sesuatu yang mendorongnya untuk membuka hatinya agar kian membesar dan membantu Alena dengan tulus.


"Ada yang berbeda dari Alena dan aku yakin Errando juga menyadari hal itu mangkanya Errando begitu mencintainya." ucap Steven sambil menatap punggung Alena yang terlihat kian jauh hingga tidak lagi terlihat dati pandangannya.


***

__ADS_1


Sementara itu di sebuah tempat hiburan malam, terlihat Errando tengah terduduk sambil terus menuangkan minuman ke dalam gelasnya dan menenggaknya begitu saja lagi dan lagi. Entah sudah gelas yang ke berapa kalinya Errando meminumnya, hingga membuat matanya sedikit sayu dan melayang.


Errando tersenyum dengan perlahan kemudian tertawa ketika di dalam gelas yang ia pegang bayangan Alena terlihat dengan jelas di sana dan kini tengah menatapnya dengan tatapan yang kesal. Errando mengangkat tinggi-tinggi gelasnya kemudian kembali tertawa seperti layaknya orang gila.


"Sebenarnya apa mau mu Al? Kau... benar-benar sulit sekali untuk di tebak! Apa kau sedang ingin membalas ku sekarang? Ckckck kau benar-benar sesuatu rupanya.... Hahaha...." ucap Errando dengan nada yang melantur sambil terus memandangi gelas yang ada ditangannya saat ini.


Sementara itu dari arah pintu masuk terlihat Steven mulai melangkahkan kakinya memasuki klub miliknya. Dari arah kejauhan ia seperti melihat seseorang yang tak asing baginya tengah tersenyum seperti orang gila ditengah-tengah hiruk -pikuk musik dan gemerlapnya lampu tempat hiburan malam tersebut berada.


"Apa yang dia lakukan disini?" ucap Steven bertanya-tanya.


Sambil melangkahkan kakinya dengan raut wajah yang bingung. Steven terus membawa langkah kakinya mendekat ke arah seseorang kenalannya. Hingga ketika jarak keduanya hanya tersisa setengah meter saja barulah Steven menghentikan langkah kakinya dan menatap dengan penuh tanda tanya ke arahnya.


"Apa yang kamu lakukan disini Er?" tanya Steven kemudian dengan raut wajah yang penasaran.


Mendengar pertanyaan tersebut Errando lantas dengan spontan mendongak sambil tersenyum dengan lebar ke arah sumber suara.


"Alena.... Kau tahu aku sedang disini?" ucap Errando dengan senyum yang mengembang sambil bangkit menuju ke arahnya.


"Alena?"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2