Antara Cinta & Dendam

Antara Cinta & Dendam
Kedatangan Silvi


__ADS_3

Meja makan


Pagi ini Alena yang kedatangan mertuanya ke rumah secara mendadak lantas terlihat menunjukkan segala kemampuan memasaknya, hitung-hitung sekaligus menarik hati Silvi agar lebih menyukainya.


Dengan gerakan yang cekatan Alena mulai memasukkan satu persatu bahan makanan ke dalam panci penggorengan, karena hari ini Alena mendapatkan tamu spesial khusus untuk mertuanya Alena membuat udang tumis saus mentega dan juga beberapa olahan lainnya yang pastinya siap menggoyang lidah Silvi ketika menikmatinya.


Alena yang melihat Silvi terus memperhatikannya, lantas langsung mengecilkan bara api di kompornya kemudian menatap ke arah Silvi.


"Mengapa Mama malah menatap ku? Apa puding buatan ku tidak enak Ma?" tanya Alena ketika melihat Silvi terus saja memandanginya tanpa menyentuh pudingnya sama sekali.


Mendengar pertanyaan dari menantunya tersebut Silvi lantas tersenyum dengan cerah, entah harus bagaimana Silvi mengungkapkan kekagumannya kepada sosok menantunya itu. Walau Alena terlahir di keluarga yang berada sama sekali tidak pernah membuatnya manja dalam segala hal, kegigihan Alena dalam mengerjakan sesuatu dan juga prestasinya di bidang akademi maupun atitudnya, membuat Silvi jatuh cinta pada sosok Alena dan ingin menjadikannya menantunya.


Silvi kemudian bangkit dan melangkahkan kakinya mendekat ke arah di mana Alena berada saat ini dengan senyum yang mengembang, di genggamnya erat tangan Alena sambil menatapnya dalam-dalam.


"Mama bahagia sekali... impian Mama untuk menjadikan mu menantu Mama akhirnya terwujud juga. Tetaplah menjadi dirimu sendiri ya Len? Karena Mama menyukai itu, jika Errando menyakiti mu jangan segan untuk mengadukannya kepada Mama, biar Mama sendiri yang akan menghukum anak nakal itu." ucap Silvi sambil masih mengulum senyuman di bibirnya.


Alena yang mendengar ucapan Silvi barusan tentu saja merasakan kehangatan yang tiada kira, walau sikap Errando begitu dingin padanya tapi setidaknya masih ada Silvi yang siap memberikannya kasih sayang selayaknya Ibunya sendiri.


Alena kemudian tersenyum sambil memeluk tubuh Silvi sebentar dan detik berikutnya sedikit tersentak ketika ia baru mengingat bahwa hari ini Errando berangkat ke kantor. Dengan gerakan yang terburu-buru Alena kemudian mematikan kompornya dan bersiap untuk melangkahkan kakinya naik ke atas.


"Mama aku tinggal sebentar ya? Errando hari ini masuk kerja dan aku lupa belum memanggilnya untuk sarapan." ucap Alena sambil melangkahkan kakinya bergegas meninggalkan Silvi di sana.

__ADS_1


Silvi yang melihat kepergian menantunya itu lantas menatap dengan tatapan yang kebingungan, bukan karena Alena yang hendak memanggil Errando melainkan lebih ke kata kata Alena yang mengatakan bahwa Errando akan pergi bekerja hari ini.


"Dasar anak nakal!" ucap Silvi dengan nada yang kesal.


***


"Mau kemana kau anak nakal!" ucap sebuah suara dengan tiba tiba yang lantas membuat Alena dan juga Errando dengan spontan menoleh ke arah sumber suara.


Errando yang melihat seseorang yang tak asing di ingatannya lantas langsung menelan salivanya dengan kasar karena tidak menyangka bahwa Silvi datang ke mansionnya tanpa mengabarinya terlebih dahulu.


"Apa yang Mama lakukan di sini? Ah bukan... maksud ku mengapa Mama tidak mengabari ku terlebih dahulu jika hendak ke mari? Aku kan bisa menjemput mama tadi." ucap Errando salah tingkah ketika melihat Silvi datang ke rumahnya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.


Hingga kemudian Errando yang tidak tahu lagi harus bersembunyi di mana, lantas tanpa berpikir panjang lagi langsung bersembunyi di belakang punggung Alena, membuat gerakan tangan Silvi kemudian mengambang di awang awang begitu melihat Errando sembunyi di belakang Alena saat ini.


"Bagus sekali ya kamu malah bersembunyi pada punggung istri mu, kemari kau anak nakal! Jangan sembunyi di belakang istrimu seperti itu!" ucap Silvi sambil menunjuk ke arah Errando agar keluar dari balik punggung istrinya.


"Sudahlah Ma, lagi pula Errando bukanlah lagi anak-anak... jadi biarkan Errando kali ini ya? ya?" ucap Errando dengan nada yang terdengar manja, membuat Alena langsung tersenyum seketika di saat melihat tingkah laku ibu dan anak ini.


Errando yang mengerti Alena kini tengah menertawakannya, lantas langsung mendekatkan tubuhnya ke arah Alena dan membisikkan sesuatu ke telinganya.


"Cepat suruh mama untuk berhenti sekarang!" ucap Errando dengan nada yang dingin membuat Alena dengan spontan menghentikan senyumannya.

__ADS_1


Errando mendorong sedikit pinggang Alena agar maju dan mulai melakukan perintahnya, membuat Alena yang mendapat perlakuan itu hanya bisa pasrah namun berusaha untuk menjauhkan tangan Errando dari pinggangnya karna apa yang dilakukan oleh Errando menyakitinya.


Silvi yang melihat ada yang aneh dari interaksi keduanya, lantas mulai menatap dengan penuh tanda tanya ke arah Errando dan juga Alena. Silvi merasa seperti ada yang tengah ditutupi oleh keduanya, namun Silvi tidak tahu apa itu. Silvi terdiam di tempatnya sambil terus memperhatikan gerak gerik keduanya, hingga ketika jarak antara Alena dan juga Silvi hanya tinggal beberapa centi saja, barulah Selvi mengambil posisi bersendekap dada dan menatap ke arah putra dan juga menantunya itu.


"Sudah ya ma? Biarkan Errando untuk berangkat bekerja... bagaimana kalau kita mencoba resep baru setelah sarapan? Bukankah itu ide yang bagus Ma?" ucap Alena kemudian dengan nada yang ragu berharap Silvi akan menuruti ucapannya dan mau membiarkan Errando pergi bekerja.


Silvi yang mendengar ucapan Alena barusan mendadak terlintas sebuah ide yang cemerlang, membuat Alena yang melihat ekspresi wajah Silvi menjadi bertanya tanya.


"Baik, Mama akan mengijinkannya, asalkan... biarkan Mama untuk menginap di sini malam ini!" ucap Silvi dengan senyum yang mengembang.


Sedangkan Errando yang mendengar ucapan Ibunya barusan, lantas langsung keluar dari tempat persembunyiannya sambil menatap ke arah Silvia dengan tatapan yang tidak percaya. Jika sampai Silvi benar benar menginap di sini yang ada Errando dan juga Alena pasti harus berakting agar terlihat seperti pasangan romantis pada umumnya yang tentu saja Errando tidak akan sanggup melakukan hal tersebut.


"Iya/tidak" ucap Alena dan juga Errando secara bersamaan namun dengan jawaban yang berbeda.


Baik Errando maupun Alena tentu saja langsung saling pandang satu sama lain ketika jawaban keduanya sama sekali tidak kompak. Errando kini bahkan sampai melotot ke arah Alena seakan mengisyaratkan agar Alena tidak mengijinkan Silvi untuk menginap di sini malam ini.


"Baiklah sudah di putuskan, tidak ada acara kantor kantoran hari ini dan malam ini mama tetap akan menginap di sini titik." ucap Silvi memutuskan membuat Errando dengan spontan langsung menatap ke arah Silvi dengan tatapan yang tidak setuju.


"Ma..."


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2