
Sky holic
Alena melangkahkan kakinya secara perlahan dan juga mengendap-endap menuju ke arah dimana meja Santi dan juga Riki berada, sambil sesekali melirik ke arah sekitar Alena berharap kali ini ia tidak akan bertemu dengan Errando ataupun Steven. Hanya saja ketika langkah kakinya hanya tinggal beberapa meter saja dari posisi di mana Riki dan juga Santi berada, sebuah tarikan yang berasal dari baju bagian belakangnya lantas langsung membuatnya terkejut dengan seketika karena tarikan yang tiba-tiba tersebut.
"Apa yang sedang kau lakukan?" ucap Errando sambil sengaja menarik baju bagian belakang Alena.
Mendengar sebuah suara yang Alena hapal betul siapa pemilik suara tersebut, tentu saja langsung membuat Alena terdiam seketika. Sambil memejamkan matanya secara sekilas Alena mulai berbalik badan dan menatap ke arah belakang, meski Alena tahu bahwa pemilik dari suara itu adalah Errando, namun Alena tetap saja berharap bahwa yang menarik bajunya bukanlah Errando.
Helaan napas terdengar dengan jelas keluar dari mulut Alena begitu ia mengetahui bahwa pemilik suara tersebut adalah Errando.
"Aku hendak menjemput suami ku yang tengah mabuk, apa itu salah?" ucap Alena kemudian yang lantas membuat Errando mengernyit ketika mendengar kata suami keluar dari mulut Alena.
"Maksud mu suami palsu?" ucap Errando sambil bersendekap dada.
Mendengar perkataan Errando barusan tentu saja langsung membuat Alena melotot dengan seketika. Meski Alena tentu paham apa yang dikatakan oleh Errando tapi Alena belum siap jika harus memberitahukan segalanya kepada Errando termasuk tentang Aksa.
"Apa... Suara musiknya terlalu kencang aku tidak bisa mendengarnya! Aku pergi dulu ya..." teriak Alena pura-pura tidak mendengar perkataan Errando barusan kemudian berbalik badan dan mulai melangkahkan kakinya pergi dari sana.
Errando yang tahu bahwa Alena hanya pura-pura tidak mendengarnya, lantas langsung tersenyum dengan tipis. Errando yang sama sekali tidak ingin kehilangan Alena saat itu lantas langsung menarik tangan Alena dengan cukup keras, membuat tubuh Alena langsung berbalik badan dan terhuyung menempel kepada tubuh Errando. Hal itu tentu saja membuat Alena terkejut dengan seketika begitu Errando mendadak memeluknya dengan erat sambil mulai bergerak ke kanan dan ke kiri seakan sedang mengikuti irama musik saat itu.
"Apa yang kau lakukan sebenarnya? Jangan gila.." ucap Alena kebingungan.
__ADS_1
Alena benar-benar takut jika sampai Santi melihat ke arah sini dan berpikiran yang tidak-tidak tentang dirinya. Sampai kemudian ketika perasaan bingung dan khawatir menyelimuti dirinya, sebuah tarikan yang cukup kuat membuat Errando langsung melepas pelukannya dengan erat.
Bugh...
Pukulan yang keras mendarat tepat di pipi Errando membuatnya sampai terhuyung dan jatuh ke lantai. Suasana mendadak menegang dan tentu saja mengejutkan Alena sekaligus beberapa pengunjung di sana.
"Kau bedebah sialan!" pekik sebuah suara yang berasal dari Riki.
Alena yang melihat Riki berdiri sambil sempoyongan tentu saja terkejut bukan main. Ini lah yang Alena takutkan ketika ia harus bertemu dengan Errando di tempat ini. Alena menghembuskan napasnya dengan kasar, ia benar-benar tidak tahu lagi harus bagaimana sekarang.
"Ah aku bisa gila jika begini terus..." ucap Alena dengan raut wajah yang bimbang.
Riki yang melihat Errando sudah jatuh ke bawah sambil memegangi sudut bibirnya yang terlihat sedikit berdarah, lantas tersenyum kemudian mulai melangkahkan kakinya dengan langkah kaki yang sempoyongan hendak mendekat kembali ke arah Errando. Alena yang mengetahui langkah kaki Riki hendak menuju ke arah Errando lantas langsung berusaha menyusul langkah kaki Riki. Dipegangnya dengan erat tangan Riki sambil berusaha untuk menenangkannya seakan mengatakan kepada Riki untuk tidak perlu melanjutkan perkara ini.
"Lepaskan tangan ku Vi, dia harus diberi pelajaran karena telah berusaha mengambil Istri ku." ucap Riki sambil menatap kesal ke arah Errando saat ini.
Sedangkan Errando yang mendengar perkataan Riki di tengah hiruk pikuk suasana tempat hiburan malam tersebut, terlihat hanya tersenyum dengan tipis sambil berusaha bangkit dari posisinya.
"Apa kau baik-baik saja Er?" ucap Steven yang langsung mendekat begitu melihat ada keributan di bagian tengah tempatnya.
Mendengar pertanyaan tersebut Errando menggeleng sekilas kemudian melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Riki berada dan menatap tajam ke arah Riki.
__ADS_1
"Kau lah yang telah merebut Alena dari sisi ku, apa kau begitu menyukai kemewahan hingga berhasil memanfaatkan segala situasinya? Kau sama sekali tak pantas untuk Alena!" ucap Errando dengan nada yang berbisik membuat bola mata Riki langsung melotot dengan seketika.
Suasana saat itu kian memanas dengan perkataan yang baru saja keluar dari mulud Errando. Meskipun suara dari musik yang berputar cukup keras di tempat tersebut, namun sama sekali tak menyurutkan niat keduanya yang saling menatap tajam tanpa ingin melepaskan tatapan mereka. Beberapa pengunjung nampak saling berbisik sambil menatap ke arah keduanya, membuat Alena semakin pusing ketika melihat apa yang terjadi saat ini. Steven yang melihat keduanya hendak kembali bertengkar lantaran saling adu tatap tanpa ingin mengalah sama sekali, lantas langsung berusaha memisahnya dengan menarik tubuh Errando agar pergi menjauh dari sana.
"Sebaiknya kamu segera bawa dia pergi dari sini!" ucap Steven kepada Alena yang lantas di balas Alena dengan anggukan kepala ketika mendengar perkataan dari Steven barusan.
Mendengar perkataan Steven barusan tentu saja membuat Errando langsung melotot tajam ke arah Steven. Errando benar-benar kesal karena Steven malah menyuruh Alena pergi dari sana bukan membantunya untuk membuat Alena tetap tinggal di sini bersama dengannya.
"Apa-apaan kau itu Steve?" pekik Errando dengan kesal namun yang Errando dapatkan malah tatapan tajam dari Steven ketika mendengar kata-kata protes dari Errando barusan.
Tanpa mendengarkan perkataan Errando sama sekali, Steven kembali memberikan kode kepada Alena lewat ekor matanya untuk segera pergi dari sini sekarang juga. Membuat Alena yang melihat hal tersebut lantas mulai bergerak dan menuntun Riki agar mengikuti langkah kakinya keluar dari tempat tersebut.
"Lepaskan aku Steve! Lihatlah Alena pergi.. Lepaskan aku!" ucap Steven sambil berusaha melepaskan cengkraman Steven yang cukup kuat kepadanya.
"Kau jangan menggila di sini, apa kau ingin membuat ku bangkrut dengan tingkah mu yang membuat pelanggan tak nyaman berada di sini?" ucap Steven dengan nada yang kesal sambil mulai melepaskan cengkraman tangannya kepada Errando.
Mendengar perkataan Steven barusan tentu saja langsung membuat Errando memutar bola matanya dengan jengah.
"Jangan terlalu berlebihan!" ucap Errando dengan malas sambil melangkahkan kakinya menuju ke arah mini bar dengan diikuti Steven di belakangnya.
"Ternyata semuanya tidaklah semudah yang dibayangkan, rumah tangga ini terlalu rumit untuk diikuti kisahnya..." ucap Santi yang sedari tadi hanya bisa menyaksikan segala keributan yang terjadi diantara Errando, Riki dan juga Alena.
__ADS_1
Bersambung