Antara Cinta & Dendam

Antara Cinta & Dendam
Sesuatu yang tidak berjalan sesuai kehendak


__ADS_3

"Bagaimana pendapat Mama tentang sebuah perceraian?" ucap Alena dengan nada yang lirih namun berhasil membuat Tika terkejut ketika mendengarnya keluar langsung dari mulut Alena.


Tika yang mendengar pertanyaan dari Alena yang tiba-tiba itu, lantas langsung menatap Alena dengan tatapan yang bertanya-tanya. Dilepasnya celemek yang sedari tadi menempel di tubuhnya, Tika benar-benar terkejut akan perkataan Alena yang mendadak membahas tentang sebuah perceraian. Sambil menatap wajah putrinya dengan tatapan yang menelisik Tika lantas melangkahkan kakinya mendekat ke arah putrinya hendak mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya dengan Alena saat ini.


"Ada apa sebenarnya Al? Apa kamu menyembunyikan sesuatu dari Mama?" ucap Tika kemudian sambil menatap ke arah Alena dengan raut wajah yang penasaran.


Alena yang mendapat pertanyaan dari Tika tersebut tentu saja langsung terdiam seketika, Alena bahkan tidak tahu harus menjawab apa pertanyaan dari Tika saat ini. Lidahnya mendadak keluh tak bisa mengatakan sesuatu ataupun menjelaskan sebuah alasan yang mungkin masih bisa terdengar masuk akal bagi seorang Tika.


Sementara itu Tika yang melihat Alena hanya diam dan tak menjawab apapun pertanyaannya, lantas semakin dibuat kebingungan akan sikap Alena yang hanya diam sedari tadi. Melihat Alena yang seperti itu membuat Tika yakin bahwa ada sesuatu yang saat ini tengah disembunyikan oleh Alena.


"Aku merasa begitu egois Ma karena memaksa Riki berada dalam suatu hubungan yang sama sekali tidak ia inginkan untuk berada di tengah-tengahnya, aku benar-benar menyesal Ma... Aku sungguh tidak menyangka jika semuanya akan berakhir seperti ini, sungguh aku tidak bermaksud melukai hati Riki." ucap Alena mulai menjelaskan namun tidak secara rinci dan hanya bagian-bagian tertentu saja.


Mendengar penjelasan dari Alena barusan tentu saja membuat Tika langsung mengernyit dengan seketika, Tika benar-benar tidak paham akan maksud suatu hubungan yang dikatakan oleh Alena. Mungkinkah hubungan yang dimaksud oleh Alena adalah pernikahan yang tidak diinginkan oleh Riki? Atau malah sebaliknya? Tika yang masih tidak mengerti akan perkataan dari Alena, yang ia lakukan sedari tadi hanya bisa menatap ke arah Alena dengan tatapan yang bingung seakan mencoba menerka-nerka sekaligus mencerna setiap kata yang keluar dari mulut putrinya itu.


"Ada apa ini Al? Bisakah kamu menjelaskannya lebih detail kepada Mama? Mama takut akan salah dalam memberikan nasihat jika kamu mengatakannya dengan ambigu seperti ini." ucap Tika kemudian yang langsung membuat Alena menatap dengan seketika ke arah Tika begitu mendengarnya.


Mendapat pertanyaan tersebut Alena kemudian lantas tersenyum, dengan perlahan Alena kemudian mulai bangkit dari posisinya sambil menatap ke arah Tika dengan tatapan yang menelisik membuat Tika semakin kebingungan akan sikap putrinya yang terlihat sangat aneh itu.


"Mama tidak perlu tahu detailnya karena aku sendiri bingung harus menjelaskannya dari mana, sudahlah Ma aku naik ke atas dulu sepertinya Aksa sudah bangun sekarang." ucap Alena kemudian yang terkesan menghindar dan tidak ingin menjelaskannya lebih dalam lagi.

__ADS_1


Setelah mengatakan hal tersebut Alena kemudian mulai berbalik badan dan melangkahkan kakinya hendak naik ke atas, namun ketika ia baru melangkahkan kakinya beberapa langkah saja sebuah suara yang berasal dari Tika lantas langsung menghentikan langkah kakinya dengan seketika.


"Mama tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi kepadamu, namun yang bisa Mama sarankan sebagai orang tua adalah... Lakukan segalanya sesuai kata hati mu, jika memang kamu ingin melepaskan Riki dari hubungan yang kamu anggap tidak sehat maka lakukanlah dengan baik, jangan terus menjebaknya dalam ketidak pastian atau hanya akan memberikan luka pada salah satu diantara kalian berdua. Perpisahan mungkin memang akan mempengaruhi perkembangan Aksa, namun Mama yakin Aksa akan bisa melewatinya seiring berjalannya waktu." ucap Tika kemudian yang lantas membuat Alena berbalik badan dan menatap ke arahnya.


"Terima kasih banyak Ma..." ucap Alena kemudian dengan tersenyum cerah setelah mendengar perkataan dari Tika barusan.


***


Area kamar mandi


"Apa kau bahagia sekarang? Bagaimana rasanya? Apakah menyenangkan?" ucap sebuah suara yang lantas membuat Riki terkejut ketika mendengarnya.


Riki yang mendengar sebuah suara yang tak asing di pendengarannya lantas langsung berbalik badan dan menoleh ke arah sumber suara.


Mendapat pertanyaan tersebut membuat Errando langsung tersenyum seketika yang tentu saja membuat Riki bertanya-tanya akan maksud dari senyuman tersebut.


"Yang aku lakukan saat ini adalah memberikan apa yang kamu inginkan, bukankah kamu ingin sebuah kedudukan dan juga jabatan? Sekarang aku mencoba untuk memberikannya kepadamu, nikmatilah sesuatu yang kamu inginkan asal setelah itu berhenti mengganggu Alena dan pergi dari kehidupannya, jika memang hanya sebuah jabatan dan juga harta aku bisa memberikannya lebih dari ini." ucap Errando dengan nada yang berbisik tepat di telinga Riki setelah itu berlalu pergi dari sana meninggalkan Riki dengan raut wajah yang terkejut.


Mendengar perkataan dari Errando barusan tentu saja membuat Riki langsung terdiam seketika seakan saat ini Riki berusaha mencerna setiap kata yang keluar dari mulut Errando.

__ADS_1


"Apa yang ia maksud sebenarnya? Apakah ini tentang tender tersebut?" ucap Riki kemudian bertanya-tanya sambil menatap ke arah kepergian Errando.


***


Area lorong


Riki yang tak ingin mengambil pusing akan perkataan Errando kepadanya tadi, lantas terlihat mulai melangkahkan kakinya menuju ke arah ruangan tempat dilangsungkannya acara tender tadi. Dengan langkah kaki yang perlahan Riki nampak melangkahkan kakinya sambil membuang segala hal negatif yang saat ini tengah berputar di kepalanya tanpa henti.


Disaat Riki berada tepat di ruangan tersebut, Riki yang bersiap memutar handel pintu ruangan tersebut lantas langsung menghentikan langkah kakinya begitu mendengar sesuatu yang tak seharusnya ia dengar saat ini.


"Terima kasih karena anda telah mempertimbangkan saran saya." ucap sebuah suara yang tentu saja berasal dari Errando karena memang Riki hapal betul dengan nada suara itu.


"Tentu saja pak Errando lagi pula setiap orang maupun perusahaan yang di rekomendasikan oleh pak Errando selalu saja memuaskan, saya berharap kali ini pun akan berakhir dengan sama dan pastinya memuaskan." ucap sebuah suara lainnya menanggapi perkataan Errando barusan.


"Tentu saja Pak..." ucap Errando lagi dengan tersenyum simpul ketika mendengarnya.


Sedangkan Riki yang mendengar setiap percakapan di dalam ruangan tersebut tentu saja terkejut bukan main. Sesuatu yang ia rasa berasal dari usaha dan juga kerja kerasnya ternyata hanyalah sebuah halusinasi semata. Tidak ada yang benar-benar bekerja sesuai dengan kehendaknya.


Riki yang baru saja mengetahui fakta tentang segalanya, lantas hanya terdiam mematung di tempatnya seakan terkejut dengan segala hal yang baru saja terjadi.

__ADS_1


"Ba...bagaimana bisa?"


Bersambung


__ADS_2