
Ruangan Alex
Disaat Alex tengah sibuk membicarakan perihal urusan kantor bersama dengan Fatur, sebuah suara pintu terbuka dengan disertai langkah kaki yang terdengar mendekat, lantas membuat Alex dan juga Fatur dengan spontan menoleh ke arah sumber suara untuk melihat siapa yang datang ke ruangannya.
Alex yang melihat Alena datang dengan raut wajah yang aneh, lantas mengerutkan keningnya dengan bingung sekaligus bertanya-tanya apa yang sedang terjadi dengan Alena saat ini.
"Alena, tumben kamu ke sini?" ucap Alex ketika melihat kedatangan Alena di ruangannya.
Alena yang mendapat pertanyaan dari Alex barusan lantas memberikan kode kepada Fatur agar keluar dan memberikan waktu kepada keduanya untuk mengobrol berdua. Fatur yang mengerti akan kode tersebut kemudian mulai melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Alex dan memberikan waktu untuk keduanya.
Setelah kepergian Fatur dari ruangannya, perlahan-lahan Alex mulai bangkit dari kursi kebesarannya dan menghampiri Alena kemudian menuntunnya duduk di sofa ruangan tersebut.
"Apa ada sesuatu Len?" tanya Alex kemudian dengan raut wajah yang penasaran menatap ke arah Alena.
Alena yang di tanya seperti itu tentu saja langsung terdiam seketika, Alena benar-benar bingung harus memulainya dari mana dan bertanya seperti apa kepada Alex. Sedangkan Alex yang tak kunjung mendengar jawaban dari Alena lantas menatap adiknya dengan tatapan yang bertanya-tanya. Hingga beberapa detik kemudian sebuah suara yang keluar dari mulut Alena, lantas mengejutkan Alex yang hingga kini menatapnya dengan raut wajah yang penasaran.
"Sebenarnya permasalah apa yang terjadi antara kak Alex dengan Errando?" ucap Alena kemudian dengan nada yang terdengar ragu-ragu.
Alex terdiam seketika, pikirannya melayang memutar kembali masa lalu di mana semuanya bermula. Mendengar pertanyaan Alena tentang masalah yang ia dan Errando hadapi, membuat Alex lantas kembali teringat akan apa yang terjadi hari itu. Alex yang pikirannya mulai tidak terkondisikan, lantas bangkit dari posisinya kemudian membelakangi Alena seakan enggan untuk menjelaskan detailnya kepada Alena, membuat Alena yang penasaran kemudian mulai ikut bangkit dari posisinya dan menggenggam dengan erat tangan Alex, sehingga Alex langsung dengan spontan menoleh ke arahnya.
"Aku tidak akan meminta kakak menjelaskan detailnya namun aku mohon pada kakak jelaskan semuanya kepada Errando, kakak mau ya ya? Ku mohon..." ucap Alena berusaha untuk membujuk Alex agar mau melakukan permintaannya.
__ADS_1
Alex yang mendengar rengekan Alena hanya diam saja tanpa mengiyakannya ataupun menyanggah permintaan dari Alena, membuat Alena terus-terusan membujuk Alex agar mau berbicara dengan Errando dan menjelaskan segalanya tanpa Alena tahu duduk permasalahannya. Jika saja Alena tahu segala alasan yang mendasari kemarahan Errando padanya, akankah Alena tetap meminta kakaknya untuk melakukan hal yang sama kepada Errando?
Alex yang terus-terusan mendengar Alena merengek, lantas menghela nafasnya dengan panjang. Masalah diantara dirinya dan juga Errando bukanlah masalah sepele yang akan selesai begitu saja jika salah satu dari keduanya meminta maaf. Alex menatap ke arah Alena yang kini memasang raut wajah yang memelas kepada Alex, membuat hati kecilnya sama sekali tidak tega melihat Alena seperti itu, sehingga pada akhirnya membuat Alex menyanggupi permintaan dari Alena sedari tadi.
"Kakak sungguh-sungguh akan melakukannya? Kakak akan benar-benar menyelesaikan permasalahan dengan Errando? Benarkah?" ucap Alena bertanya-tanya akan kesanggupan kakaknya untuk meluruskan segalanya.
"Iya bawel, tapi lusa ya?" ucap Alex kemudian sambil mengusap puncak kepala Alena dengan lembut membuat senyuman langsung merekah menghiasi wajah cantik Alena.
"Terima kasih kak" ucap Alena kemudian sambil memeluk tubuh Alex dengan erat.
Kebahagian Alena saat ini hanyalah sebuah perasaan lega semata. Alena tidak lah bodoh, ia benar-benar tahu akan ekspresi wajah Alex yang terlihat sangat tegang tersebut. Alena juga tahu ada rahasia besar diantara keduanya yang terlihat jelas dari sorot mata Alex. Hanya saja, Alena tidak ingin mencampuri urusan keduanya, daripada bertanya mungkin Alena akan lebih memilih untuk mencari tahunya sendiri dari pada harus merusak suasana, yang terpenting saat ini adalah itikad baik Alex yang ingin menemui Errando itu sudah lebih dari cukup bagi Alena untuk awal keduanya menuju jalan perdamaian.
***
Errando yang baru saja datang bersama dengan Laura lantas terlihat celingukan ke sana kemari mencari keberadaan Alena, namun sayangnya Alena sama sekali tidak terlihat di manapun. Sedangkan Laura yang baru saja masuk dan melihat Errando seperti tengah celingukan mulai menatap ke arah Errando dengan tatapan yang bingung.
"Apa kamu sedang mencari sesuatu?" tanya Laura.
Hanya saja, Errando yang mendapat pertanyaan tersebut bukannya menjawab malah melangkahkan kakinya ke arah meja makan, membuat Laura yang tidak menjawab pertanyaan apapun lantas terlihat mengikuti langkah kaki Errando yang pergi ke arah meja makan.
**
__ADS_1
Errando menatap ke arah sekeliling mencari keberadaan Alena di sana namun sayangnya tetap saja Errando tidak menemukannya di manapun, membuat Errando lantas menghentikan langkah kakinya di sana sambil berdecak kesal karena niatannya untuk memanas-manasi Alena harus gagal kali ini.
Laura kemudian mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah Errando dan menatapnya dengan raut wajah yang penasaran.
"Apa kamu sedang mencari keberadaan istri mu?" tanya Laura dengan nada yang lirih, membuat Errando langsung menoleh ke arah Laura sekilas kemudian kembali menatap ke arah depan.
"Diam lah dan tutup mulut mu!" ucap Errando dengan nada yang ketus, membuat Laura langsung tersenyum seketika di saat mendengarnya.
"Kau ternyata masih sama ya? Sulit untuk di dekati." ucap Laura kemudian yang lantas membuat Errando menatap ke arah Laura dengan tatapan yang bertanya.
Manik mata keduanya bertemu dalam sepersekian detik, dalam benak Errando kini bahkan tengah berpikir dengan keras, di mana ia pernah bertemu dengan Laura? Sehingga Laura malah mengucapkan hal tersebut dan membuat Errando kebingungan akan maksud dari ucapan Laura barusan.
Di saat Errando tengah kebingungan akan maksud dari ucapan Laura, sebuah suara pintu terbuka disertai langkah kaki yang terdengar kian mendekat ke arah keduanya. Membuat Errando yang terkejut akan suara tersebut lantas langsung mendorong tubuh Laura untuk berbaring di atas meja makan dengan tiba-tiba, sedangkan Errando mengambil posisi condong ke arah samping seakan akan ia tengah mencumbu Laura dengan penuh gairah padahal antara bibir dan juga leher Laura masih ada jarak cukup jauh yang membuat keduanya sama sekali tidak menempel.
Bruk...
Suara benda jatuh di lantai membuat Errando tersenyum seketika dan mengira bahwa Alena terkejut ketika melihat kelakuannya yang seperti ini, Errando yang ingin membuat sensasi semakin memanas lantas mencubit kecil pinggang Laura agar mengeluarkan suara rintihan yang seakan-akan tengah menikmati permainannya.
"Tidakkah kalian pegal jika harus melakukannya di atas meja makan? Apakah aku perlu menyiapkan kamar tamu untuk kalian berdua?" ucap Alena yang lantas membuat Errando terkejut bukan main ketika mendengarnya.
"Apa?" ucap Errando dengan bingung.
__ADS_1
Bersambung