Antara Cinta & Dendam

Antara Cinta & Dendam
Kembali bersama ku!


__ADS_3

Kediaman Valentino


Alena yang baru saja sampai di kediaman orang tua Errando lantas terdiam sejenak, digenggamnya dengan erat setir mobilnya sambil menatap kosong ke arah depan. Alena benar-benar merutuki kebodohannya yang sama sekali tidak menyadari setelah pertemuan terakhirnya dengan Silvi saat itu. Alena bahkan tidak menyangka bahwa apa yang ia takutkan kini benar-benar terjadi dan menghampiri dirinya.


"Apa aku bisa melakukan ini?" ucap Alena dalam hati bertanya-tanya sebelum pada akhirnya mulai melangkahkan kakinya turun dari dalam mobilnya menuju ke arah pintu utama.


Diketuknya perlahan pintu tersebut berharap Silvi akan segera menyambutnya. Sampai kemudian tak berapa lama terdengar suara langkah kaki dari area dalam mansion seperti mendekat ke arah dimana Alena berada saat ini.


"Alena?" ucap Silvi dengan raut wajah yang mengernyit menatap ke arah Alena yang saat ini terlihat memasang raut wajah gusar.


"Ada yang ingin saya bicarakan dengan anda Tan.." ucap Alena kemudian yang lantas membuat Silvi menjadi bertanya-tanya.


***


Ruang tengah


Silvi yang mendapat permintaan untuk berbicara berdua, lantas membawa Alena menuju ke arah ruang keluarga. Setelah sampai di ruang keluarga, Silvi yang hendak bertanya akan tujuan Alena datang kemari lantas dikejutkan dengan Alena yang tiba-tiba saja bersimpuh sambil menunduk seakan tengah memohon sesuatu kepada Silvi.


"Apa yang kamu lakukan Al?" ucap Silvi yang tidak mengerti akan maksud dari tingkah Alena barusan.


Meski mendengar pekikan Silvi yang memintanya untuk bangkit, namun Alena sama sekali tak bergeming dan tetap pada posisinya, hanya ini cara satu-satunya yang dapat Alena lakukan untuk menghentikan tuntutan hak asuh anak yang dilayangkan keluarga ini.

__ADS_1


"Saya mohon jangan pisahkan saya dan juga Aksa Tan.. Biarkan kami hidup bahagia berdua, Tante juga seorang Ibu dan saya rasa Tante tahu bagaimana rasanya jika kita berpisah dengan anak kandung kita sendiri, jangan lakukan ini pada saya Tan... Saya mohon cabut tuntutan tersebut." ucap Alena dengan nada yang memelas.


Mendengar perkataan Alena barusan tentu saja membuat Silvi bertanya-tanya akan maksud dari perkataan Alena kepadanya, Silvi bahkan terkejut dengan tingkah Alena yang tiba-tiba bersimpuh seperti ini dan sekarang malah ditambah dengan perkataan Alena yang memintanya mencabut tuntutan di pengadilan tanpa penjelasan sebelumnya.


"Tuntutan? Tuntutan apa yang sedang kamu bicarakan? Mama benar-benar tidak tahu." ucap Silvi dengan raut wajah yang bingung, membuat Alena langsung mendongak dengan seketika begitu mendengar pertanyaan tersebut.


Disaat keheningan terjadi diantara keduanya yang sepertinya terjadi miskomunikasi, dari arah luar terlihat Errando tiba-tiba datang dan semakin merusak suasananya saat ini.


"Ma..." pekik Errando yang terkejut akan posisi Alena yang tengah bersimpuh di lantai saat ini.


Melihat hal tersebut membuat Errando langsung mendekat ke arah Alena berusaha untuk membantu Alena bangkit dari posisinya namun malah di tangkis oleh Alena yang tidak ingin beranjak dari posisinya.


"Lepaskan aku Er dan jangan ikut campur!" ucap Alena dengan nada yang bersikukuh membuat Silvi semakin dibuat bingung akan tingkah keduanya yang terkesan aneh bagi Silvi.


Mendengar hal tersebut lantas membuat Errando mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Silvi berada dan langsung memberikannya lembaran surat dari pengadilan untuk Alena.


"Aku butuh penjelasan soal ini Ma, aku harap setelah membawa Alena pergi dari sini Mama akan menjelaskan segalanya." ucap Errando kemudian kepada Silvi yang lantas membuat Silvi mengernyit dengan tatapan yang bingung.


Setelah mengatakan hal tersebut Errando kembali melangkahkan kakinya menuju ke arah Alena dan menggendongnya ala karung beras, membuat Alena yang mendapat perlakuan tersebut tentu saja semakin kesal dan berusaha untuk terus memukul punggung Errando agar Errando melepaskannya dan tidak membawanya pergi seenaknya seperti ini.


"Lepaskan aku Er! Lepaskan aku!" pekik Alena selama berulang kali namun Errando yang seakan menutup telinganya lantas terus berusaha membawa Alena beranjak pergi dari sana.

__ADS_1


Silvi yang melihat kepergian keduanya dari hadapannya, lantas hanya bisa menatap keduanya dengan tatapan yang bingung. Setelah punggung Alena dan juga Errando tak lagi terlihat pada pandangannya barulah Silvi membuka lembaran surat yang diberikan oleh Errando tadi. Ada sedikit perasaan terkejut ketika Silvi membuka selembaran tersebut, dimana di sana tertera dengan jelas bahwa selembaran tersebut berisi tentang surat panggilan sidang oleh pengadilan atas kasus hak asuh anak.


"Siapa yang mengajukan tuntutan ini ke pengadilan? Aku bahkan tidak melakukannya? Jangan bilang Papa lah yang melakukannya? Pria itu benar-benar ya..." ucap Silvi dengan nada yang kesal karena ulah suaminya tersebut.


***


Sementara itu di luar kediaman Valentino, terlihat Errando terus menggendong tubuh Alena hingga keluar dari kediaman Valentino, Errando sengaja memasukkan tubuh Alena ke dalam mobilnya kemudian menguncinya dari luar agar Alena tidak bisa keluar dari dalam mobilnya selagi ia memutari mobil dan masuk ke dalam kursi pengemudi.


"Apa yang kau lakukan sebenarnya Er? Buka pintu mobilnya sekarang juga!" teriak Alena yang kesal karena Errando selalu saja bertindak sesuka hatinya tanpa bertanya lebih dahulu akan perasaan dirinya ataupun pendapatnya.


Errando yang mendengar teriakan dari Alena sama sekali tak bergeming malah langsung melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Valentino, sedangkan Alena yang melihat hal tersebut tentu saja semakin dibuat kesal akan tingkah Errando yang seenaknya. Sampai kemudian pandangan mata Alena yang terfokus kepada stir mobil Errando, lantas membuat Errando berdecak dengan kesal.


"Jangan macam-macam dan melakukan hal yang sama seperti waktu itu Al! Jika kamu membanting stir ku saat mengemudi, kita belum tentu selamat seperti tempo hari, jadi aku harap jangan coba-coba berpikir untuk kembali membanting stir mobil ku!" ucap Errando memperingati Alena, Errando jelas tahu isi kepala Alena saat ini membuatnya lebih berjaga-jaga sebelum Alena melakukan hal yang tidak-tidak.


Alena terdiam seketika, perkataan Errando barusan benar-benar tembus dan sesuai dengan pemikirannya, membuat Alena tidak bisa lagi berkata-kata untuk membantah Errando kali ini.


"Salahkah jika aku ingin tetap bersama dengan Putra ku Er? Apa hak mu dan keluarga mu melakukan ini kepada ku? Aku bahkan yang mengandung Aksa selama sembilan bulan? Tidakkah kalian punya hati nurani sedikit saja?" ucap Alena kemudian yang lantas membuat Errando langsung menghentikan laju mobilnya dengan seketika begitu mendengar keluh kesah Alena.


"Aku akan membantu mu mencabut tuntutan itu, asalkan kamu kembali bersama ku!" ucap Errando kemudian yang lantas membuat Alena terkejut seketika.


"Apa?"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2