Antara Dendam Dan Cinta

Antara Dendam Dan Cinta
Cerita sembilan


__ADS_3

Dan setelah Mr.Jhons mendapat kan kabar kalau Catelena baik-baik saja saat ini.


Barulah Mr.Jhons merasah lega dan mulai membayang kan wajah Catelena saat beberapa Kali bertemu dengan nya, dan terlebih..bayangan saat bersama nya kemarin saat ciuman itu..."Manis..kata itu terucap tampa sadar oleh Mr. Jhons dan bersamaan itu, karena perasaan nya yang nampak bahagia, Mr. Jhons mulai tersenyum-senyum sendiri sambil meminum minuman alkohol nya sampai, tak terasa begitu banyak alkohol yang di minum hingga membuat nya mabruk dan tertidur.


***


Pagi pun tiba, dannn..Catelena pun terbangun atas gedoran pelayan yang hendak mengantar kan makan serta obat untuk Catelena


Tok..tok..to..."Tuan Lee...boleh kah kita masuk...!!!


Suara para pelayan, yang meminta izin untuk segerah memasuki kekediaman Catelena saat ini.


Catelena nampak terkejut, Dan tersentak bangun serta berucap ..."masuk lah kalian...!!!


Lalu tak lama, Para pelayan pun mulai masuk Dan menyusun semua hidangan di atas meja beserta obat nya dan ini semua tentu atas perintah Pangeran Dae.


Setelah selesai, pelayan pun mempersilah kan Catelena untuk mulai memakan nya serta pelayan pun berucap, kalau mereka juga di perintah oleh Pangeran untuk membantu Tuan Lee mandi setelah nya.


Mata Catelena melotot, seakan mau keluar..setelah mendengar nya serta saat ini, iya pun tersentak..hampir menyembur kan seluruh sarapan yang baru hendak di makan nya itu dan berucap..


Tidak perlu...tidak perlu...!!!


Eeehhhh.. maksud saya..itu, maksud nya..saya Masih bisa mandi sendiri serta saya sudah mulai sehat kok.


Dan lebih baik, kalian pergilah saat ini..karena aku bisa melaku kan nya sendiri saat ini.


Tapi.. Tuan..kita takut nanti Pangeran memarahi kita..dengan tertunduk, semua pelayan itu memohon.


Tidak..tidak kalian ..bilang saja bila di tanya, saya yang menyuruh nya.


Tapi dengan perasaan ragu serta semua para pelayan itu sekarang, saling tatap dan hendak meninggal kan kekediaman Catelena saat ini.


Tapi....Catelena di kejut kan kembali oleh kedatangan Pangeran Dae saat ini juga.


Dengan terkaget Catelena menoleh dan melihat serta mendengar suara yang menyembut nama nya dengan berucap.."Selamat pagi Tuan Lee.

__ADS_1


Dan bukan Tampa alasan, Pangeran Dae datang kekediaman Tuan Lee pagi-pagi, karena semalam iya tidak bisa tidur karena tak lepas memikir kan Catelena.


Catelena pun, dengan cemas dan menjawab..Pagi juga Pangeran Dae dan silah kan duduk terlebih dahulu Pangeran Dae ...sekarang Catelena mulai menstabil kan sikap nya itu.


Tak lama Pangeran Dae pun segerah duduk serta mereka pun mulai bercakap-cakap hingga Catelena merasah jenuh dan ingin mengusir Pangeran Dae saat ini.


Dengan memikir kan cara dan sampai terlintas serta berucap lah Catelena.."maaf Pangeran..boleh kah...saya beristirahat sejenak, mengingat kondisi saya yang belum stabil dan..kepala saya yang sedikit pusing saat ini.


Ooohhh...iya, baik lah...Tuan Lee...maaf saya mengganggu istirahat anda saat ini yah..!!!


Dan sekarang, saya akan pamit undur diri dahulu yah..Tuan Lee dan semoga lekas sembuh.


Baik lah...Pangeran, dannn terima kasih telah berkunjung di sini yah, dengan lembut Catelena berucap, takut menyinggung serta mulai bernapas lega, setelah mengetahui kalau Pangeran Dae telah pulang saat ini


Serta..Catelena pun, mulai berdiri dan menghampiri kamar mandi nya, untuk segerah berendam dan menetral kan keadaan nya saat ini karena kepala Catelena benar-benar pusing dengan berbagai masalah nya saat ini.


***


Setelah Catelena merasah puas merendam kan diri nya serta, iya pun mulai bangkit dan mengering kan tubuh nya hingga memakai baju nya saat ini.


Tapiii.... tiba-tiba, seperti biasa...


Catelena mendapat serangan anak panah yang berisih surat dari Mr.Jhons Dan berucap.."temui aku siang ini di tempat biasa.


Dengan masalah yang baru saja iya merasa lega dan kini, timbul masalah baru, yaitu masalah nya bersama Mr.Jhons.


Bukan apa-apa Catelena benar-benar merasah malas untuk menemui Mr.Jhons, karena berimbas, pasti...ujung-ujung Catelena di buat kesal oleh Mr.Jhons itu.


Dari pengalaman, beberapa Kali pertemuan, yang Catelena selalu di buat jengkel oleh Mr.Jhons.


Catelena pun mengerutuki diri nya dengan berucap...


Apalagi yang ingin di lakukan oleh Pria tidak waras itu...!!!


Kepala ku, baru saja mau reda.

__ADS_1


Dannn...seperti nya, nanti malam..aku membutuh kan obat tidur...lalu Catelena berlalu keluar, hendak menyegar kan diri nya untuk berjalan-jalan sebentar mengelilingi istana serta sambil mengawasi para Prajurit yang sedang berlatih.


Akan tetapi, seakan suatu kebetulan...di persimpangan jalan.


Catelena yang berjalan sedang menoleh ke arah Lain dan Pangeran Dae..juga nampak berjalan yang tidak fokus sambil melihat sketsa untuk pembangunan sebuah penambahan Papilun di dekat kediaman nya Catelena.


Hingga...mereka pun menjadi bertabrakan dan replek saja, Pangeran Dae yang menabrak dan melihat Catelena jatuh, serta Pangeran Dae berusaha menarik tangan Catelena hingga..Pangeran Dae pun ikut terjatuh berguling-guling di lantai serta hingga saat berhenti posisi...Catelena di atas tubuh nya Pangeran Dae dengan posisi mereka yang saling berpelukan.


Dengan cepat Catelena tersadar dan langsung berdiri serta selepas dari itu, iya pun membantu Pangeran Dae berdiri dengan di bantu juga oleh beberapa Pengawal.


Tapi aneh nya...Pangeran Dae..Masih tak bergeming dengan takjub akan ke jadian tadi seakan iya tak percaya dengan tatapan itu.."iya telah terpesonah dengan Wajah nya Catelena.


Setelah berdiri serta di sadar kan oleh para Pengawal...dengan berucap..."Pangeran...Pangeran tidak apa-apa kan...?


Pangeran Dae pun akhir nya tersadar dan berucap..."tidak apa-apa dan apakah Tuan lee juga tidak apa-apa serta apakah Luka nya itu akan terbuka lagi.


Pangeran Dae yang hendak memeriksa Luka nya Catelena karena rasa kawatir nya itu.


Sebenar nya Pangeran Dae sendiri bingung dengan diri nya sendiri, yang seperti nya menyukai sesama Jenis ini..."tapi Pangeran Dae berucap di dalam hati kalau perasaan nya itu tidak bisa di pungkiri serta di hindari lagi.


Dan ini yang membuat nya sesak, serta iya pun menarik lengan Catelena serta berucap...kita segerah kembali kekediaman mu dan segerah panggil kembali Tabib untuk segerah memeriksa kembali lengan mu itu.


Aahhh..Tidak perlu Pangeran Dae...ini saya tidak merasa akan sesuatu yang parah Dan saya, bisa mengobati nya sendiri kok...dengan sedikit ragu-ragu Catelena berucap, takut menyinggung Pangeran Dae.


Ooohhh..kalau begitu..baik lah, tapi sebaik nya Anda menerima undangan saya saat ini, untuk makan siang bersama di kediaman saya.


Aaahhhh..kalau begitu baik lah, ayo Pangeran Dae...sekarang bukan nya, sudah waktu nya makan siang.


Pangeran Dae tersentak serta berucap..iya juga yah, Dan ayo kalau begitu kita bersama kembali menuju kekediaman ku.


Hemmm..Catelena menyaut serta mereka akhir nya menuju kekediaman Pangeran Dae sekarang dengan sambil berbincang-bincang.


***


Kita lanjut nanti yah...see..you and makasih dah baca.

__ADS_1


__ADS_2