Antara Dendam Dan Cinta

Antara Dendam Dan Cinta
Cerita Tujuh


__ADS_3

Selepas Pangeran Dae berjalan-jalan dan melintasi kekediaman nya Catelena.


Terbesit lah di pikiran nya hendak menghampiri kekediaman Catelena dan tepat saat itu juga Catelena tersentak bangun dari tidur nya dan bergegas memakai pakaian nya yang sudah tersedia di tempat permandian nya itu.


Nampak Pangeran Dae memandang situasi kekediaman Catelena yang sedang di bersih kan itu dan hendak bertanya.


Akan tetapi...tepat pada saat itu pula catelena muncul dengan pakaian rapi nya dan nampak bingung akan keberadaan Pangeran Dae di kekediaman nya ini.


Pangeran Dae yang melihat Catelena pun langsung berucap...selamat malam Tuan Lee..dan maaf telah mengganggu istirahat mu ini.


lalu Catelena pun tersentak dan menjawab.."ah..tidak apa-apa Pangeran Dae dan silah kan duduk serta maaf kan saya juga bila kekediaman ku ini sedikit berantakan.


Hahahaha... Pangeran Dae tersentak tertawa terbahak-bahak serta berucap..."iya..iya...seperti nya ada sehabis pergulatan di sini..dan bila kau membutuh kan teman pergulatan, kau bilang saja pada ku dan tidak perlu sungkan... Pangeran Dae kembali tertawa dan salah faham dengan situasi yang di lihat nya itu.


Catelena sedikit menaik kan kening nya dan nampak bingung dengan perkataan Pangeran Dae dan cepat berpikir serta..ahh...mungkin Pangeran Dae salah faham..akan tetapi..Catelana mengiyakan saja serta ikut tertawa dan berucap...hahaha...iya..iya..aku kapan-kapan akan meminta rekomendasi pergulatan dari Pangeran Dae serta kembali lanjut tertawa, tetapi di dalam hati Catelena berucap..."Ahhh...buat apa aku pergulatan...serta kau tunggu saja sampai bangkotan pun, aku tidak akan perna meminta nya.


Lalu mereka bercerita-cerita hingga larut dan Pangeran Dae pun mulai memutus kan hendak pulang kekediaman nya.


Baru setelah itu, Catelena bisa bernapas lega serta mulai membaring kan diri nya di tempat tidur dan berucap...aahhh...akhir nya aku bisa beristirahat juga.


***


Keesokan pagi nya...Matahari yang mulai naik dan masuk ke cela-cela jendela nya Catelana dan kicauan burung pun mulai terdengar.

__ADS_1


Catelena mulai mengerjap-ngerjap kan mata nya, nampak iya sudah bangun dan mulai bangkit serta membuka jendela kamar nya.


Akan tetapi, baru juga di buka.. Catelana mendapat serangan anak panah serta Catelena dengan gesit mencoba menghindari nya dan di lihat nya apakah itu.


Setelah Catelena menoleh dan nampak lah oleh Catelena anak panah yang tertancap di dinding kamar nya dengan setangkai bunga dan sebuah surat.


Dengan cepat pula Catelena mengambil dan mencabut anak panah tersebut dari dinding kamar nya Catelena dan dengan segerah pula Catelena membuka surat tersebut serta membaca nya.


***


Nampak Catelena saat ini mengkerut kan dahi nya setelah membaca surat tersebut dan berucap sambil meremas surat tersebut..."dengan berucap...apa-apaan orang ini, seperti nya semakin gila saja..mana mungkin aku di anggap sudah terpedaya oleh nya, dan ternyata dia itu orang nya terlalu percaya diri sekali..hehh...modal tampang seperti itu saja sudah tinggi sekali percaya diri nya, apa lagi yang kek gimana...! hah....Catelena berhujat kesal pada diri nya sendiri, yang telah berpikir yang aneh-aneh tentang Mr.Jhons setelah mendapat surat rayuan dan setangkai bunga tersebut.


Lalu dengan segerah pula, Catelena pun membuang surat dan bunga tersebut ke tempat sampah serta berlalu menuju ke kamar pemandian nya, untuk menyegar kan tubuh serta pikiran nya saat ini.


***


Dannn...saat ini Catelena sedang berendam di tempat pemandian nya dan sambil memain kan air busa serta kelopak bunga dengan memejam kan mata nya, Catelena mencoba menenang kan pikiran nya.


Tapi berbeda dengan pikiran nya, tiba-tiba di dalam pikiran nya Catelena terlintas kembali dengan sekelebat kejadian kemarin di mana iya berada di hutan saat bersama Mr.Jhons dan bayangan itu membuat Catelena secepat nya sadar serta berdecak kesal...aaahhhhh...apa yang ku pikir kan saat ini, bagai mana mungkin, orang itu..orang itu adalah salah satu target ku, untuk ku membalas dendam.


Aaaakkkkkhhhhh...berteriak kembali...lalu langsung berdiri dan mengambil handuk serta mengering kan tubuh nya dengan cepat dan dengan segerah pula Catelena mengambil pakaian nya, dan segerah bersiap dalam latihan pagi ini, untuk persiapan perang beberapa hari lagi.


Lalu setelah bersiap.."Catelena pun dengan cepat keluar dari kamar nya serta karena terburu-buru nya Catelena, dia pun tidak sadar saat berbalik setelah menutup pintu kamar nya dannnn...Catelena berbelokkk...akkkhhhh...Catelena berteriak karena kaget dan hampir terjatuh.

__ADS_1


Akan tetapi, dengan sigap pula Pangeran Dae yang saat itu hendak menghampiri Catelena karena berpapasan saat hendak lewat di depan kamar nya.


Mereka pun dalam posisi yang tidak baik.


Pangeran Dae dan Catelena pun saling pandang dengan jarak yang begitu dekat serta dalam hati mereka berdua pun berkata..ini perasaan apa..kenapa dan Catelena yang tersadar terlebih dahulu pun langsung melepas serta berucap...Maaf kan saya Pangeran Dae...sambil menunduk kan badan nya memberi hormat.


Serta Pangeran Dae pun dengan segerah menstabil kan diri agar tidak menampak kan diri yang tidak normal, karna diri nya merasa ada perasaan ke pada Catelena..tapi apa mungkin dan sedang kan diri nya Catelena yang di ketehui Pangeran Dae sebagai Tuan lee atau seoran lelaki, tidak mungkin iya mempunyai perasaan yang seaneh itu, akan tetapi, perasaan ini kenapa semakin hari semakin kuat dan apa yang terjadi pada diri nya, apakah diri nya sudah tidak normal.."Pangeran Dae bermonolok ke pada diri nya sendiri dan segerah di sadar kan oleh Catelena dengan berucap...Pangeran..dengan berucap beberapa kali dan melambai-lambai kan tangan nya.


Akhir nya Pangeran Dae pun tersadar dan berucap.."ah..iya Tuan leee...maaf saya tadi sempat melamun dan apakah kau akan ke tempat pelatihan, dan kalau memang benar..mari kita berangkat bersama untuk melatih para prajurit yang akan bersiap ke peperangan selanjut nya beberapa hari lagi.


Dan kali ini kita harus menang, pangeran Dae yang berucap..sekalian mengalih kan dari kelakuan yang tadi di laku kan nya dan Pangeran Dae juga takut, kalau sampai iya berpikir yang macam-macam tentang diri nya.


Serta akhir nya Catelana pun menjawab dengan mengangguk kan kepala nya serta mereka pun akhir nya pergi bersama ke tempat perlatihan serta dengan segerah melatih para prajurit-prajurit nya.


***


Hingga waktu pun berlalu serta mereka sudah bersiap-siap untuk pergi segerah ke peperangan itu.


Lalu..semua sudah bersiap..."suara lantang Pangeran Dae dari atas kuda nya dan di sambut dengan serentak siappp..oleh semua prajurit nya.


*****


Kita sambung lagi nanti yah..see you and makasih dah mampir baca🤗

__ADS_1


__ADS_2