
Mata Pangeran Dae mulai mengerjap-ngerjap Dan sakit kepala yang begitu menderah hingga serasa mata ingin keluar. Aaaawwww....kepalaku....Pangeran yang mulai tersadar sambil memegangi kepala nya yang nyut-nyutan hingga Salah satu pelayan mulai mendekati dan berkata...
Ada yang bisa saya bantu Pangeran....
Pangeran pun mulai tersadar dan mengingat sesuatu, hingga iya pun berucap...
Di mana Nona lee....
Ooohhhh...Nona lee dari selesai sarapan siang tadi, iya sudah kembali ke Papiliun nya Pangeran.
Kata nya, iya tidak mau mengganggu istirahat Pangeran dan iya pun saat itu juga hendak beristirahat dengan tenang tampa gangguan juga kata nya.
Hemm...Masih sambil memegangi kepala nya, Pangeran mencoba mengingat Perihal kejadian siang tadi, akan tetapi, semua serasa kosong dan tak sedikit pun iya dapat mengingat nya.
Hanya satu yang Pangeran dapat ingat, yaitu..."musuh sudah memasang target penyerangan mendadak dan itu sangat rahasia.
Pangeran yang mulai merasa gelisah pun, mulai memaksakan diri nya untuk segerah berdiri lalu menanyakan perihal, apakah yang sedang Panglima Lee lakukan sekarang dan apakah iya juga sekarang sudah sarapan malam ini, Karena di nampak Pangeran saat ini yang sudah gelap dan tak sadar iya telah tak sadar cukup lama juga.
Ooohhh...itu...Pangeran, seperti nya...Panglima belum menikmati sarapan nya saat ini, mungkin para pelayan saat ini pun sedang mempersiap kan nya Pangeran.
Hemmm...Jadi begitu yah, yah sudah..kalau begitu persiap kan saat ini juga, kalau aku akan hendak mampir dan ikut sarapan malam bersama Panglima Lee.
Baik Pangeran....
Hingga mereka pun akhir nya telah tiba saat ini di kediaman nya Catelena.
Catelena yang saat ini pun hendak menyantap sarapan nya, hingga iya menghenti kan aktipitas nya yang hendak di mulai itu, di karena kan ada suatu suara yang begitu mengejut kan nya.
Iyah..."itu adalah suara Pangeran Dae yang telah tiba di kediaman nya Catelena, Dan Catelena saat ini terkaget atas kedatangan nya Pangeran Dae yang tak di Kira akan secepat ini muncul di hadapan nya.
Catelena menyadari bahwa, di saat Pangeran sadar..."pasti Pangeran akan segerah mencari keberadaan nya,tapi tampa di duga Catelena akan secepat ini, Dan iya baru memulai untuk bersantai dengan tenang nya dari segala gangguan dua orang yang paling di benci nya itu.
Nona Lee...Pangeran Dae.. yang sudah memasuki kekediaman itu Dan melihat Catelena saat ini yang hendak menyantap sarapan malam nya dengan sendirian.
__ADS_1
Ah..."iya Pangeran, maaf atas ketidak nyamanan nya, karena hamba yang baru hendak memulai sarapan malam ini.
Ah..."jangan terlalu sungkan Nona lee, aku pun belum memulai sarapan Dan sengaja hendak ikut bersama mu sarapan malam ini, Dan kamu pasti tidak keberatan kan Nona Lee..."dengan wajah tampa dosa nya.."Pangeran Dae berucap...
Oohhh...Tentu saja tidak...Pangeran....
Kenapa saya mesti keberatan, ayoh...silah kan duduk Pangeran.
Pelayan..."tolong ambil kan satu mangkuk makan lagi untuk Pangeran....
Dan tak lama...mangkuk pun telah di sediakan serta mereka pun sudah memulai sarapan nya...
Karena hening, tampa ada sepatah kata pun dari mereka berdua, Pangeran tak luput dari curi-curi pandang wajah Catelena.
Hingga Catelena pun mulai menyadari serta berucap...
Ada apa Pangeran....
Akan tetapi Pangeran menghenti kan nya dengan berucap...
Bukan....bukan itu Nona Lee...
Sungguh sebenar nya kamu itu sangat menarik Dan kenapa kamu menyembunyi kan nya Selama ini Nona Lee.." itu saja kok...bukan sarapan nya yang tak enak...
Catelena yang mendengar nya pun menjadi tersedak, hingga Pangeran dengan sigap memberi kan air minum serta berucap..."pelan-pelan saja sarapan nya Nona Lee...
Tidak usah terlalu terburu-buru, Dan bila kurang bilang saja, nanti saya bilang lagi ke Pelayan nya.
Hukkk...huk...huk...tidak perlu Pangeran, ini tidak mengapa, hanya tersedak sedikit dan seperti nya, aku pun sudah mulai keyang saat ini.
Ooohhhh..."kalau begitu aku pun juga seperti nya Nona Lee yang sudah keyang saat ini. Dan seperti nya lagi kita mempunyai banyak kesamaan Nona Lee...
Catelena yang hendak minum pun menjadi tersedak kembali setelah mendengar nya, hingga Pangeran berdiri dan segerah menghampiri Catelena dengan mengusap-usap punggung nya, untuk membantu mereda kan nya.
__ADS_1
Catelena yang merasa risih pun, mulai berkata secara halus...
Maaf Pangeran, seperti nya, saat ini saya akan segerah beristirahat...!
Hemmm...begitu yah, lalu kenapa kamu pindah ke Papiliun mu ini, Dan bisa saja musuh menyusul ke kamar mu malam ini Nona Lee. Secara musuh sangat juga mengingin kan mu Nona Lee...
Hem...kalau itu, bukan kah sudah banyak penjaga yang berjaga Pangeran, Dan tak baik pula serta akan timbul gosip bila saya bermalam di kediaman nya Pangeran saat ini, maaf bukan lancang Pangeran..."dengan sedikit menunduk, Catelena berucap...
Ooohhh .."kalau begitu baik lah, tapi..bukan nya aku itu hanya akan menjaga mu bila kita tinggal satu atap Nona Lee..."Dan mereka bisa saya tutup mulut agar tidak bicara...
Ahhh...."Catelena tersentak, alasan apalagi yang akan di buat nya, untuk menghindari Pangeran ini.
Tapi...tiba-tiba saja, mulai terdengar ke gaduhan dari arah luar serta membuat mereka tersentak dan berdiri hingga bersiap mendengar dari laporan yang akan segerah di terima nya.
Akhir nya, Salah satu Pengawal nya pun tiba serta memberikan laporan hingga membuat mereka semua terkejut dan bersiap siaga..
Ayo ..."musuh sungguh licik, menyerang dengan kondisi kita yang kurang sehat seperti ini.
Tapi kita harus bersiap dan menghadapi nya, Dan kamu Nona Lee, segerah ikut dengan Pengawal pribadi ku serta sembunyi lah di ruang rahasia itu, hingga mendapat kabar aman dan kau baru boleh keluar dari sana.
Karena ku tau musuh saat ini sangat mengingin kan mu untuk kembali ke pada nya.
Aaahhh ...Pangeran...."aku bukan seorang pengecut yang hendak bersembunyi, dan aku akan ikut melawan nya Pangeran.
Jangan membantah Nona Lee...
Tapi...belum juga selesai dan serangan sudah sampai di tempat mereka, hingga mereka bertarung dengan hebat nya, Dan senjata yang seada nya karena mendadak serta mendesak.
Dan akibat ulah Catelena yang keras kepala itu, hingga Pangeran yang Masih terluka pun mudah di lumpuh kan serta, Catelena di pukul tepat di tukuk leher nya, hingga Catelena pun pingsan serta kembali di tahan oleh Mr. Jhons saat ini.
*****
Kita sambung lagi nanti yah and see you Dan makasih dah baca🤗
__ADS_1