
Setelah selesai Catelena segerah menyembunyikan secarik kertas tadi di dalam baju nya dan sekarang berjalan menuju lemari Mr.Jhons.
Hemm..."banyak juga persiapan pakaian perang mu Mr.Jhons. Dan maaf aku akan meminjam nya satu, eh Salah bukan meminjam, tapi meminta nya hehehe..."Catelena yang berucap bercanda pada diri nya sendiri.
Setelah selesai berganti pakaian, Catelena pun berkata lagi pada diri nya..
Aduh..sambil menepuk jidat nya Catelena berucap..."Sepertinya...pakaian mu ini, sedikit kebesaran, tapi tidak mengapa. Asal aku bisa bebas dari tempat ini, serta pakaian menjijik kan itu..."iiiihhh..aku seperti seorang murahan dengan pakaian tersebut, lalu tak lama Catelena pun melenggang dan melangkahi saat melewati tubuh Mr.Jhons, yang saat ini sedang pingsan dan hendak kembali melanjut kan aksi nya.
Hem...harus nya saat ini penyamaran ku sudah tepat dan para Pengawal di depan saat ini sudah berkurang.
Aku harus intip terlebih dahulu...
Catelena pun bergegas menghampiri Mr.Jhons dan segerah merogoh celana nya, untuk segerah mengambil kunci kamar nya dannn...dapat...Catelena berucap sambil tersenyum senang.
Tak lama Catelena pun segerah membuka pintu kamar nya untuk mengintip dan melihat situasi...
Kreeettt...pintu terbuka, Catelena pun segerah mengintip, Masih ada dua Pengawal yang berjaga di depan pintu.
Catelena pun kembali menutup pintu nya sambil berpikir...dannn...aaahaaaa..."Catelena akhir nya mendapat kan sebuah ide.
Hemm...hemmm...di intip Catelena, kedua Pengawal tersebut nampak fokus berdiri tegap menunggu perintah.
Hehehe..."Catelena tertawa di dalam hati dan berucap..."dasar Pengawal bodoh...
Lalu Catelena kembali membuka pintu kamar nya dengan pelan dan melihat posisi Pengawal yang berdiri tegap sambil menghadap kedepan, lalu dengan cepat Catelena pun menotok tekuk leher mereka berdua secara bersamaan dannn...brukkk...kedua Pengawal pun pingsan jatuh ke lantai.
Beres.."Catelena berucap sambil menepuk-nepuk kan kedua tangan nya, dan segerah memakai helm perang nya, agar penyamaran nya tidak di ketahui saat ini.
Dengan cepat pula Catelena menarik kedua Pengawal tersebut masuk ke dalam kamar nya Mr.Jhons, agar tidak ada yang curiga.
Lalu dengan santai nya, Catelena melenggang melewati setiap lorong hingga di depan gerbang.
Catelena pun melirik ke Kiri dan kekanan melihat situasi, lalu berbelok ke area belakang hendak mengambil kuda.
Tapi..."Pada saat Catelena sudah menaiki kuda nya...
__ADS_1
Ada teriakan seseorang yang berucap...."Cepat hentikan dan tutup pintu gerbang nya segerah.
Dengan secepat kilat pula Catelena melajukan kuda nya dan berteriak..."hiyaaaa....
Kuda pun melesat sangat cepat, hingga...bertepatan sedikit lagi pintu gerbang tertutup..."Catelena pun berhasil keluar dari kediaman Mr.Jhons saat ini.
Tapi...."Belum juga menjauh dari kediaman Mr.Jhons.
Ada sebuah panah bius yang mengarah ke leher nya Catelena dan...
Brukkk....Catelena terjatuh dari kuda nya.
...........
Matahari menyorot saat ini, sangat menyilau kan mata.
Catelena pun terbangun dan menyadari diri nya sekarang berada di tempat yang tak asing tapi berbeda bagi nya.
Aaahhhh..."kamu sudah terbangun Nona lee...
Dannn...Catelena melihat pakaian nya sekarang telah berganti...
Apaaa..."lalu Catelena berkata di dalam hati..."Pangeran...!"bagaimana bisa, dan surat itu...!!!
Lalu...Catelena pun bangkit dari berbaring nya, iya pun mulai duduk bersandar di tempat tidur nya tersebut sambil berkata....
Pangeran....
Hem...
Pangeran Dae pun, langsung menoleh setelah mendengar suara Catelena menyembut nama nya, Dan...Sesaat Dari tadi, Pangeran telah menunggu Cetelena terbangun sadar, sambil menikmati sejuk nya udara pagi ini dengan secangkir teh hangat.
Akan tetapi, setelah mendengar suara Catelena, Pangeran Dae pun...langsung berbalik serta menyunggung kan senyum merekah nya sehangat pagi ini.
Lalu...Pangeran Dae pun berucap..."kau sudah bangun Nona lee...!!!
__ADS_1
Nona lee..."Nama panggilin tersebut terdengar nampak asing di telinga Cetelena, tapi iya menyadari kondisi nya saat ini.
Hemm...berarti, Pangeran telah mengetahui identitas nya sekarang ini. Tapi..."Catelena tersentak dan melotot kan mata nya, teringat akan surat perjanjian itu.
Catelena kembali memeriksa pakaian nya, akan tetapi tidak ada hasil.
Pangeran Dae, mengerut kan dahi nya serta menyadari, kalau saat ini Catelena telah mencari sesuatu yang telah pelayan berikan pada nya malam tadi, saat Catelena tidak sadar dan para pelayan mengganti kan baju nya.
Lalu.."Pangeran Dae pun berucap dengan santai nya. Apa yang kau cari itu sebuah kertas Nona lee, dengan mengerut kan dahi nya, Pangeran Dae..terus menunggu jawaban Dari Catelena sekarang ini dan ingin membuat kesepakatan juga terhadap Catelena, serta menjadi kan surat tersebut sebagai Jaminan.
Heeemmm..."Iya Pangeran, dengan menunduk kan kepala nya dan takut menyinggung juga, akan tetapi, Catelena yakin surat tersebut tidak jatuh di jalan.
Ooohhh..."apakah kertas ini yang kau cari Nona lee...???
Catelena pun melotot kan mata nya, bagai mana bisa, Dan sekarang apa yang harus aku laku kan, apakah Pangeran akan mengembali kan nya ke pada ku, Catelena nampak frustasi saat ini, Dan dengan ragu-ragu Catelena memberani kan diri untuk berucap...
Iiiii...iya..Pangeran...Dan itu...ucapan Catelena pun terhenti...
Dan ini adalah surat perjanjian mu, untuk lepas dari jeratan nya Mr.Jhons kan Panglima Lee...!!!
Catelena tersentak mendengar nya Dan dengan mendengar ucapan Panglima Lee, takut..Pangeran mencurigai nya tentang rencana konspirasi ini serta dengan ragu-ragu lagi Catelena berucap...
Iiii...itu .."Pangeran, itu adalah surat perjanjian hamba, karena kemarin Mr Jhons yang juga sudah mengetahui identitas ku, dan iya hendak menjebak ku hingga membuat nya tak berkutik di sisinya hingga dalam beberapa lama.
Tapi...ucapan Catelena berhenti...
Tapi..kau dengan sangat pintar nya, membuat surat perjanjian baru dan berusaha kabur dari nya, sungguh cerdas dan kau pantas di duduk kan di bagian Panglima... Nona lee.
Tapi juga, karena identitas mu sudah di ketahui oleh musuh dan sekarang musuh pun sudah mengincar mu...! "Maka mulai saat ini kau akan di angkat menjadi selir ku, serta..."oh...yah, biar surat perjanjian ini, aku saja yang menyimpan nya, takut-takut jatuh ke tangan musuh dan kau kembali menjadi tahanan nya serta aku tidak mau itu sampai terjadi.
Tapi Pangeran, itu berkas saya dan saya yang membuat nya, apakah Pangeran Masih mau menyimpan nya, serta tentang pengangkatan saya menjadi slir Pangeran, apakah itu tidak berlebihan, serta itu akan membuat skandal di istana ini Pangeran, dengan mengerjap kan kedua mata nya, Catelena menunggu dan berharap Pangeran bisa mengubah keputusan nya atau itu Sama berarti Catelena yang telah keluar dari mulut sarang dan sekarang telah jatuh ke sarang harimau.
Tidak...tidak bisa .."Catelena berucap di dalam hati nya sambil terus menunggu jawaban Pangeran saat ini...!!!
*****
__ADS_1
Kita sambung lagi nanti yah and see you🤗