Antara Dendam Dan Cinta

Antara Dendam Dan Cinta
Cerita dua


__ADS_3

Setelah mereka bertiga bertatapan secara langsung, dalam hati Catelena berucap..ini lah wajah ke dua musuh ku, dan aku harus membunuh mereka berdua.


Akan tetapi, aku tidak boleh gegabah..atau usaha ku selama ini akan sia-sia.


Catelena pun mulai menyerang Jhons sebagai lawan di medan perang..


Dan... Dae ingin membantu, akan tetapi salah satu pengawal andalan Jhons menyerang nya..hingga mereka pun terpisah dan kini Catelena hanya berhadapan berdua bersama Jhons...


Jhons hampir terguling di buat nya, ilmu bela diri dan pedang Catelena memang harus di acung kan jempol, bahkan Jhons di dalam hati pun mengakui nya.


Tetapi...Jhons terus berusaha mengalah kan Catelena hingga Catelena lengah serta topi perang nya terlepas..dann....


Aaahhhh....Catelena berteriak serta terlihat lah rambut panjang menjuntai dan paras seorang wanita.


Jhons pun terkejut serta terpanah melihat nya sambil berucap..hah..seorang wanita..menarik, aku hampir di kalah kan oleh seorang wanita.


Catelena pun tersadar dan terus mulai bertarung serta Jhons yang mulai tertarik sekarang mulai sedikit mengalah dan ingin tau lebih banyak tentang Catelena.


Di saat Catelena lengah, Jhons menghunus dada Catelena dengan ujung pedang nya sambil berucap...ikut lah bersama ku, maka kau akan mendapat kan kebahagiaan.


Perkataan tersebut membuat Catelena menjadi sangat jijik, serta menepis dengan cepat pedang Jhons dan bergelinding ke samping serta melanjut kan kembali pertarungan nya sambil berucap, aku tidak butuh kebahagian dari orang seperti mu, kita adalah rival dan aku harus menjatuh kan mu.


Mereka pun bertarung dengan sengit, tetapi tiba-tiba.. pengawal mengata kan Dae terluka serta perang harus di hentikan terlebih dahulu, serta pengawal pun mulai berangsur mundur.


Catelena menatap tajam mata Jhons dengan sangat dekat, mereka berhadapan cuma beberapa inci dengan posisi pedang yang saling menghunus.


Catelena pun berucap, aku akan mengalah kan mu lain kali..lalu mendorong pedang Jhons, hingga Jhons terjatuh kelantai dan Catelena mengambil kembali tutup ke pala perang nya, serta memakai nya kembali dan mereka pun mulai mundur.


***


Saat ini, Jhons..masih terpanah dengan aksi Catelena dan masih berbaring di lantai, sambil menatap tajam terus kedepan hingga Catelena menghilang dan para pengawal membantu nya berdiri.

__ADS_1


Mereka semua pun sekarang, telah kembali ke Istana mereka masing-masing.


Dae..dengan cepat mendapat perawatan, dan di dalam kamar nya, Catelena menggerutu dengan berucap.."Dasar..Pria lemah, bisanya cuma mabuk-mabukan dan wanita, dengan mondar-mandir Catelena merasa kesal, karena kini identitas nya sedikit telah di ketahui oleh Jhons, dan dia benci ini.


Musuh nya ada di depan mata nya..ingin sekali iya menghabisi sekarang mereka semua.


Catelana pun merasa marah dengan diri nya sendiri, karena telah ceroboh dan si bodoh itu..tiada guna, dengan kesal Catelena menggerutu.


Dan berbeda di tempat Jhons, Jhons saat ini terus melamun memikir kan Catelena.


Wajah nya, aksi betarung nya..Jhons mengagumi semua nya, dan Johns berpikir, andai Catelena berada di pihak nya saat ini, selain kemungkinan besar kemenangan berpihak ke pada nya, tetapi juga..rasa yang berbeda ini.


Aaaahhhkkkk...Jhons mulai prustasi dan terobsesi terhadap Catelena, dan bertanya ke pada pengawal nya..siapa kah Panglima andalan Pangeran Dae itu, dan pengawal itu pun hanya bisa menunduk dan berucap..kita belum mengetahui nya, seperti nya, iya Panglima baru yang di utus ke medan perang saat ini.


Karena kita juga baru mendengar nya dannn...sontak..Jhons yang tidak mendapat kan Informasi penuh menjadi berang serta menggerbak meja nya dengan keras sambil berkata...shiitttt.. bodoh kalian semua.


Kalau kita tidak mengetaui siapa musuh kita, bagaimana kita bisa melawan dan mencari kelemahan nya, Jhons mulai berang dan menghancur kan barang-barang serta berucap kembali...


Baik Baginda..seorang pengawal menerima perintah serta menunduk hormat dan mulai pergi meninggal kan Jhons untuk segerah melaksanakan perintah nya.


Jhons sekarang mulai mabuk dan terus membayang kan pertemuan dan pertarungan nya bersama Catelena.


Iya ingin mengetahui semua tentang nya, hingga Jhons pun mulai mabuk dan tertidur pulas.


***


Pagi pun tiba, mereka semua mulai menjalan kan aktipitas mereka masing-masing seperti biasa.


Catelena pagi ini bangun pagi-pagi sekali, dan sudah bersiap untuk menjenguk dan melihat keadaan Pangeran Dae.


Catelena sebenar nya sangat malas melakukan nya, tetapi iya harus melaku kan nya dan menjilat sedikit, serta berpura-pura baik, agar terus di pandang sebagai pengabdi Negara yang berdedikasi tinggi dan bertanggung jawab.

__ADS_1


Dan saat ini, Catelena sudah berada di depan pintu Kamar Dae.


Dengan mencoba menotok pintu kamar nya terlebih dahulu dan di jawab masuk, barulah Catelena memasuki kamar nya.


Sungguh mengejut kan, pemandangan ini..."Catelena sangat muak dan merasa geram.


Bukan pemandangan orang sakit yang Catelena lihat, akan tetapi.. "saat ini Pangeran Dae..di pagi buta dengan asik nya di kelilingi oleh beberapa selir serta makan dan mabuk serta tak terlihat iya sedang terluka sedikit pun.


Catelena merasa geram dengan mengepal kan tangan nya, akan tetapi iya tahan dan mencoba tersenyum serta menyapa, selamat pagi Pangeran Dae.


Bagaimana keadaan mu, dan semoga sehat selalu serta apa ada sesuatu yang terluka serta sakit di tubuh mu, Catelena yang berucap serta menyindir dan memancing agar membuat Dae menyadari perbuatan nya ini.


Tetapi dengan santai Dae berucap.."Aku baik-baik saja dan tiada terluka sedikit pun, dan tentang kecelakaan itu..hanya siasat ku untuk menguji lawan, dan terima kasih kau telah menjenguk ku sepagi ini.


Serta Dae pun mulai menawar kan ke pada Catelena untuk bergabung dengan nya tetapi dengan halus Catelena menolak dan berkata..."Terimakasih Pangeran atas kebaikan mu ini, akan tetapi, saat ini hamba masih ada keperluan untuk memeriksa keadaan prajurit lain, dan bila saat ini Pangeran sudah merasa sehat, saya merasah senang sekali dan kalau begitu. boleh saya pamit undur diri Pangeran Dae.


Dengan sedikit menunduk dan memberi hormat sekarang.."Catelena pun mulai pamit undur diri.


Pangeran Dae ingin menghalangi, akan tetapi Catelena yang bersikeras serta Dae merasa untuk apa memaksa nya dan akhir nya Catelana pun pergi meninggal kan nya kembali berpesta ber sama beberapa selir nya.


Dan setelah Catelena keluar dari kamar nya, Catelena menggerutu.. ingin sekali mencekik nya hingga mati saat ini, dasar peria bodoh, tidak berguna.


Dan bergegas melihat keadaan pengawal yang terluka akibat peperangan kemarin.


Dan setelah itu, iya terus melanjut kan dan mengajar kan ke pada beberapa pengawal tentang latihan perang.


Tampa di sadari Catelena, sebenar nya.. saat ini, iya sedang di mata-matai.


****


Kita sambung besok lagi yah..seee youu..silah kan tinggal kan komen and lake nya..I love you.. terimakasih telah membaca.

__ADS_1


__ADS_2