
Pagi pun telah tiba, dan matahari pun mulai mengintip serta menyorot dan memasuki kamar nya Catelena.
Dengan meregang kan kedua tangan nya dan di sertai menguap, Catelena terbangun dari tidur nya serta menghirup udara segar pagi nan indah.
Sesaat iya membuka jendela kamar nya dan menatap pemandangan di luar serta tak lama iya pun berbalik dan duduk serta dengan segerah meminum air putih yang ada di atas meja kamar nya itu.
Dan..tak lama, Catelena pun berdiri serta mengambil air untuk mencuci muka nya serta bersiap hendak keluar dan memberi pelatihan ke pada para prajurit di istana itu.
Tak lama, setelah Catelena keluar dan melatih semua prajurit nya, Catelena terkaget atas kehadiran Pangeran Dae yang secara tiba-tiba hadir di sana dan hendak ikut melatih semua prajurit nya, karena setau Catelena..Pangeran Dae tak pernah hadir dan terlebih dengan bersusah payah mau melatih sendiri prajurit nya, dan yang lebih mengejut kan lagi saat ini, Tatapan berbeda Pangeran Dae terhadap Catelena dan sedang menantang nya bertanding saat ini, sebagai contoh untuk di unjuk kan ke pada para prajurit nya itu.
Dengan senang hati pula Catelena menerima tantangan itu dan sekarang mereka berdua sedang bersiap untuk siap bertanding.
Mereka berdua pun mulai bertanding dan sudah mulai mengeluar kan sedikit jurus andalan mereka masing-masing..dan Catelena sekaang mengakui, bahwa kekuatan Pangeran Dae ternyata lumayan juga untuk di ajak bertanding dan dia harus berhati-hati, karena belum tau kekuatan apa lagi yang di sembunyikan oleh Pangeran Dae.
Begitu pun dengan Pangeran Dae, dia juga mengakui..ternyata kekuatan Catelena tidak bisa di remeh kan dan dia juga harus berhati-hati, dan mana tau..apa yang di sembunyikan oleh Panglima nya itu.
Mereka masih bertarung dengan pemikiran masing-masing, semua prajurit memperhatikan mereka berdua dan tiba-tiba.. Pangeran Dae tidak fokus serta Catelena menggunakan kesempatan tersebut dengan baik dannnn....akkhhhhh....pedang yang di gunakan oleh Pangeran Dae terpental serta dengan gerakan cepat dan memutar, dan sekarang...Pedang Catelena lah yang sedang menghadap di leher nya Pangeran Dae.
Pangeran Dae sangat terkejut dengan pergerakan cepat Catelena tersebut dan berucap..."baik lah, baik lah..ku akui sekarang kau memang hebat Panglima lee..tapi nanti, pasti aku akan mengalah kan mu, serta dengan cepat Catelena memperbaiki sikap nya dan merubah posisi dengan menghadap Pangeran Dae serta menunduk dan mengatup kan kedua tangan nya untuk memberi hormat dengan berucap..."ampun Pangeran Dae atas kelancangan ku tadi.
__ADS_1
Serta membuat Pangeran Dae tiba-tiba tertawa dan berucap..."sudah lah...ayo kita terus kan melatih semua prajurit nya..ini kan cuma permainan.. tidak usah di pikir kan...aku akan istirahat sejenak, mungkin aku yang terlaku capek dan dengan perkataan tersebut membuat Catelena berucap.."terimah kasih Pangeran Dae sambil menunduk-nubduk kan kepala nya dan membuat semua prajurit terpukau dan bertepuk tangan.
Pangeran Dae pun berucap..."baik lah tapi kau harus terimah suatu saat nanti bila aku akan nengundang mu untuk minum-minum bersama di kamar ku.
Catelena yang terkejut akan ucapan tersebut dan melotot kan kedua bola mata nya, tapi iya tidak bisa menolak nya dan berucap.."baik lah Pangeran Dae, aku akan segerah datang bila undangan itu telah sampai.
Dan..tak lama Pangeran Dae pun tersenyum lebar, serta seperti telah mendapat kan sesuatu barang yang paling beharga..entah, dia sendiri bingung akan perasaan nya ini dan sedikit menepuk bahu Catelena sambil berucap.."baik lah...sekarang terus kan lah latihan nya dan aku akan segerah beristirahat di kediaman ku dahulu.
Hemmm...siap Pangeran...dan setelah berucap seperti itu, mereka semua pun bersiap kembali ke aktipitas mereka masing-masing.
***
Catelena pun mulai menyantap sarapan yang sudah di siap kan oleh para pelayan saat dia mandi tadi, dengan sedikit berpikir.. apa yang hendak di bicarakan oleh Mr.Jhons saat pertemuan nya nanti.. dan apa kah iya sudah tau akan di adakan pertempuran kembali serta meminta ku sekarang untuk membela nya.
Aaahhhh...aku tidak boleh gegabah sekarang, aku harus bisa mengulur nya, atau orang-orang akan dengan mudah curiga ke pada ku serta, kerja keras ku selama ini akan sia-sia.
Setelah lama berpikir dan sarapan pun telah selesai, Catelena sekarang telah bersiap untuk segerah menemui Mr. Jhons di tempat yang telah di janji kan tersebut.
Dan dengan berhati-hati pula, Catelena mendatangi tempat tersebut.
__ADS_1
Seperti biasa dan pertemuan pertama mereka, Mr. Jhons saat ini lebih suka mengintai dan menunggu'i Catelena dari atas pohon dan sangat senang setelah melihat kedatangan Catelana serta melihat Catelena yang celingukan mencari keberadaan nya saat ini, serta menbuat nya untuk tidak tahan lagi menahan akan tertawa nya serta membuat Catelena sangat terkejut dan mulai mencari arah suarah serta sekarang Catelena telah melihat Mr.Jhons yang sangat senang karena keusilan nya telah berhasil.
Catelena dengan geram pun berucap..."kenapa kau selalu bersembunyi di atas pohon serta mengaget kan ku..hah.."cepat lah turun dan kata kan apa mau mu untuk mengajak ku untuk bertemu sekarang, karena aku tidak bisa berlama-lama, atau semua orang akan curiga kepada ku.
***
Wow..wow..wow..sabar dahulu..kenapa kau selalu terburu-buru sekali canyik, dan sekarang..Mr. Jhons pun turun dari atas pohon tersebut dengan cara melompat serta sekarang keberadaan mereka sangat dekat dan saling menghadap.
Catelena...karena kewaspadaan nya pun mulai mundur sedikit...demi sedikit dan sampai Mr.Jhons menarik pinggang nya Catelena dengan cara memeluk serta membuat mereka kembali berhadapan dengan sangat dekat.
Catelena..sontak sangat terkejut dengan sikap seperti ini dan dengan cepat menarik pedang nya dan mengarah kan ke leher Mr. Jhons sambil berucap...lepas kan tangan mu, atau perjanjian kita batal.
Mr.Jhons sontak langsung melepas kan nya dan berucap..."ayo lah...aku hanya tidak mau kita tegang saat ini dan sedikit ada keintiman antara kita.. dengan sedikit cemberut Mr. Jhons berucap.
Catelena yang mendengar pun, menjadi sidikit menaikan alis nya dan berucap..keintiman...apa maksud mu dengan keintiman...bukan kah itu tidak termasuk dalam perjanjian dan kau mulai lancang mengambil kesimpulan mu sendiri dan bagaimana aku akan yakin akan mengikuti perjanjian mu itu, bila belum apa-apa kau sudah merubah nya.
Mr.Jhons mengusap wajah nya dengan kasar dan berpikir..bagai mana sesulit ini menaklukan wanita di hadapan nya ini, pada hal..di luaran sana...begitu banyak yang nengingin kan serta datang dengan sendiri nya mereka kehadapan nya dan menawar kan sendiri diri mereka, tapi..wanita ini begitu berbeda, begitu keras kepala serta penuh taktik, dan Mr. Jhons menyakini diri nya sendiri, takut akan dengan mudah jatuh kalah akan wanita yang selalu di anggap nya lemah itu.
*****
__ADS_1
Kita sambung lagi besok yah..biar semakin penasaran..tunggu aja kelanjutan nya besok..see you...