Antara Dendam Dan Cinta

Antara Dendam Dan Cinta
Perih


__ADS_3

Malam itu Raphael mencari penginapan yang lain. Sebuah hotel bintang empat menjadi tujuannya malam itu. Letaknya tidak terlalu jauh dengan hotel bintang lima yang ditempatinya beberapa hari ini. Ia lakukan itu untuk menghindari kemungkinan bertemu dengan Karen. Kalau dulu gadis itu telah menjadi adik kesayangannya. Namun sejak kejadian lima tahun lalu, Karen telah menjadi virus yang akan selalu dihindari Raphael.


Setelah melakukan pemesanan, Raphael segera masuk ke dalam kamarnya. Sambil berbaring ia mencoba menghubungi Dinda. Namun tak juga mendapat Jawaban dari istrinya. Dengan malas dihempaskan nya ponselnya di atas ranjang.


Sambil menatap nanar langit-langit, Raphael teringat kenangannya bersama Cloe. Gadis cantik, bermata hijau bening, saudara angkatnya yang telah memikat hatinya sejak ia duduk di sekolah menengah. Perasaan itu semakin bertumbuh kuat. Apalagi saat ia tahu, kalau Cloe tidak punya ikatan darah dengannya. Sehingga ia bisa saja mengambil Cloe menjadi istrinya.


Perasaan cinta Raphael mendapat balasan seperti gayung bersambut. Rupanya Cloe juga menyukainya. Namun mereka tidak berani terang-terangan menjalin hubungan. Raphael dan Cloe bersepakat untuk kencan secara sembunyi-sembunyi.


Tahun-tahun masa pacaran mereka sangat indah dan banyak cerita. Hampir delapan tahun mereka berhasil backstreet. Namun saat kelulusan mereka dari universitas, Cloe berubah. Gadis itu mulai menjaga jarak darinya. Waktu itu Raphael berfikir kalau Cloe berubah mungkin karena kesalahpahaman. Namun semuanya terbongkar secara tak sengaja. Ternyata Cloe telah memiliki kekasih lain.


Kekecewaan Raphael sangat dalam. Ia menuntut penjelasan dari Cloe,


"Cloe apa artinya delapan tahun hubungan kita? Apakah engkau menganggap perasaan ku hanya permainan bagi mu?"


"El... yang aku butuhkan bukan hanya cinta. Aku ingin calon suami ku seorang yang mapan," jawab Cloe dengan berlinangan air mata.


"Apa kah yang kamu maksud, seorang pria dengan penghasilan besar?" tanya Raphael memastikan.


"Ya seorang pria dengan penghasilan banyak dan karir yang bagus, sehingga bisa membuat ku bahagia, itulah calon suami ku." Cloe menangis terisak. Entahlah apa ia membuat keputusan itu dengan terpaksa atau ada alasan lain.


"Jadi Cloe, selama ini kamu tidak bahagia bersama ku?" tanya Raphael pahit.


"Ya... El. Kamu tidak bisa membahagiakan ku. Saat teman yang lain mendapatkan hadiah mahal, kamu hanya memberiku sebatang coklat dan setangkai mawar. Aku perlu lebih El," sorot mata menuntut terpancar dari tatapan Cloe.

__ADS_1


"Berapa uang yang kamu mau Cloe?" tanya Raphael melunak. Bukankah ia adalah seorang pengusaha yang memiliki beberapa perusahaan maju. Selama ini ia menyembunyikan semuanya, agar ia tetap mendapatkan kasih di tengah keluarga angkatnya. Ia tidak ingin hubungan mereka dirusak karena harta.


"El... aku tidak perlu lagi uang mu. Karena aku sudah menemukan pria tepat yang akan menjadi calon suami ku," jawab Cloe acuh.


"Cloe.. aku bisa memberikan uang, berapa pun yang kamu minta saat ini, aku pasti akan memberikannya.!" Raphael mengiba. Ia masih sangat mencintai gadis itu dan tak mau berpisah dengannya.


"Sudah terlambat! Aku sudah menemukan pria pujaan ku yang akan segera menjadi ayah dari anak ku."


Jawaban Cloe membuat Raphael tergugu, "Apa maksud mu Cloe?"


"Aku sudah hamil. Edmund akan segera meminang ku." Setelah kata-kata itu keluar dari mulut Cloe, gadis itu berlalu meninggalkan Raphael sendiri.


Raphael sangat terguncang. Ia tidak menyangka hubungan manis selama delapan tahun berakhir dengan menorehkan luka yang sangat dalam di hatinya. Raphael tetap kuat dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Bahkan ia menjadi saksi mata saat Cloe dan Edmund bertunangan.


Di hari bahagia Cloe, Raphael memberikan hadiah sebuah rumah mewah dengan inisial No name. Meskipun Cloe telah sangat mengecewakan, Raphael ingin memberikan hadiah terbaik. Hadiah rumah mewah itu sempat menghebohkan keluarga angkatnya. Lagi-lagi Raphael dibuat kecewa saat Edmund mengklaim bahwa hadiah rumah mewah itu darinya.


Raphael masih punya hati, sehingga ia tidak membalas Edmund. Itu semua karena ia tidak ingin membuat Cloe terluka.


"Drrrt... drrrtttt" Sebuah panggilan telepon dari Dinda menyeret Raphael kembali ke masa kini.


"Mas... tadi telephon ya?" tanya Dinda merasa bersalah.


"Honey.... pindah panggilan Vidio donk. Mas kangen."

__ADS_1


Dinda menurut dan mengganti ke mode panggilan Vidio.


"Mas tadi kan sudah telepon. Kalau kangen pulang saja!" jawab Dinda malas. Matanya sayu, ia tadi sempat tertidur dan saat bangun ia melihat ada panggilan dari Raphael di handphone nya.


"Honey... Kerjaan Mas disini kacau. Perusahaan Mas terancam bangkrut," kata Raphael asal. Ia ingin mendapat perhatian dari istrinya.


Dinda terdiam sesaat. Ia memilah kata yang tepat. Sebagai seorang istri ia harus ikut memikirkan apa yang menjadi kesulitan suaminya.


"Mas... semua orang perlu uang. Namun uang bukan segalanya. Yang terpenting, masih ada hal yang bisa kita syukuri bersama. Dinda juga bisa bantu kerja nanti. Sudah mas, dijalani saja dengan ikhlas. Mas ... mas..."


Dinda memanggil-manggil suaminya, namun tidak ada jawaban. Dinda tersenyum melihat suaminya nampak tertidur. Pria itu telah membuatnya jatuh hati. Ia berjanji dalam hati akan selalu mencintai dan berbakti pada suaminya, apa pun yang terjadi. Terlebih saat Raphael sedang kesulitan, ia akan senang hati memberikan dukungan pada nya.


"Mas Raphael, aku akan tetap mencintai mu," bisik Dinda lirih. Baru ia mematikan vc nya dan bersiap tidur kembali.


Mata Raphael yang terpejam mulai terbuka. Sebenarnya ia belum tidur. Ia tadi hanya pura-pura saja. Senyuman dingin mulai terbingkai di wajahnya.


"Dinda.... Seminggu ini aku telah kau buat teperdaya dengan kata-kata cinta dan perhatian mu. Namun aku tidak percaya pada cinta mu. Aku akan memberikanmu ujian. Kalau kamu benar-benar tulus mencintaiku, aku akan mempertahankan pernikahan ini. Namun kalau tidak, aku akan membuang mu seperti sampah!"


Tekat Raphael telah bulat. Ia tidak ingin mengalami kekecewaan kedua kali. Sakit hati saat dikhianati Cloe masih terasa perih. Padahal peristiwa itu telah terjadi lima tahun yang lalu. Sebenarnya saat ini yang lebih ditakuti adalah terperdaya oleh cinta Dinda. Kalau itu sampai terjadi pasti akan terasa sangat menyedihkan saat menerima pengkhianatan Dinda.


Masa lalunya yang pahit. Dibuang oleh keluarga sendiri. Saat ia pertama jatuh cinta mendapat pengkhianatan dari satu-satunya gadis yang dicintai. Pria mana yang masih berani mengangkat wajah saat menerima pengkhianatan seperti itu? Jadi bagi Raphael wajar saja kalau ia harus lebih hati-hati agar tidak mengalami luka yang sama. Walaupun Dinda sudah menjadi istri sah di atas kertas namun ia tidak bisa menjamin kalau wanita itu bisa dipercaya menjaga hatinya.


Raphael mulai menyusun serentetan rencana untuk memberikan ujian cinta bagi Dinda.

__ADS_1


__ADS_2