
Dengan nampak terkaget, Pangeran Dae melihat Catelena saat ini yang nampak seperti biasa melatih para Prajurit istana.
Hati nya tertegun, rasa membuncah, hasrat tak dapat di ungkap untuk saat ini, ini sungguh pemandangan yang unik.
Di Lain sisi, iya tau Catelena adalah Panglima andalan istana dan sangat propesional dalam bekerja, tidak pernah iya menyia-nyia kan waktu nya barang sedikit bersantai.
Selalu saja ada kesibukan dan daya tarik yang unik, karena telah mengetahui identitas sebenar nya Catelena, Nampak walau iya berpakaian seperti layak nya seorang Pria dan Panglima besar yang selalu bertangggung jawab atas semua Prajurit nya.
Ada juga sekarang sisi lain, yaitu...wajah memikat nya, yang membuat Pangeran Dae mau pun Mr.Jhons hingga saat ini menggila'i nya serta memperebut kan nya, Tampa mereka berdua sadari itu.
Dari kejauhan, sudah di nampak Pangeran Dae dengan persona nya yang membuncah hati serta berbunga-bunga.
Tampa di sadari Pangeran Dae pun tersenyum melihat penampakan itu, Panglima Lee....
Catelena yang mendengar nama nya di sebut pun, dengan replek menoleh serta mencari letak arah suara tersebut, lalu iya pun melihat penampakan Pangeran Dae. Lalu Catelena pun, dengan segala hormat nya iya menyaut untuk memberi hormat ke pada Pangeran Dae dengan berucap...
Iya...Pangeran Dae, siap memberi hormat sambil menunduk kan kepala nya serta menyatukan hingga membentuk sebuah genggaman tangan dan menunduk untuk memberi hormat ke pada Pangeran Dae.
Salam Pangeran Dae....
Maaf Pangeran, apakah ada yang bisa di bantu hingga Pangeran memanggil hamba, Masih sambil menunduk dan memberi hormat, Catelena berucap...
Hahahaha...Pangeran Dae pun tertawa Dan kembali berucap...
Kau ini ada-ada saja, sudah...tidak usah pormal seperti ini, kau itu Calon selir ku, terlalu kaku aku melihat mu seperti itu, Dan bukan nya kau sudah ku perintah untuk istirahat saja di dalam kamar, Dan apa yang kau laku kan ini. Aku sungguh tidak percaya kau masih mau melaku kan nya Nona lee.
Dengan terus menggeleng-geleng kan kepala nya Pangeran Dae terus berucap sambil memperhati kan Catelena dan tidak memperduli kan sekitar yang sudah sedari tadi mereka semua memperhatikan perdebatan antara Panglima dan Pangeran ini.
__ADS_1
Sungguh unik memang, mereka semua memandang itu, Panglima mereka ternyata seorang wanita dan Pangeran seperti nya telah menaruh hati nya, Dan terlebih di ketahui juga oleh mereka musuh pun hendak memperebut kan Panglima mereka.
Entah...siapa yang akan mendapat kan nya, sungguh ini di luar nalar mereka semua.
Pangeran Dae dengan memperhatikan Catelena hanya diam saat ini pun, iya mulai Bertanya, oh..iya Nona lee...
Apakah kau sudah sarapan siang ini, kalau belum...ayo sebaik nya tugas mu itu kau berikan ke pada Panglima Lain Dan kau temani aku saja untuk sarapan siang ini.
Dannn...belum sempat Catelena berucap kembali untuk menolak nya, akan tetapi...lengan nya sudah di tarik Pangeran untuk segerah mengikuti nya tampa bantahan apa pun serta dengan tatapan semua orang, membuat Catelena pun semakin risih saja saat ini.
Dengan sabar Catelena pun mematuhi saja, tetapi di pikiran Masih mencari cara lain agar tidak terlalu di kekang oleh Pangeran Dae seperti saat ini.
Pangeran...Pangeran..."Catelena yang terus berteriak karena merasa risih di perlaku kan seperti itu pun hingga Pangeran pun berhenti sejenak dan menatap Catelena.
Ada apa lagi Nona lee...
Maaf Pangeran, saya bisa berjalan sendiri dan tolong lepas kan pegangan tangan ini.
Tapi Pangeran, saya belum siap dan saya juga masih bisa berjalan sendiri tampa di gandeng Pangeran, Dan bukan apa-apa Pangeran. Apa Pangeran tidak takut akan gosip ini sampai dengan cepat menyebar ke rakyat Karna Sikap Pangeran yang tidak sabaran seperti ini, maaf sebelum nya Pangeran, bukan nya saya yang lancang.
Akan tetapi, akan kah lebih baik untuk sementara kita bersikap sewajar nya saja, untuk menghindari dari gosip dan berlalu seperti biasa untuk sementara ini, hingga waktu nya tiba Pangeran.
Hemm...Pangeran mulai berpikir itu ada benar nya juga.
Baiklah kalau begitu, ayo cepat lah kita kembali segerah ke Papiliun ku untuk segerah sarapan, karena aku pun sudah merasa lapar juga.
Hemmm...baik, ayo Pangeran..."dengan sekali memberi hormat kembali, seolah Catelena pun bernapas lega akan tindakan Pangeran Dae saat ini dan mulai jalan beriringan untuk menuju ke Papiliun nya Pangeran.
__ADS_1
Sesampai nya di Papiliun mereka sedikit bercanda dan beberapa Kali Pangeran mencoba menawar kan Arak ke pada Catelena, yang setau Pangeran sendiri tidak perna nampak Catelena menengguk minuman itu serta menjadi sebuah penasaran bagi Pangeran saat ini.
Ingin rasa nya iya melihat Catelena yang sedang mabuk dan meracau ke mana-mana dan akan seperti apalagi kelakuan nya itu jikalau iya mabuk.
Akan tetapi, angan tinggalah angan, Catelena ternyata susah di bujuk dan di perdaya, mereka akhir nya hanya menyantap sarapan siang nya sambil berbincang-bincang biasa saja.
Hingga Pangeran yang saat ini seperti mendapat ada laporan dari Salah satu mata-mata dan urusan nya tersebut datang dengan terlebih memberi hormat serta melapor dengan membisik kan ke pada Pangeran Dae saat ini.
Catelena menaikkan satu alis nya, tidak biasa dengan sikap yang seperti ini.
Tidak biasa nya Pangeran Dae mendapat laporan dan hanya dapat di dengar oleh nya saja.
Biasa laporan bila Catelena berada di kumpulan tersebut, mereka melapor dengan terang-terangan.
Tetapi ini, sungguh aneh dan seperti ada yang di tutup-tutupi oleh Pangeran Dae.
Catelena pun menjadi penasaran, Dan tidak ingin gegabah dengan langsung menanya kan nya.
Sedikit berkata Manis dan rayuan, dengan memberi satu, dua, tiga dan tampa di sadari Pangeran dengan buaiyan serta rayuan maut Catelena, Pangeran pun terbuai dan mabuk.
Hahhhh..."Catelena mengambil napas berat, di mana saja dan Sama saja...mereka mudah di perdaya, Dan mulai saat nya beraksi Catelena.
Catelena dengan mudah nya mengoreksi serta menanyai Pangeran di saat iya yang sedang mabuk saat ini, hingga tampa sadar dan mabuk berat...Pangeran pun akhir nya terkapar saat ini.
Oohhh...Jadi Pangeran mulai sudah menyimpan rahasia dari ku yah, hadeh..hadeh...kau itu manusia bodoh Pangeran, bagai mana bisa kau melawan ku, belum apa-apa saja kau sudah seperti ini.
Hingga akhir nya Catelena pun mulai berpikir dan mengambil siasat kembali dari apa saja, yang informasi baru yang di dapat nya saat ini.
__ADS_1
\*\*\*\*\*\*
Kita sambung lagi nanti yah and see you🤗