
Hari ini pekerjaan ku tidak terlalu padat, sehingga aku pulang lebih awal. Aku pulang naik taksi, sampai di rumah aku ganti baju dan menunggu anak anak pulang. Baru mau duduk di depan, ternyata mobil prince dan faiq sudah terparkir di depan rumah.
"Buna", sapa prince.
"Anak anak buna sudah pulang, sana ganti baju dan buna tunggu di meja makan", jawab ku.
"Siap bun", jawab prince.
Mereka berdua ke kamar dan ganti baju, setelah itu barulah mereka menuju meja makan. Aku makan siang bareng bersama anak anak, setelah itu anak anak main di pinggir rumah.
Telpon masuk dari mas ryan.
"Sayang lagi apa?", tanya mas ryan.
"Baru makan siang sama anak anak mas, mas sudah makan belum?", tanya ku.
"Sudah tadi", jawab mas ryan.
"Mas, ica sekarang tinggal di rumah mba susan", jawab ku.
"Oh gituh, bun. Ayah punya kabar gembira", kata mas ryan.
"Apa mas?", tanya ku.
"Mas, sudah menemukan tempat untuk jualan online mu", jawab mas ryan.
"Wah bagus dong", jawab ku.
"Sekarang mas pulang dan nanti kita lihat sama-sama, kalau suka baru kita ambil", jawab mas ryan.
"Lokasi nya dimana?", tanya ku.
"Sebelum rumah susan, dari kita sekitar 20 menit. Kalau dari susan 10menit lah", jawab mas ryan.
"Terus ruangan nya?", tanya ku.
"Kalau di foto ini cukup luas, di bawah kosong dan di atas baru kamar ada 3. Itu bekas dulu sama jualan gituh", jawab mas ryan.
"Oh bagus kalau gituh mas", jawab ku.
Telpon pun tertutup dan mas ryan lagi perjalanan pulang ke rumah. Aku menunggu mas ryan tidak sabar ingin melihat rumah, tidak lama mobil mas ryan pun datang. Aku langsung ke depan dan menghampiri mobil mas ryan.
"Sayang ayo", ajak mas ryan.
"Ya mas", jawab ku sambil masuk ke mobil mas ryan.
__ADS_1
Mobil pun melaju dengan cepat meninggalkan rumah ku, sampai di tempat itu dan kita pun turun. Sudah di sambut sama orang yang punya ruko itu.
"Permisi pak", kata suami ku.
"Oh ini ya pak ryan yang tadi menghubungi saya?", tanya bapak itu.
"Ya pak perkenalkan ini istri saya", jawab suami ku.
"Saya erin pak", kata ku.
"Pak asep", jawab bapak itu.
Pak asep pun membukakan pintu nya, mungkin pak asep sering merawat nya. Depan nya pun begitu asri dan rapih, tidak ada sampah berserakan.
"Silahkan masuk pak, bu", kata pak asep.
"Trimaksih pak", jawab suami ku.
Kita pun masuk dan melihat sekitara rumah ini, lantai bawah kosong cuman ada kamar mandi saja dan dapur. Cukup luas untuk menyimpan barang, lanjut ke lantai atas ada 3 kamar sama satu kamar mandi. Di sediakan balkon tempat menjemur pakaian di atas dan ada juga tempat buat nyuci baju di atas.
"Bagaimana bu pak, apa cocok?", tanya pak asep.
"Gimana bun?", tanya suami ku.
"Bagus, bersih dan cocok ayah", jawab ku.
Suami ku dan pak asep pun bernegosiasi, biasa nya ini di kontrakan sekarang suami ku malah di beli. Gak mau kalau ngontrak, biar aku juga punya tempat sendiri.
Setelah nego dan mendapatkan harga pas, akhir nya mereka berdua sepakat. Pembayaran selesai dan kunci pun milik kita.
"Trimaksih ayah", kata ku.
"Sama-sama sayang, apapun akan aku lakukan", jawab suami ku.
Kita pun pulang dan aku berencana untuk menambah pegawai disana, nanti yang kerja ada ica dan susan. Aku cari dua orang lagi. Kalau ai dan susi bantuin nyari orang buat pesan, kalau dapat seperti aku dulu tinggal di serahkan ke ica. Ica yang packing dan kirim ke alamat yang dituju.
Sampai di rumah, aku cari langsung susi dan ai untuk ngabarin ini. Suami ku masuk kamar dan mandi, ketemu lah ai dan susi diruangan key, baby R.
"Ai, susi ada kabar gembira buat kalian", kata ku.
"Apa bu?", tanya susi.
"Tadi aku dan mas ryan sudah menemukan tempat untuk jualan online shop, besok bantuin ya buat beres beres. Tolong cariin orang untuk membantu jualan online kita", jawab ku.
"Alhamdulillah bu, ada teman aku nanti di kabarin bu", jawab susi.
__ADS_1
"Ok aku tunggu", jawab ku.
Setelah itu aku pergi dan masuk kamar, suami ku masih menatap handphone nya. Mungkin lagi banyak kerjaan kali, sudah malam kita pun berkumpul makan malam. Malam ini malam minggu suami mengajak kita keluar untuk jalan jalan.
"Prince, faiq, siap siap kita jalan jalan", kata suami ku.
"Horee", jawab mereka.
Karena rayn sama key masih kecil, mereka dirumah saja bersama susi dan ai. Kita pun bersiap untuk jalan jalan, setelah siap kita berangkat menuju suatu tempat yang tau cuman mas ryan. Baru kali ini mas ryan ngajakin kita ke luar rumah, tapi gak tau mau di bawa kemana.
Sampailah di tempat yang ramai orang, ada banyak permainan disana. Kalau aku menyebut nya sih pasar malam, sudah lama ntah berapa tahun aku gak pernah ke tempat ini dan baru sekarang.
"Wah seru kaya nya bun", kata faiq.
Aku cuman tersenyum melihat anak anak bahagia, tidak lama kita pun masuk. Faiq dan prince dengan semangat membeli tiket semua permainan yang disana.
"Hati hati sayang", kata ku.
"Siap bun", jawab prince.
"Faiq jagain adik nya", kata suami ku.
"Ya, ayah", jawab faiq.
Aku tinggal kan mereka biar menikmati semua arena permainan, aku dan suami ku membeli barang dan kuliner makanan. Kalau gak habis di bawa ke rumah, aku gak mau ada yang terlewatkan. Makanan semua di beli.
"Bun yakin?", tanya suami ku.
"Ya ayah, kalau gak habis kita bawa pulang buat susi, ai dan bibi", jawab ku.
"Aku bahagia melihat istri dan anakku dengan antusias nya dibawa ke sini bukan ke mall atau yang lain nya", kata mas ryan.
"Mas, kalau mall jangan kan aku, anak anak juga sudah bosan", jawab ku .
"Ya mas kira kalian gengsi gak mau ke sini", kata suami ku.
"Sudah jangan dibahas, kita nikmatin kuliner an disini dan beli barang karena murah murah", jawab ku.
Aku dan suami ku berkeliling, biarkan anak anak bebas malam ini.
"Aku kirim pesan untuk faiq dulu ya mas", kata ku.
"Ya sayang", jawab suami ku.
"Sayang, kalau sudah selesai. Kabarin buna dan ayah terus kita ketemuan di tempat parkir", aku kirim pesan ke faiq.
__ADS_1
Dan tidak lama faiq pun membalas nya.
"Ya bun", jawab faiq.