
Aku mengerti apa maksud suami ku, mas ryan gak mau harus di tungguin sama ica kalau aku harus pulang dan menjenguk anak anak. Aku pun telpon pak supir.
"Hallo pak, tolong nanti kalau prince sama faiq sudah pulang dianterin ke rumah sakit ya", kata ku.
"Ya bu", jawab pak supir.
Aku tutup telpon nya.
"Bun, tolong kupasin buah dong", pinta mas ryan.
"Ya ayah", jawab ku.
"Mas ryan kapan pulang nya?", tanya ica.
"Belum ada keputusan dari dokter", jawab ku.
"Mba, kalau mau istirahat biar kan aku jagain mas ryan", kata ica.
"Trimaksih, tapi sudah ada aku dan mas ilyas yang jagain mas ryan", jawab ku.
Ica diam saja tidak menjawab nya. Sudah siang faiq dan prince pun datang diantar pak supir.
"Ayah", kata faiq dan prince.
"Anak ayah, sudah pulang sekolah ya", jawab suami ku.
"Sayang sudah makan belum?", tanya ku.
"Sudah bun, tadi nya prince mau cepat ke sini tapi kata kak faiq, kita harus ganti baju dan makan dulu. Nanti buna marah, gituh", jawab prince.
"Ya lah betul kata kak faiq", jawab ku sambil tersenyum.
"Ayah kapan pulang?", tanya faiq.
"Secepat nya, doain ayah ya sayang", jawab mas ryan.
"Bun, prince dan kakak mau jagain ayah ya disini", kata faiq.
"Boleh, nanti pulang nya bareng setelah om ilyas ke sini buat jagain ayah", jawab ku.
Ternyata anak anak ku sudah besar dan dapat di andalkan.
"Kak faiq sama kak prince tolong jagain ayah ya, buna sama tante ica mau makan siang dulu. Kalian mau pesan apa?", tanya ku.
"Aku mau cemilan bun", jawab faiq.
"Aku sama bun", jawab prince.
"Ok sayang", jawab ku.
"Sebentar ya tante tinggal dulu", kata ica.
__ADS_1
Aku dan ica ke luar dari ruangan mas ryan, kita menuju ke kantin yang ada di rumah sakit ini.
"Mba duduk saja, aku yang beliin. Mau makan apa?", tanya ica.
"Ok, aku mau bubur aja tolong ya", jawab ku.
Ica membeli bubur ayam dan dia membeli nasi padang. Aku dan ica makan sampai kenyang dan setelah itu aku cari cemilan buat anak anak dulu. Sudah dapat aku dan ica balik lagi keruangan nya mas ryan.
"Mba, mas, aku balik ke toko dulu ya", kata ica.
"Oh iya", jawab ku.
"Ya, trimakasih sudah ke sini", kata mas ryan.
Ica ke luar ruangan mas ryan, dia pun pulang kembali ke toko.
"Mas istirahat lah", kata ku.
"Ya bun", jawab mas ryan.
"Ok sayang, kita nunggu disana yu. Biarkan ayah tidur dulu", ajak ku ke anak anak.
Aku dan anak anak makan cemilan tadi yang baru aku beli dikantin, mas ryan sudah istirahat. Sore hari nya aku dan anak anak pamit pulang meskipun mas ilyas belum ke sini, mas ilyas masih dalam perjalanan.
"Yah, aku dan anak anak pulang duluan ya. Mas ilyas sudah di jalan kok", kata ku.
"Ya bun, biarkan ayah sendiri nanti juga ada ilyas yang nemenin", jawab mas ryan.
"Sayang pamit dulu ke ayah", kata ku ke anak anak.
"Ayah segera sembuh dan bisa pulang", kata faiq.
Aku dan anak anak pulang diantar supir, sampai dirumah kita disambut key dan rayn yang sudah menunggu makan.
"Bun, aku lapar", kata prince.
"Ya sudah faiq dan prince duluan makan sama adik key dan rayn. Buna mau mandi dulu", jawab ku.
Anak anak makan malam, aku seperti biasa makan di atas. Bibi pun sudah mengerti, aku mandi dan terus makan malam. Ada telpon masuk dari mas ryan.
"Hallo sayang", kata mas ryan.
"Ya ada apa mas?", tanya ku.
"Sudah makan belum?", tanya mas ryan.
"Sudah, mas sendirian kemana mas ilyas?", tanya ku.
"Ilyas lagi ke kantin", jawab mas ryan.
"Oh gituh", jawab ku.
__ADS_1
Aku matikan telpon mas ryan, aku langsung tidur karena aku rasa ini cape banget. Pagi hari nya aku dapat kabar dari salah satu pegawai toko, dia mengirim pesan.
"Bu, ica sakit. Kita bawa ica ke klinik", pesan dari pegawai itu.
"Ya, nanti saya ke sana", jawab ku.
Aku sarapan pagi dulu bersama anak anak ku dan setelah itu anak anak pergi sekolah. Aku ke klinik untuk melihat keadaan ica, sampai di klinik aku temui sinta dulu. Untung sinta sudah datang di ruangan nya.
"Sin, lu tau ica disini?", tanya ku.
"Tahu, ini tadi habis oversift sama sift malam dan katanya ada pasien semalam baru masuk. Dan gue lihat nama nya ica", jawab sinta.
"Dia sakit apa?", tanya ku.
"Belum tau, tapi kata nya perut sakit. Dan dia juga lagi haid, hasil lab nya baru nanti siang", jawab sinta.
"Ok, aku lihat keadaan nya ica dulu", jawab ku.
Aku meninggalkan sinta dan melihat ica sebentar, sebelum ke ruangan ica. Aku ngasih kabar dulu ke mas ilyas.
"Mas, kalau mau ke klinik. Ke klinik aja, biarkan mas ryan dijaga suster. Aku lagi di klinik soal nya ica sakit semalam", pesan dari ku untuk mas ilyas.
"Ok rin", jawab ilyas.
Aku masuk ke ruangan dimana ada ica.
"Ca, bagaimana keadaan mu?", tanya ku.
"Perut ku sakit, aku lagi haid pertama tapi sakit nya sangat menyiksa ku", jawab ica.
"Apa kamu makan pedas atau memang suka sakit?", tanya ku.
"Gak pernah sakit seperti ini mba, baru kali ini aku sakit tak tertahan kan", jawab ica.
"Ok nanti aku ke sini lagi, aku harus jagain mas ryan", jawab ku.
Aku pergi meninggalkan ica dan aku bertemu dengan mas ilyas yang hendak masuk.
"Rin, ica sakit apa?", tanya mas ilyas.
"Belum tau mas, hasil lab nanti siang. Ica sakit perut dan haid pertama", jawab ku.
"Jangan jangan ica juga terkena kanker serviks kali rin", kata mas ilyas.
"Huss mas jangan gituh, doain aja semoga tidak ada apa apa mas", jawab ku.
"Ya habis nya aku kesal, ada ya wanita murahan kaya gituh", jawab mas ilyas.
"Sudah mas, aku pergi ya, titip ica mas", jawab ku.
Aku pergi meninggalkan klinik dan menuju ke rumah sakit dimana mas ryan berada, aku masuk ke kamar mas ryan.
__ADS_1
"Mas maaf telat, ini sarapan nya", kata ku.
Mas ryan mau makan kalau aku yang bawa, dia gak mau kalau makanan dari sini. Padahal sehat loh VVIP, tapi kata nya gak enak dan gak ada rasa.