
Hari ini kita pergi ke sebuah restoran, sampai disana kita masuk dan menuju tempat dimana kita sudah pesan. Aku lihat haris sudah datang duluan, prince tengok aku dan suami ku. Aku tau pikiran dia, dia harus bersikap seperti apa. Sampai di meja haris langsung peluk prince,
"*S**ayang apa kabar? Ayah rindu kamu*", tanya haris.
"*B**aik ayah*", jawab prince.
"*Si**lahkan duduk*", kata haris ke kita semua yang masih diam berdiri.
Kita duduk dan masih diam saja,
"*A**ku sudah pesan menu nya*", kata suami ku.
Tiba-tiba pelayan pun datang membawa makanan nya,
"*I**ni anak kalian? Cantik ya kaya buna nya*", kata haris.
Aku cuman mengangguk saja dan senyum,
"*A**pakabar sudah lama tidak berbisnis lagi*?", tanya haris ke ryan.
"*B**aik, ya mungkin lain waktu kita berbisnis bareng lagi, silahkan dimakan*", jawab ryan.
Aku makan dan tidak berbicara apapun, suasana saat ini terasa tidak nyaman buat ku. Haris cuman berbicara sama prince dan mungkin untuk melepaskan rindu saja.
"*S**ayang mau pesan apa lagi*?", tanya haris ke prince.
"*S**udah banyak ayah*", jawab prince.
Waktu setengah jam seakan satu tahun aku rasa kan disini, setelah selesai kita berpamitan untuk pulang.
"*P**rince mau main gak*?", tanya suami ku.
"*G**ak ayah kasian buna harus istirahat*", jawab prince.
"*G**ak apa apa kok kalau kamu mau main sayang*", jawab ku.
"*G**ak buna*", jawab prince.
Aku lihat dia tidak bahagia tapi aku gak tau apa yang membuat nya seperti itu, mungkin nanti pulang ke rumah aku tanya prince langsung. Setelah sampai di rumah aku dan suami ku duduk di ruang tamu, prince dan key masuk ke kamar.
"*S**ayang prince kenapa*?", tanya suami ku.
"*A**ku juga tidak tahu*", jawab ku.
Aku ijin untuk menemui prince ke kamar nya dan suami ku masuk ke kamar,
"*P**rince, boleh buna masuk*?", tanya ku di belakang pintu.
"*M**asuk aja bun*", jawab prince.
"*K**amu kenapa sayang*?", tanya ku.
__ADS_1
"*B**un, kata buna kita tidak boleh benci tapi kalau lihat ayah haris tadi, prince ingat kejadian dulu, ayah ninggalin kita, untung ada ayah ryan yang sayang sama kita*", jawab prince.
"*J**adi inti nya prince gak suka kalau ketemu ayah* haris? ", tanya ku.
Prince cuman mengangguk saja.
"*S**ayang buruk baik nya orang tua sebagai anak, kita tidak boleh benci, ada satu hal membuat ayah ninggalin buna yaitu kita tidak berjodoh dan ingat prince pernah bahagia sama ayah Haris, ya kan*?", tanya ku.
Lagi dan lagi prince pun mengangguk.
"*S**o prince gak boleh benci ya sayang*", kata ku.
Aku peluk prince dan setelah itu aku biarkan prince istirahat, aku pergi ke kamar ku.
"*S**ayang apa kata prince*?", tanya suami ku.
"*T**ernyata anak kita sudah besar, dia mempertanyakan apa boleh benci sama ayah haris karena sudah meninggalkan nya, aku bilang jangan benci bagaimana pun dia pernah membahagiakan mu, walau kita tahu prince itu anak mu ayah ryan bukan anak dia*", jawab ku. Aku dipeluk suami ku,
"*A**ku jadi ke ingat anakku sayang, bagaimana kabar nya ya*", kata suami ku.
"*S**udah di coba lagi hubungi keluarga nya*?", tanya ku.
"*T**iap hari ku coba tapi semua nya tidak aktiv, mereka mungkin ingin menjauhkan ku sama anakku*", jawab suami ku.
"*S**abar ya, mungkin besok atau lusa ada keajaiban*", jawab ku.
Hari ini aku berangkat kerja diantar suami ku, semenjak aku hamil suami ku yang over protektif harus selalu didampingi dia terus. Anak ku di antar supir pribadi nya berangkat sekolah, sampai di klinik aku masuk dan suami ku berangkat kerja. Aku mulai bekerja dengan para pasien ku, pasien berikut nya aku panggil tapi rasa nya aku tidak asing lagi.
"Permisi", kata pasien.
"Mba", kata susan.
"Mba apa kabar?", tanya ku.
"Baik, jadi mba kerja di sini?", tanya susan.
"Ya, ini kakak faiq udah besar ya", jawab ku.
"Ya, apakabar prince?", tanya susan.
"Baik", jawab ku.
Aku periksa anak nya dia, dia ternyata sakit.
"Mba tau mas ryan dimana?", tanya susan.
Dia tidak tahu kalau aku dan mantan suami nya sudah menikah, dulu aku mau ngasih tau tapi nomor dia sudah tidak aktiv lagi.
"Aku tau", jawab ku.
"Kalau nanti bertemu ayah nya kakak, tolong hubungi aku ya, ini nomor ku", kata susan.
__ADS_1
"Ya nanti aku bilang ke ayah nya kakak", jawab ku.
"Aku merasa bersalah sama dia, aku menyesal meninggalkan nya", kata susan.
"Yang lalu biarlah, sekarang kamu kan punya keluarga baru, bahagia bersama suami mu", jawab ku.
"Aku sudah bercerai sama dia", kata susan.
"Maaf", jawab ku.
"Gak apa apa, aku nikah sama dia cuman 5bulan,dia kasar, aku korban KDRT nya dia", kata susan.
"Sabar ya, terus kenapa nomor mu tidak aktiv dan kamu kenapa tidak mencoba menghubungi ku?", tanya ku.
"Handphone ku di rusak sama dia, aku dan anakku kabur dari rumah, orang tua ku menyuruh ku bertahan tapi aku sudah tidak sanggup lagi", kata susan.
Aku peluk dia untuk menenangkan hati nya,
"Aku lupa nomor mu dan nomor mas ryan, jadi aku tidak bisa menghubungi kalian", sambung susan.
"Kamu tinggal dimana sekarang?", tanya ku.
"Aku tinggal disekitaran sini, aku searlok ya sama kamu", jawab susan.
Setelah dia mecurahkan semua nya, dia pun pulang. Aku merasa kasian tapi aku pun bingung gimana nati aku kasih tau sama dia tentang pernikahan ku. Aku rasa nya ingin cepat cepat bertemu suami ku dan menceritakan tentang kejadian ini, aku pun selesai memeriksa semua pasien ku.
"Sayang", kata suami ku sambil membukakan pintu masuk ruangan ku.
"Eh sudah sampai sini", jawab ku.
Aku di cium dan dipeluk nya.
"Ayo kita pergi", kata suami ku.
"Mas, aku mau bicara", kata ku.
"Apa sayang?", tanya suami ku.
Kita duduk dulu di ruangan ku dan aku ingin bicarakan tentang masalah tadi pagi.
"Mas hari ini aku bertemu anak mu dan susan", kata ku.
"Hah, dimana?", tanya suami ku.
"Disini tadi pagi, faiq sakit tapi sudah aku periksa dan kasih obat", jawab ku.
"Terus apa kamu bertanya tentang mereka?", tanya suami ku, aku mengangguk.
"Anakku dimana sekarang?", tanya suami ku.
"Aku ceritakan dari awal ya mas", jawab ku.
__ADS_1
Suami ku diam dan mengangguk.
"Tadi mereka ke sini, aku pun kaget dan dia pun sama. Dia menanyakan tentang keberadaan mu, aku tidak memberitahukan bahwa kita sudah menikah karena ini bukan waktu yang tepat buat semua nya. Susan menikah dengan pilihan orang tua nya cuman bertahan 5bulan,suami nya kasar. Di kabur membawa faiq dari rumah, ayah nya dia suruh bertahan tapi dia sudah tidak sanggup lagi. Mereka pun bercerai, dia dan faiq tinggal didaerah sekitaran sini. Aku searlok ya ke handphone mu mas, itu alamat nya", jawab ku panjang lebar menceritakan kejadian nya.