ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR

ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR
Karma


__ADS_3

Aku masih di toko seharian ini, tiba-tiba telpon ku berbunyi.


"Hallo apa benar ini istri nya pak ryan?", tanya seseorang disana.


"Ya benar, ada apa ya dengan suami saya?", tanya ku.


"Saya assistennya, sekarang pak ryan ada di rumah sakit", jawab wanita itu.


"Oh saya akan segera ke sana", jawab ku.


Aku tergesa gesa berangkat ke rumah sakit yang dekat kantor nya mas ryan, sampai di kantor aku menemui resepsionis yang ada disana.


"Permisi sus, ada pasien atas nama ryan ahmad", tanya ku.


"Oh ada di ruangan atas belok kiri", jawab suster itu.


"Trimakasih", jawab ku.


Aku pun naik lift menuju ruangan VVIP dan menemukan asistennya mas ryan.


"Bagaimana suamiku?", tanya ku.


"Sabar bu, pak ryan masih ditangani dokter", jawab asisten nya.


Dokter pun ke luar.


"Apa ada keluarga pasien?", tanya dokter itu.


"Saya istri nya, ada apa dengan suami saya?", tanya ku.


"Bisa ikut keruangan saya?", tanya dokter.


"Ya", jawab ku.


Aku mengikuti dokter itu dan sampailah di ruangan nya.


"Saya mau bertanya, apa belakangan ini suami anda sering mengeluh sakit?", tanya dokter.


"Gak dok, kenapa dengan suami saya?", tanya ku.


"Suami anda terkena kanker kelamin, disebabkan karena ganti ganti pasangan", jawab dokter itu.


"Apa?", aku kaget.


"Maaf sebelum nya, apa suami anda pernah berhubungan sama wanita lain?", tanya dokter itu.


Aku tidak mau aib suami ku terbongkar, bagaimana pun dia suami ku dan aku istri nya. Aku hanya diam tidak melakukan respon apapun.


"Dok apa itu bisa di obati?", tanya ku.


"Bisa, cuman agak lama, perlu waktu dan harus sabar. Suami anda juga harus puasa, mengingat anda pun lagi hamil", jawab dokter.


"Oh gituh, dok tolong usaha kan agar suami ku sembuh apapun dan bagaimana pun cara nya", jawab ku.


"Ya, kita disini akan usaha kan", jawab dokter.


"Saya permisi dok", kata ku.

__ADS_1


Aku pun segera bangkit dari duduk dan terasa tersambar petir mendengar ini semua. Aku kembali ke kamar mas ryan dan ternyata asisten nya masih disana.


" Ibu tidak apa apa kan?", tanya asisten.


"Gak, kamu boleh pulang, biar mas ryan saya yang jaga", jawab ku.


"Baik, saya pulang dulu bu", jawab asisten nya.


Aku melihat wajah suami ku sangatlah kasian dan apa mungkin ini hukuman untuk suami ku. Aku telpon mas ilyas.


"Hallo rin ada apa?", tanya mas ilyas.


"Mas bisa ke rumah sakit sama sinta?", tanya ku.


"Bisa, ada apa rin, kamu sakit?", tanya mas ilyas.


"Gak, mas ryan sakit, tolong segera ke rumah sakit yang dekat kantor mas ryan ya", jawab ku.


"Ok rin, aku ke sana", jawab mas ilyas.


Aku menunggu mereka segara tiba ke sini, ntah apa yang harus ku lakukan. Apa bisa suami ku menerima kenyataan pahit ini, aku takut dia frustasi. Untung mas ilyas dan sinta segera datang.


"Bumil ada apa ini?", tanya sinta.


"Sin", jawab ku sambil menangis dipelukkan sinta.


"Kenapa sakit apa?", tanya sinta.


"Mas ryan sakit kanker kelamin", jawab ku.


"Terus kata dokter apa rin?", tanya mas ilyas.


"Sabar beibe", kata sinta.


"Mungkin ini akibat nya, perbuatan yang telah mas ryan lakukan tempo dulu", jawab ku.


Mas ryan bangun.


"Sayang mas ada dimana?", tanya mas ryan.


"Mas jangan bangun dulu, mas ada dirumah sakit", jawab ku.


"Awww sakit banget", kata mas ryan.


"Jangan banyak gerak ya", kata ku.


"Yan sudah berapa lama anu kamu sakit dan apa ada tanda tanda yang aneh?", tanya mas ilyas.


"Sakit sudah ada sebulan dan baru tadi pagi terkadang ******** ku mengeluarkan cairan seperti nanah, tadi nya aku mau periksa pulang kerja tapi aku tidak kuat menahan sakit", jawab mas ryan.


"Kamu tau penyakit apa itu?", tanya mas ilyas.


"Gak yas", jawab mas ryan.


"Maaf yan, kita semua tau tentang perselingkuhan lu sama ica 2 bulan ke belakang. Lu tau akibat nya apa?", tanya mas ilyas.


"Apa?", jawab mas ryan.

__ADS_1


"Itu yang sekarang lu rasain", jawab mas ilyas.


"Apa? Gak gak mungkin yas", jawab mas ryan.


Aku mencoba untuk menenangkan mas ryan.


"Lu gak tau ica, ica berhubungan gak sama lu aja yan. Banyak cowo diluar sana, gue aja geli dan sering diajak tidur. Tapi gue nolak dan gak mau", jawab mas ilyas.


"Apa benar itu sayang?", tanya mas ryan ke aku.


Aku cuman bisa mengangguk saja.


"Owh sial", umpat ryan.


"Sabar, itu ujian buat mas, mas pasti sembuh", kata ku.


" Maaf sayang, aku salah", kata mas ryan.


"Ya mas, sekarang mas harus nurut apa kata dokter. Dokter sedang berusaha mengobati mas ryan", jawab ku.


"Itu pelajaran buat lu yan", kata mas ilyas.


Kita hanya diam saja, tidak banyak bicara lagi. Dokter dan suster datang untuk memeriksa mas ryan.


"Rin, gue saranin lu periksa sama bayi lu mungpung disini. Takut nya terinfeksi", kata mas ilyas.


"Ya rin bener", kata sinta.


Aku diam sambil menunggu dokter selesai memeriksa mas ryan. Dokter pun selesai memeriksa nya.


"Mas, aku mau ijin untuk periksain aku dan baby. Mas sama mas ilyas dulu ya, aku minta di antar sama sinta", jawab ku.


"Ya sayang, hati hati", jawab mas ryan.


"Mas titip mas ryan ya", kata ku ke mas ilyas.


Mas ilyas mengangguk, aku dan sinta ke ruangan dokter kandungan untuk memeriksa aku dan baby. Setelah selesai untung nya aku tidak apa-apa dan baby sehat, kita berdua tidak tertular penyakit dari mas ryan.


Aku dan sinta kembali ke ruangan mas ryan dan aku lihat mas ryan sedang asik ngobrol sama mas ilyas.


"Sayang gimana?", tanya mas ryan.


"Semua nya sehat mas", jawab ku.


"Maafkan mas, kalau sampai tertular mas gak bakalan bisa maafkan diri mas sendiri", jawab ryan.


"Jangan gituh, kita lewati bersama yang penting mas ryan bisa sembuh lagi", kata ku.


"Rin, kamu lagi hamil. Kalau malam gue yang jagain ryan, kalau siang nanti gantian lu", kata mas ilyas.


"Mas trimakasih ya, rumah tangga ku selalu bergantung pada mas ilyas, maaf mas selalu merepotkan", jawab ku.


"It's ok lu sama ryan sahabat gue", kata mas ilyas.


Aku bahagia punya sahabat seperti mas ilyas dan sinta.


"Kita pamit dulu ya, nanti balik ke sini lagi", kata mas ilyas.

__ADS_1


Mas ilyas dan sinta pun meninggalkan ruangan mas ryan, mereka kembali lagi ke klinik.


__ADS_2