ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR

ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR
Awal dari kegilaan ku


__ADS_3

Suami dan aku mulai renggang komunikasi pun dirumah seperlunya saja, handphone masing-masing dikata sandi jadi biar aman. Ntah apa yang suami ku perbuat aku tidak tau, dia sering pulang pagi atau larut malam tapi aku tidak berani bertanya kemana saja. Uang belanjaan ku masih rutin tiap bulan nya, tidak ada yang berubah cuman sikap dan sifatnya saja yang berubah. Aku sudah tidak lagi terbebani masalah hamil karna takut kecewa lagi, aku sudah mulai nyaman dengan dunia ku. Tiap hari aku selalu WhatsApp sama mantan pacar ku, kita tidak membahas masalah rumah tangga masing-masing tapi malah mengenang masa lalu disaat pertama bertemu dan berpacaran..


"memang dari dulu aku selalu nyaman dengan mu", ungkap mantan pacar ku. Kita memang sering WhatsApp tapi tidak dengan telfonan,dia takut dan aku pun begitu.


"kenapa dulu kamu tidak berjuang untuk ku", aku bertanya tentang awal dia meninggalkan ku.


"aku pernah niat dan ingin kembali ke kamu setelah satu tahun aku meninggalkan mu, tapi aku dapat kabar kalau kamu sudah duluan nikah, disitu aku merasa sia sia, aku bekerja agar bisa menikahi mu", balasan dia.


"kenapa kamu tidak bilang dan berterus terang sebelum akhirnya aku dan kamu lost kontak", pungkas ku.

__ADS_1


"karena aku tau kamu lagi kecewa sama aku, niat aku pun akan kamu anggap bohong, jadi mungkin aku putuskan untuk mendatangi mu secara tiba-tiba sebagai surpraise kalau aku benar-benar sayang sama kamu, tapi malah aku yang dikasih surpraise oleh mu", jawaban mantan pacar ku.


"maaf dulu aku terlalu egois sehingga aku sendiri yang harus melewati ini semua, maaf niat mu menjadi seperti ini karna aku", ada rasa menyesal, ada rasa sedih campur aduk perasaan ku saat ini.


"kita mungkin cukup seperti ini sampai kapan pun, karna waktu sudah tidak berpihak kembali", lanjut ku.


"kenapa aku tidak bisa bersama mu lagi, bukankah kita masih bisa, kamu masih sayang sama aku kan, aku sayang kamu", dia mulai gila dan membuat ku campur aduk, ntah dosa atau kah harus apa aku ini..


"hallo",suara ku pelankan

__ADS_1


"hallo bidadari ku yang tak pernah bisa aku genggam dan hanya bisa aku lihat", gombalan dia pun mulai menjadi jahanam.


"apasih", aku jawab dengan rasa malu.


"kenapa kau diam tak menjawab semua pertanyaan ku", dia mulai kembali membuat ku bingung.


"wahai mantan terindah ku, aku mungkin bodoh atau egois aku pun tidak tau. Kau dulu yang membuat ku luka, membuat ku membenci mu, tapi rasa ini dan sampai detik ini sekali pun rasa itu tetap utuh", aku coba menjelaskan dengan basa basi.


"jadi apakah kamu mau kita melanjutkan cerita tentang kita yang dulu pernah berhenti sejenak, kita akan bahagia aku jamin itu", dia selalu meyakini ku. Itu yang membuat ku lemah dihadapan dia.

__ADS_1


"menurut mu harus kah kita bersama kembali dengan keadaan kita saat ini yang tak mungkin pernah bisa untuk seutuh nya kembali", mungkin kah aku pun sudah mulai gila seperti dia.


__ADS_2