ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR

ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR
Hari pernikahan ku


__ADS_3

Malam ini kita semua pergi ke hotel untuk mempersiapkan besok, kamar ku bareng sama anak ku, susi dan juga ai. Satu kamar itu satu kepala keluarga, dari pihak ku ada 10 kamar dan dari pihak dia ada 11 kamar. Keluarga besar semua ini mah, pesan singkat masuk,


"*S**ayang lagi apa? Aku deg deg an mau mempersunting bidadari yang selama ini aku nanti kan*", pesan dari ryan.


"*L**agi membayangkan hari esok penuh haru*", jawaban pesan dari ku.


"*J**angan tidur malam malam ya* ", pesan dari ryan.


Aku tidak sempat membalas nya karena aku kecapean dan ketiduran. Hari ini aku bangun lebih awal dari mereka karena harus bersiap siap, aku di dandani sama WO yang sudah di pesan. Semua keluarga ku memakai baju warna ungu dan dekor nya pun perpaduan warna ungu dan putih. Ini hari dimana satu langkah menuju gerbang kebahagiaan ku yang lain nya, aku seperti putri cantik yang anggun. Acara siraman dan pengajian pun berlangsung hikmat, ada juga ustadzah yang kita undang disana. Setelah selesai malam hari nya kita semua istirahat karena acara yang sebenar nya itu besok, harus benar benar vit tubuh ini.


"*B**una besok jadi peri cantik ya*", kata anakku.


"*Y**a, kamu bahagia gak sayang ku*? ", tanya ku.


"Aku bahagia buna, apalagi om mau jadi ayah ku", jawab anakku.


"*J**ika prince bahagia buna pun akan selalu menurutin apa yang membuat mu bahagia sayang*", jawab ku sambil memeluk prince.


"*P**rince sayang buna*", kata prince sambil memeluk ku erat.


Kita semua tertidur pulas banget. Hari ini aku bangun pagi dan hari ini dua langkah menuju gerbang kebahagiaan ku bersama orang yang menjadi ayah kandung dari anakku. Aku didandani pakai mahkota dan baju warna putih karena mau acara akad nikah, aku juga ada rasa deg deg an.


"*B**una cantik*", kata prince dari belakang ku.


"*A**nak buna juga ganteng banget*", aku peluk anakku.


Acara akad nikah pun sebentar lagi di mulai,aku diantar ke luar didampingi putri cantik yaitu ai dan susi. Ku lihat dari kejauhan calon suami ku yang ganteng itu, tidak menyangka takdir ku bisa mempertemukan dan menyatukan kita kembali. Padahal dulu sudah tidak mungkin bisa bertemu apalagi bersatu, tapi takdir pun yang menjodoh kan kita kembali. Acara demi acara kita lewati dan sudah waktu nya acara ijab kobul nya, aku deg degan takut dia salah. Alhamdulillah sudah sah dan sekarang aku resmi menjadi istrinya,


"*L**ove you istri ku*", bisik ryan ditelinga ku.


Aku malu dia bilang gituh, padahal setiap bertemu selalu bilang itu tapi kenapa hari ini terasa berbeda kedengeran nya. Semua tamu di persilahkan mencicipi hidangan nya,


"*H**ebat kamu mendapat kan berlian*", ucap ilyas yang hadir disini.


"*Y**a lah aku susah payah jungkir balik masa gak dapat*", jawab ryan.


Kita semua tertawa, kita berfoto bersama keluarga, teman dan rekan kerja.


"*H**oree aku punya ayah yang ganteng*", kata anak ku,


"*Y**a sayang anakku yang ganteng, ya kan buna*", jawab ryan.


Aku cuman mengangguk saja dan tersenyum pertanda aku mendukung apa yang mereka katakan.

__ADS_1


"*B**una punya dua jagoan yang ganteng dan akan selalu melindungi buna nya*", kata ku.


Malam nya masih banyak tamu berdatangan, malah tambah banyak ini mah.


"Bun, nanti malam kita langsung tidur aja ya", kata ryan.


"Ya lah terus mau ngapain?", tanya ku.


Dia tertawa.


Ilyas setia menemani kita dari pagi sampai malam ini standbay terus,


"Bro, nanti malam gw ikut ya sama kalian", kata ilyas.


"Idih ogah masa gw bawa lo ", jawab ryan.


Aku tertawa aja melihat tingkah mereka. Acara sudah selesai dan aku masuk ke kamar ganti baju, dia pun ganti baju.


"Sayang ikut aku sini", kata ryan.


Aku dibawa dia naik mobil menjauh dari hotel dimana kita tadi melangsungkan pernikahan,


"Kita kemana? Katanya mau tidur", tanya ku heran.


"Ya kita mau langsung bulan madu", jawab ryan.


"Prince dan dayang dayang nya sudah tau kalau buna mau aku culik dulu untuk tiga hari ke depan", jawab ryan sambil tersenyum.


"Wah ini ada persekongkolan", jawab ku sambil mencubit perut nya.


Kita menuju bandara,


"Kita kan belum pesan tiket sayang", tanya ku.


"Kan ada ilyas yang mengatur semua nya", jawab ryan.


Kita masuk ke bandara dan kita pun naik pesawat terbang menuju Jepang, kita bulan madu tiga hari di jepang. Sampai di jepang,kita di jemput sama mobil dan menuju ke sebuah apartemen.


"Ini punya siapa sayang? ", tanya ku.


"Punya kita lah sayang, jadi kalau mau liburan ke jepang kita punya apartemen sendiri, terus aku juga kan kadang harus pergi bisnis juga ke sini", kata ryan.


Kita masuk dan ku lihat pemandangan di luar sangat bagus, kebetulan juga kita berada di lantai empat sedangkan semua nya ada enam lantai. Karena kecapean aku dan dia langsung istirahat. Besok nya aku masak sarapan untuk dia,

__ADS_1


"Sayang bangun udah siang", aku membangunkan ryan sambil ku cium kening nya.


"Bangun tidur langsung lihat bidadari", kata ryan.


Tiba-tiba bel berbunyi, aku bangun dan ternyata yang datang ilyas.


"Lah mas ilyas kok disini? ", tanya ku.


" Ya lah aku kan tetanggaan sama kalian", jawab ilyas.


"Oh jadi suami ku dan kamu punya apartemen masing-masing disini? ", tanya ku.


Ilyas pun mengangguk.


" Sayang ada siiaapaaa? ", tanya ryan.


"Gue bro", jawab ilyas.


"Lah lu ngapain pagi pagi udah ngeribetin banget ya", tanya ryan.


"Gue kan baru sampe ke sini terus lapar, lah gw nyamperin kalian donk minta sarapan", jawab ilyas.


Aku cuman tertawa ngelihat mereka,Kita bertiga sarapan bareng.


"Gue tau ini kenapa langsung bulan madu ", kata ilyas.


" Kenapa lo? ", tanya ryan.


" Lah mau cepet cepet bikin ade buat prince lah, ya kan", kata ilyas.


"Ya lah kita mau bikin sekaligus dua, ya kan bun", jawab suami ku sambil merangkul ku dan mencium kening ku.


"Ini nih gue males, lu gak punya perasaan banget sih", kata ilyas.


Kita tertawa.


Ilyas berpamitan untuk pergi ke apartemen nya dan kita berangkat jalan jalan.


"Sayang kita mau kemana? ", tanya ku.


"Nanti kamu juga tau kita mau kemana", jawab ryan.


Kita menuju ke restoran yang mewah,

__ADS_1


"Sudah sampai istri ku", kata ryan.


Kita pun masuk ke restoran itu, lagi dan lagi surpraise dari dia tidak henti henti nya begitu indah bunga yang di tata didalam nya.


__ADS_2