ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR

ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR
Keluarga bahagia


__ADS_3

Mengingat bahwa ica pernah merebut mas haris dari ku tapi aku percaya mungkin dia sudah berubah.


"Berapa lama ica disini?", tanya suami ku.


"Mungkin sampai selesai sidang perceraian nya", jawab ku.


"Ok lah aku percaya sama istri ku", jawab suami ku.


Aku pun menutup telpon nya dan aku membantu ai membuka online shop nya kalau ada yang order nanti aku bakalan kasihkan ke ai. Pas aku buka ternyata sudah ada 5 pelanggan yang mau order, aku kirim pesanan nya sama ai dan biarkan ai yang menyiapkannya. Aku tidak bisa tidur siang sedangkan baby R tidur jadi tidak ada aktifitas apapun, aku teringat terus apa kata mas ryan tapi mungkinkah ica akan seperti itu lagi?.


Sore hari nya kita pun berkumpul di meja makan untuk makan malam, aku belum melihat ica ke luar kamar nya.


"Bi bisa tolong panggil ica", kata ku.


"Ya bu", jawab bibi.


Bibi ros pun pergi ke kamar ica dan tidak lama ica pun datang menghampiri kita yang siap siap mau makan.


"Ca makan dulu biar tidak sakit", kata ku.


"Ya makasih mba", jawab ica.


Kita pun menikmati makan malam nya sampai habis dan tidak tersisa, setelah selesai kita pun berkumpul di depan televisi. Banyak anak di rumah ini menjadikan rumah ini tidak pernah sepi.


"Bun, ayah belum telpon?", tanya prince.


"Belum mungkin lagi banyak tugas sayang", jawab ku.


Tiba-tiba ponsel ku berdering, ternyata suami ku telpon.


"Sayang lagi apa?", tanya suami ku.


"Kita lagi kumpul yah, habis makan malam. Ayah sudah makan?", tanya ku.


"Sudah sayang", jawab suami ku.


"Mas ini anak anak mau ngobrol kangent mereka", kata ku.


Aku kasihkan ponsel nya ke faiq, prince dan key.


"Ayah kapan pulang?", tanya prince.

__ADS_1


"Nanti kalau ayah sudah selesai, semoga besok lusa ayah bisa pulang sayang", jawab suami ku.


"Ayah jangan lupa makan", kata prince


"Yah yah yah", panggil si kecil key yang lagi belajar bicara.


Key baru bisa berkata yah, na, ka, mam. Dia masih belajar bicara dan dia juga masih berumur 17 bulan.


"Ayah bawain oleh oleh jangan lupa", pinta prince.


"Siap sayang, semua rata di bawain oleh oleh sama ayah khusus buat anak anak ayah yang paling tersayang, buna gak usah kali ya", kata suami ku sambil tertawa.


Anak anak juga ikutan tertawa.


"Oh gituh buna gak di bawain, ok", jawab ku sambil bernada marah.


Semua anak anak rame banget tertawa dan bercanda bersama ayah nya walaupun lewat ponsel. Mas ryan menutup telpon nya, dia harus menyelesaikan proyek nya agar bisa cepat pulang.


"Anak anak buna cepat pergi ke kamar istirahat ok", kata ku.


"Ok bun", jawab prince dan faiq.


Mereka pun nurut dan masuk ke kamar dan juga key ikut kakak nya pergi ke kamar.


"Ya, alhamdulillah punya anak anak yang nurut dan aku sama mas ryan juga selalu bersikap adil, tidak membedakan mereka", jawab ku.


"Beruntung nya kamu memiliki mas ryan", kata ica.


Aku tersenyum dan memang jika dilihat mas ryan begitu sempurna bagi ku, semoga surga yang sedang aku bangun dirumah ini tidak terbawa oleh ombak dari luar.


"Mau ikut gak ca? Aku mau bantuin ai dan susi packing barang buat besok di antar ke pemilik nya", ajak ku.


"Boleh, aku juga belum mengantuk kok", jawab ica.


Aku dan ica menemui susi dan ai lagi packing barang nya, hari ini ada 15 pesanan yang masuk dan besok harus diantar.


"Banyak banget yang pesan nya mba", kata ica.


"Ya alhamdulillah, tapi itu belum seberapa. Kalau dulu sebelum ai dan susi sibuk ngurusin anak anak, kita tiap hari kirim barang 100 dan sampai lebih malah", jawab ku.


"Oh gituh hebat mba", kata ica.

__ADS_1


"Aku bisa seperti ini karena melihat anak dan bagaimana cara bertahan hidup, aku memutuskan untuk jualan online dan sudah banyak pelanggan ku", jawab ku.


"Mba itu pintar dan cantik, pantas berdampingan dengan mas ryan", kata ica.


"Kalau ica mau besok susi dan ai bakalan ajarin bagaimana cara nya berjualan", kata ku.


"Yang benar mba?", tanya ica.


"Ya, besok mereka bakalan ajarin", jawab ku.


Ica pun bahagia bisa mendapat kan uang sendiri.


"Sus, ai tolong besok ajarin ica ya", kata ku.


"Ya bu, besok kita akan ajarin mba ica", jawab ai.


Aku pun pamit karena besok harus ke klinik lagi sedang ica masih membantu mereka dan ica ingin sekarang di ajarin nya. Ai dan susi dengan senang hati mengajari ica, aku hanya ingin berbagi rezeky untuk ica agar dia bisa kuat menghadapi kenyataan nya. Walaupun tanpa sosok lakilaki kita masih bisa mencari dan menghasilkam uang sendiri.


Esok hari nya aku lihat ica sudah dari tadi menunggu kita di meja makan, anak anak pun baru menghampiri meja makan.


"Wah bahagia banget ca", kata ku.


"Ya mba, hari ini aku mau ngantar barang sama susi dan setelah itu aku pun mau berjualan. Semalam sudah diajarin sama ai dan susi", jawab ica.


"Semangat terus ya ca", jawab ku.


Kita berbagi hasil, dulu cuman dibagi tiga tapi sekarang dibagi empat karena ica pun membantu kita. Lumayan untuk jajan dan dari pada diam mendingan memanfaatkan yang ada. Setelah makan faiq dan prince berangkat sekolah sedangkan aku naik taxi berangkat ke klinik.


Sampai di klinik aku pun masuk ruangan banyak banget berkas yang penting harus aku lihat dan tanda tangan. Perlahan aku menyelesaikan nya dan kalau jenuh aku jalan jalan sambil membantu dokter disana.


Hari ini aku putuskan untuk pulang jam 14:00 karena ingin menyelesaikan tugas dulu. Jam menunjukkan pukul 12.00, baru mau ke luar ternyata sinta sudah ada didepan pintu ku.


"Rin ke kantin yu", ajak sinta.


"Ini mau ke kantin tapi sudah ada kamu ke sini", jawab ku.


Aku dan sinta pergi menuju kantin, aku pesan ayam bakar dan sinta pesan nasi padang. Mas ilyas pun menghampiri kita dan mungkin dari tadi dia mencari ku.


"Aku ke ruangan kalian tapi ternyata kalian sudah disini", kata mas ryan.


"Maaf mas tadi sinta juga ke ruangan ku dan kita pergi sama sama, aku takut mengganggu mas ilyas yang masih bersama pasien nya", jawab ku.

__ADS_1


Pesanan aku dan sinta pun sudah datang, mas ilyas baru pesan rendang dan belum datang.


__ADS_2