ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR

ANTARA SUAMI DAN MANTAN PACAR
Pengakuan ica


__ADS_3

Aku masih mendengarkan percakapan ica dan cewek itu, aku gak tau siapa orang nya.


"What? Cowok mana yang bisa nolak sama cewek, sedangkan didepan nya ada cewe sedang telanjang", kata cewe itu.


"Ya emang kenyataan nya seperti itu, malahan mas ryan mengumpat ku. Dia bilang wanita murahan dan tidak tau malu. Aku pun ke luar dari kamar itu dengan rasa malu", jawab ica.


"Kamu teruslah sampai mas ryan mau dan kamu rebut dia, sama seperti lu dulu rebut mas haris dari erin", jawab cewek itu.


"Setelah aku pikir pikir, aku gak mau lakukan itu lagi karena aku merasa kalau mba erin itu baik sekali. Dia itu tidak memandang masa lalu aku yang telah merebut keluarga nya", kata ica.


"Bodoh, terus lah rebut kebahagiaan nya", kata cewek itu.


"Kenapa kamu sangat membenci erin?", tanya ica.


Aku pun tidak sengaja menyenggol barang yang ada disitu, jadi terdengar oleh ica.


"Eh kaya nya ada orang didepan, nanti aku lanjutkan lagi ya", kata ica.


Aku pun segera pergi dan masuk kamar karena takut ketahuan ica.


Esok hari nya aku pasang wajah biasa saja karena gak mau kelihatan sama ica. Tapi aku ingin tau cewek yang semalam itu siapa dan dari nada bicara nya seperti dia membenci ku. Setelah sarapan pagi kita pun berkumpul di ruang keluarga karena ini hari weekend, banyak cemilan dan minuman disana.


"Sayang kenapa?", tanya suami ku.


Aku diam saja sambil melihat anak anak yang lagi bermain.


"Gak sayang, aku cuman merasa gak enak badan", jawab ku sambil tiduran di dada bidang nya mas ryan.


"Masuk ke kamar saja yu", kata suami ku.


"Ya mas", jawab ku.


Aku dan mas ryan masuk ke kamar sedangkan anak anak masih bermain disana.


"Kok lemas banget sih jangan jangan welcome adik nya rayn nih", kata mas ryan.


"Dasar bisa aja nih", aku pun mencubit pinggang nya mas ryan.


Aku tidak mau memulai pembicaraan tentang kejadian mas ryan sama ica, biarkan mas ryan cerita sendiri.


"Sayang mas ke ruang kerja dulu", kata mas ryan.


"Ya mas", jawab ku.


Aku pun ingin cerita ini ke sinta tapi aku gak mau lebih baik memendam nya sendirian saja. Tidak lama sinta pun nelpon aku.


"Rin kamu di rumah kan?", tanya sinta.


"Ya, ada apa?", tanya ku.

__ADS_1


"Aku mau main boleh?", tanya sinta kembali.


"Boleh ke sini saja", jawab ku.


Ku tutup telpon dari sinta dan aku pun kembali ke ruangan keluarga ternyata anak anak sudah gak ada disana, cuman ada ica saja.


"Ca anak anak dimana?", tanya ku.


"Key dan rayn di bawa susi sama ai ke kamar katanya mau ditidurkan dulu, kalau prince dan faiq main bola di belakang", jawab ica.


"Oh gituh", jawab ku.


"Mba sakit?", tanya ica.


"Oh cuman gak enak badan saja", jawab ku.


Tiba-tiba bel bunyi dan bibi langsung ke depan untuk memeriksa siapa yang datang. Ternyata sinta datang juga.


"Hai rin, hai ca", kata sinta sambil muka sinis nya ke luar setelah tau aku bersama ica.


"Hai mba sinta", sapa ica.


"Sin duduk sini", kata ku.


"Tumben sepi kemana?", tanya sinta.


"Oh pantesan nih rumah sepi, mas ryan kemana?", tanya sinta.


"Ada di ruang kerja nya", jawab ku.


Aku bertiga duduk bersama dan ngobrol ke sana ke sini, cuman tetap sinta masih gak suka melihat ica disini dan dari dulu juga sinta gak mau kalau ica di rumah ku.


"Ca gimana persidangannya?", tanya sinta.


"Tinggal sekali lagi mba sin", jawab ica.


"Oh terus mau kemana habis itu?", tanya sinta.


"Aku sih ingin disini untuk membantu mba erin jualan online shop nya, aku juga sudah bisa loh", jawab ica dengan bangga nya.


"Oh gituh", jawab sinta.


"Ya biarkan ica bantu ai dan susi, kalau ai dan susi masih sibuk. Ica bisa dari pagi buka online shop nya", jawab ku.


"Wanita picik", gerutu sinta sambil melihat ica.


"Apa sin?", tanya ku.


"Oh gak", jawab sinta.

__ADS_1


Sinta pun pamit untuk pulang.


"Rin aku pamit dulu ya", kata sinta.


"Ya, hati hati", jawab ku.


Sinta pulang, aku ke ruangan mas ryan.


"Mas, lagi apa?", tanya ku.


"Ini lagi ngerjain proyek baru", jawab mas ryan.


"Tadi ada sinta ke sini, cuman sudah pulang", kata ku.


"Sama si ilyas gak?", tanya mas ryan.


"Gak sendirian dia", jawab ku.


"Aku ke kamar ya mas", kata ku.


"Ya nanti mas nyusul kalau sudah beres", jawab suami ku.


Aku pun meninggalkan suami ku dan masuk ke kamar ku, sebelum masuk aku lihat ica masih di ruang keluarga sendirian. Aku curiga apa ica akan masuk ke ruang kerja suami ku karena keadaan sepi, aku pun masuk untuk memancing ica. Dan ternyata ica pun berdiri menuju ruang kerja suami ku.


Deg deg deg


Ternyata benar dia mau menemui suami ku, aku buka pintu dan mengekor si ica dari belakang. Ica sudah masuk, aku didepan pintu sedikit menguping apa yang akan di bicara kan mereka.


"Kamu mau apa?", tanya suami ku.


"Aku minta maaf mas, tempo hari aku selalu berusaha menggoda mu", kata ica.


"Ca, istri ku baik dan dia polos. Meskipun masa lalu mu seperti itu tidak usah aku perjelas kembali, tapi lihat istri ku menerima mu tanpa rasa curiga", jawab mas ryan.


"Ya, aku datang ke sini mau minta maaf mas. Aku janji bakalan berusaha baik, tidak mau nyakitin mba erin lagi", jawab ica.


"Lakukan bukan janji, dan ingat sampai kapapun dan kamu mau berusaha telanjang didepan ku. Aku gak bakalan tergoda oleh ular seperti mu", kata suami ku.


"Aku malu mas, maaf", kata ica.


"Bisa bisa nya istri ku percaya begitu saja sama ular kaya kamu", kata suami ku.


"Aku permisi mas", kata ica.


Aku buru buru saja ngumpet di balik kursi yang terdekat disana, ica pun ke luar dari ruang kerja nya mas ryan. Ica masuk ke kamar nya dan aku pun berdiri, rencana nya mau masuk ke kamar juga tapi ku dengar suami ku berkata.


"Rin, kalau aku punya sifat nya kaya haris. Mungkin aku akan mudah tergoda tapi aku kembali lagi, aku bukan seperti haris. Aku mencintai mu erin", suara mas ryan dari ruang kerja nya.


Aku terdiam, aku beruntung punya suami seperti mas ryan.

__ADS_1


__ADS_2