
Seiring berjalan nya waktu aku semakin ketakutan akan bom waktu yang suatu saat akan meledak dan melukai semua pihak. Pacar ku semakin sering datang ke rumah ntah disaat ada suami ku ataupun tidak, antara suami dan pacar ku mereka sama-sama menyayangi my prince. Ada rasa takut tapi ada juga rasa bahagia karna anak ku diterima semua pihak, suami ku pun terkadang mengijinkan pacar ku membawa aku dan anak ku jika suami ku lagi di luar kota. Aku pun mau tidak mau harus mengikuti nya karna takut menjadikan suami ku curiga, pacar ku sekarang mengajak ku sama anak ku kembali main ke luar.
__ADS_1
"**mungpung kita lagi berdua aku ingin bertanya kembali apa benar prince anak ku**? ", tanya pacar ku.
__ADS_1
" harus berapa kali aku jawab bukan, dia anak dari suami ku", aku kesal dia terus menanyakan itu.
__ADS_1
"untuk apa? Sudah jelas dia mirip suami ku yaitu ayah nya", jawab ku yang sejak tadi gemeteran.
__ADS_1
Mungkin pacar ku saat ini mengalah tapi aku yakin dia lagi berpikir bagaimana cara nya untuk membuktikan semua nya, aku sudah tau dia itu seperti apa. Semenjak kejadian ini jika tidak ada suami ku, aku dan anak ku tidak lagi mau bertemu dengan pacar ku. Meskipun pacar ku kerumah, aku dan anak ku diam di kamar dan aku suruh ke bibi buat dia pergi dari rumah. Tapi jika ada suami ku, aku tidak bisa menolak kedatangan nya dirumah ku. Aku memberanikan diri untuk ngomong sama suami agar dia tidak sering kerumah dengan alasan aku tidak mau suami salah paham nanti nya jika aku dan dia dekat terus, tapi suami tidak enak karna dia patner kerja terus dia pun suka maen sama prince. Suami ku pun memikirkan nya dan mau menimbang permohonan ku itu, suami mau mencoba bicarakan baik-baik sama dia tapi jangan sampai dia sakit hati. Semenjak aku memohon kepada suami mungkin dia dengar apa yang menjadi alasan suami ku dan hasil nya dia jarang lagi maen ke rumah, tapi itu cuman kuat sebentar sekitar dua bulan. Ke sini nya lagi dia kembali main kerumah ku tapi kali ini membawa anak nya, aku tidak bisa menolak kedatangan nya karna aku melihat anak nya biarkan anak nya berteman dengan anak ku. Aku menjauh jika dia mendekati ku, rasa canggung pun kembali menyelimuti ku. Anak ku bahagia karna punya teman yang umur nya jauh dari dia, anak ku dan anak dia terpaut 3tahun. Anak dia bisa mengasuh anak ku dan membuat nya nyaman, aku sebagai orang tua nya tidak mungkin menjauhkan anak ku dengan anak dia jika mereka bahagia bersama. Aku sering cerita sama suami ku tentang perkembangan setiap hari anak kita dan semenjak kedatangan anak dia, anak ku menjadi jauh lebih bahagia. Suami ku mendukung tentang ini tanpa ada curiga sedikit pun, terkadang sekarang jika weekend kita jalan bareng dia pun terpaksa membawa istri nya. Kita seperti ngedate keluarga cemara, semoga dengan ini dia tidak ingat tentang status prince yang setiap kali dipertanyakan oleh dia siapa ayah kandung yang sebenarnya.
__ADS_1