
Kehamilan ku yang sekarang terasa berat, aku malas banget disentuh suami ku. Kalau suami pakai farpum aku gak suka, kehamilan ku yang ini benar-benar menguji suami ku.
Malam hari setelah makan, aku dan suami ku masuk kamar sedangkan prince dan faiq belajar. Key dan rayn sedang di tidurkan sama ai dan susi.
"Bun, ayah lagi ingin bercumbu", kata suami ku dan berusaha untuk mendekati ku.
"Mas, kamu pake minyak wangi apa sih aku mual", kata ku.
Aku muntah berkali-kali di kamar mandi.
"Aku pakai minyak wangi biasa, kan kamu suka", jawab suami ku.
"Aakkku", belum selesai aku sudah muntah lagi.
"Mas jangan pakai minyak wangi, aku mual", kata ku.
"Ok mas mandi lagi dan gak bakalan pakai minyak wangi", kata suami ku.
Mas ryan pun mandi kembali dan benar tidak ada wangi farpum suami ku, lagi lagi suami ku minta jatah suami istri nya.
"Sayang mas kangen bercumbu sama kamu", kata suami ku.
"Maaf mas aku lagi gak mau", jawab ku.
"Ya sudah maaf mas memaksa mu", kata suami ku.
Aku diam, ntah kenapa aku sekarang berubah gak mau di sentuh sama suami ku.
"Tidur yu sayang, mungkin kamu lelah", kata suami ku.
Aku pun tidur sambil dipeluk suami ku. Pagi nya suami ku gak pakai minyak wangi dan minyak wangi nya di bawa.
"Mas kok bawa minyak wangi ke kantor?", tanya ku.
"Kan kamu gak suka wangi nya, jadi mas pakai nya nanti kalau di mobil", jawab suami ku.
Aku pun mengangguk, suami ku pengertian. Kita sarapan bareng dan suami ku berangkat kerja sedangkan prince dan faiq sekolah.
Setelah kepergian mereka, aku sering dikamar dan merasa lelah. Aku tidak lagi ke klinik, aku coba hubungi mas ilyas.
"Hallo mas", kata ku.
"Ya rin ada apa?", tanya mas ilyas.
"Mas, bisa minta tolong?", tanya ku.
"Ya bisa", jawab mas ilyas.
__ADS_1
"Aku lagi hamil tapi yang ini membuat ku lemas dan gak bisa ke klinik, jadi semua urusan mas ilyas yang tanggung jawab", kata ku.
"Wah hebat si ryan, sudah mau launcing lagi baby", kata mas ilyas.
"Ya mas, aku lemas banget", jawab ku.
"Ok aku akan urus klinik ini", jawab mas ilyas.
"Trimaksih mas", jawab ku.
Aku tutup telpon mas ilyas, aku lanjut telpon sinta.
"Hallo sin", kata ku.
"Ya, ada apa?", tanya sinta.
"Aku lagi hamil dan gak bisa kerja, mau minta tolong", kata ku.
"Hah kamu hamil lagi?", tanya sinta.
"Ya, hamil kali ini rewel banget", jawab ku.
"Ok mau minta tolong apa?", tanya sinta.
"Cariin dokter baru biar nambah lagi dan kalian bisa terbantu", jawab ku.
"Ya sudah kamu dan mas ilyas yang seleksi", jawab ku.
"Ok, bumil cantik", kata sinta.
Aku pun tutup telpon nya, aku gak enak hati sama mas ryan. Aku kirim chat saja karena takut dia lagi kerja.
"Mas, maafin aku ya, aku gak sengaja semalam nolak ajakkan mas dan masalah minyak wangi itu", aku kirim chat sama mas ryan.
"Ya sayang aku mengerti kamu lagi hamil dan aku harus sabar menghadapi perubahan mu", jawaban dari mas ryan.
"Trimaksih sayang", balas ku.
Aku lega mas ryan bisa ngertiin posisi aku lagi hamil, aku pun cuman tiduran, makan dan main handphone dikamar. Aku malas aktivitas lain, betapa beda nya hamil sama anak tiga itu. Yang ini paling rewel dan gak bisa ngapa ngapain.
Siang nya faiq dan prince pulang sekolah, ganti baju dan makan siang, mereka ke kamar ku.
"Buna lagi apa?", tanya prince.
"Gak sayang, buna cuman tiduran", jawab ku.
"Bun kita pijitin buna ya", kata faiq.
__ADS_1
"Trimaksih sayang", jawab ku.
Mereka pijitin aku sampai aku tertidur dan pas bangun aku tidak melihat faiq dan prince lagi. Mereka sudah pergi ke kamar nya sejak tadi aku tidur, aku mandi dan sekarang malah kalau makan sering dianterin bibi ke kamar. Pokok nya gak mau ke luar, mau dikamar terus.
Suami ku pulang, dia mengerti jadi langsung mandi. Mas ryan takut minyak wangi nya tercium oleh ku dan akan membuat ku mual kembali. Mas ryan selesai mandi dan menghampiri ku.
"Sayang are you ok", kata suami ku.
"Ok mas", jawab ku.
"Apa makanan masih mau dianterin ke sini atau makan bareng?", tanya suami ku.
"Aku masih mau makan disini mas, aku gak mau bareng", jawab ku.
"Ok, nanti mas suruh bibi buat siapkan makan nya", kata mas ryan.
Mas ryan meninggalkan aku dan tidak lama bibi masuk membawakan makan malam, minum dan susu hamil ku. Aku pun dengan lahap memakan nya tapi satu jam setelah itu makanan pun aku ke luarkan kembali. Terasa mual kalau makan.
"Sayang mau buah apel atau anggur?", tanya suami ku.
"Anggur saja yah", jawab ku.
"Sini ayah suapin, semua makanan ke luar kembali", kata suami ku.
"Ya mas, aku cuman bisa minum susu sama makan buah buah an, kalau nasi sudah satu jam malah di keluarin semua, mual", jawab ku.
"Ini minum vitamin nya karena hamil kali ini rewel ya", kata suami ku.
"Ya ayah, padahal yang 3 bocah itu waktu hamil masih bisa kerja. Yang ini mau nya dikamar terus, cuman ke luar dibalkon saja. Gak mau kemana-mana", jawab ku.
"Sabar ya, trimakasih sudah sabar sayang ku", kata suami ku.
Aku dipeluk suami ku sambil disuapin anggur nya, stok buah buahan dikamar ku banyak. Sampai mas ryan beli kulkas kecil untuk dikamar dan isi nya buah semua, terus susu kemasan juga
Kalau susu hamil bibi yang selalu siapkan, makanan ringan sudah tidak lagi.
"Kalau sudah melahirkan, nanti ayah janji bakalan ajak jalan jalan ke jepang ", kata suami ku.
"Janji ya ayah", jawab ku.
"Ayah janji sama buna, pokok nya ke jepang kita berdua cuman 3 hari dan nanti ke turki satu keluarga kita jalan jalan, seminggu kita disana", kata mas ryan.
"Jangan lupa janji nya", kata ku.
"Kapan ayah lupa? Itu sebagai hadiah karena buna hamil kembali anak kita yang ke 4", kata suami ku.
"Trimaksih ayah", jawab ku sambil memeluk suami ku.
__ADS_1
Aku dan suami ku berdua di kamar, suami ku begitu sabar dan setia. Setelah kejadian kemarin, mas ryan tidak memaksa ku untuk melayani nya di ranjang. Walau pun sudah ada 3 kali dia mengajakku, tapi aku tolak dan ntah aku pun tidak tau kenapa.