
RUMAH TANGGA ERIN
Pagi ini aku bangun dan siap siap mau ke klinik, mas ryan pun sama. Kita sarapan pagi bersama, anak anak sekolah. Aku diantar mas ryan ke klinik, sampai di klinik mas ryan berangkat dan aku masuk ke ruangan ku.
"Pagi bumil cantik", Sambut sinta.
"Pagi, tumben disini", jawab ku.
"Bagaimana keadaan mu?", tanya sinta.
"Fine, sin", jawab ku.
"Jangan banyak pikiran ok", kata sinta.
Aku pun mengangguk.
"Sin, boleh nanya?", tanya ku.
"Apa?", jawab sinta.
"Apa aku harus egois atau aku harus terus tersakiti demi anak anakku?", tanya ku.
"Aku gak bisa menjawab nya rin, karena aku juga belum nikah dan punya anak. Itu semua kembali lagi ke diri lu, bertahan menyakiti lu, berpisah menyakiti perasaan anak anak", jawab sinta.
"Dulu aku bisa dengan cepat meninggalkan mas haris karena masih punya 1 anak, tapi sekarang aku sudah mau punya 4. Apa aku bisa masih egois?", tanya ku.
"Jika kamu tak sanggup maka lepaskan lah, jika kamu masih sanggup bertahan lah", jawab sinta.
"Aku bingung sin, apalagi mental prince, masa 2X seorang ayah menghianati buna nya", jawab ku.
"Aku mengerti dan aku tau, aku selalu mendukung keputusan mu rin", jawab sinta.
Sinta pun ke luar ruangan ku. Aku masih bermain dengan lamunan ku.
"Bagaimana anak anak jika aku harus egois dan kalau aku bertahan apa mas ryan akan berubah", lirih ku.
Aku tersadar dari lamunan ku ketika mas ilyas datang.
"Rin, lagi apa?", tanya mas ilyas.
"Oh ini mas lihat laporan", jawab ku.
"Bagaimana keadaan mu?", tanya mas ilyas.
"Ntah baik atau nggak, aku tidak tahu mas", jawab ku.
"Aku tau, ryan belum berubah", kata mas ilyas.
"Ya, kemarin aja aku ke toko dan mereka makan siang bareng", jawab ku.
__ADS_1
"Lu masih sanggup bertahan?", tanya mas ilyas.
"Ntah lah mas, aku bertahan akan terasa sakit. Aku berpisah bagaimana dengan ke 4 anak ku", jawab ku.
"Anak anak mu semua nya akan ikut sama lu, gua jamin rin", jawab mas ilyas.
"Ya, cuman mental mereka mas?", tanya ku.
"Lu masih bisa mempertemukan anak anak sama ryan meskipun lu sudah bercerai", jawab mas ilyas.
"Aku kenal sama mas ryan sudah mau 5thn, punya anak mau 4. Semua aku lewati bahagia dengan dia dan sekarang aku di uji kembali dengan orang ke tiga", jawab ku.
"Semua rumah tangga tidak akan mulus saja, kadang di uji oleh anak, mertua, kakak ipar dan pasangan kita sendiri. Kalau mampu semua nya akan kembali normal, kalau terasa cape tinggal kan semua nya", jawab mas ilyas.
"Ku selalu berharap mas ryan berubah, apa bisa itu mas?", tanya ku.
"Doa kan yang terbaik saja, jangan kalah sama pelakor murahan itu kalau mau bertahan", jawab mas ilyas.
"Mas trimakasih sudah mendengar kan aku", kata ku.
"Sama sama, ingat rebut kembali jika itu demi anak anak dan lepas kan jika itu sudah terlalu berat", jawab mas ilyas.
Mas ilyas ke luar ruangan, aku pun mencoba untuk mengingat kata mas ilyas, Rebut kembali demi anak anak. Aku pun pergi ke salon dan mulai perawatan, semenjak hamil aku tidak pernah lagi ke salon.
Aku mulai kembali perawatan wajah, kulit dan badan agar aku terlihat menarik kembali. Meskipun sedang hamil, aku harus tetap terlihat cantik. Selesai perawatan, aku belanja baju dan make up yang aman untuk bumil.
Setelah selesai aku pulang membawa belanjaan banyak banget, aku ke kamar dan membereskan semua belanjaan nya. Aku tertidur karena lelah dari tadi jalan jalan terus.
Sore hari aku mandi dan berdandan, beda dari sebelumnya. Suami ku pulang dan ini tepat waktu tidak terlambat lagi.
"Sayang, cantik sekali", kata mas ryan.
"Trimakasih mas", jawab ku.
Mas ryan mengecup perut ku.
"Sayang nya ayah, jagain buna jangan rewel lagi yah", kata mas ryan seolah olah lagi ngobrol sama baby girl nya.
"Mas mandi dulu ya", kata suami ku.
"Ya, aku tunggu di meja makan mas", jawab ku.
Aku dan anak anak sudah menunggu di meja makan.
"Buna cantik", kata faiq.
"Trimakasih sayang", jawab ku.
Mas ryan pun datang dan akhir nya kita bisa makan bareng sama mereka. Setelah makan, aku pergi ke kamar dan duduk di balkon, mas ryan menghampiri ku.
__ADS_1
"Sayang lagi apa?", tanya mas ryan.
"Mas aku mau nanya?", tanya ku.
"Apa sayang", jawab mas ryan.
"Kalau mas mau pergi dari ku, pergi lah tapi jangan sekali menyakiti ku", kata ku.
"Hai sayang, apa yang kamu bicarakan?", tanya mas ryan.
"Firasat seorang istri tidak pernah salah mas", jawab ku.
"Aku tidak akan menyakiti mu janji", jawab mas ryan.
"Aku tidak tau mas harus percaya atau nggak. Aku cuman ingin menegaskan, kalau sudah bosa tinggalkan aku", jawab ku.
"Aku gak bakalan ninggalin kamu sayang", jawab mas ryan.
Aku masuk dan tidur, mas ryan mengikuti ku. Dia pun tidur sambil memeluk ku.
"Mas, aku memberikan mu satu kesempatan, jika itu tidak kamu gunakan sebaik mungkin. Aku akan pergi bersama anak anak ku, aku rela kembali berubah perawatan dan berdandan agar kamu bisa kembali lagi di keluarga ini", lirih ku.
Aku dan suami ku terlelap tidur. Pagi harinya dan ini weekend, suami ku mengajak kita jalan jalan. Aku bersiap dengan anak anak untuk pergi ke pantai.
"Horee diajak main sama ayah", kata prince.
"Ayo berkemas dan sebentar lagi kita berangkat", kata ku.
Kita satu keluarga pun berangkat menuju pantai, jarak tempuh sekitar 1jam setengah dari rumah ku. Sampai lah di pantai yang indah itu, anak anak langsung berlari.
"Sayang jangan jauh jauh", kata ku ke anak anak.
"Ok bun", jawab faiq.
Aku pun ikut key dan rayn main pasir, mas ryan menghampiri kita.
"Anak ayah bikin apa?", tanya mas ryan.
"Istana plinces nya key, kan key anak pelempuan satu dan punya kakak 2 dan 1 adik laki-laki", jawab key.
Key memang anak nya pandai bicara.
"Lihat diperut buna, nanti key tidak sendiri. Ini ada adik nya perempuan juga", jawab mas ryan sambil mengelus perut ku.
"Benel bun, ini adik cewe?", tanya key.
"Ya sayang", jawab ku.
"Horee, key punya teman", jawab key.
__ADS_1