
Setelah menunggu pesanan mas ilyas pun datang juga, kita bertiga makan siang.
"Rin, ryan kapan balik?", tanya mas ilyas.
"Gak tau mas, kalau sudah selesai baru bisa pulang", jawab ku.
Mas ilyas dan mas ryan sering berhubungan maka nya mas ilyas tau kalau mas ryan lagi ke luar kota.
"Memang nya suami mu kemana?", tanya sinta.
"Mas ryan lagi ada proyek di luar kota", jawab ku.
"Oh," jawab sinta.
Kita pun menghabiskan makanan nya dan kemudian kita masuk melanjutkan pekerjaan kembali. Aku masih didepan komputer karena masih ada berkas yang belum terselesaikan. Setelah jam 13.00 selesai aku pun segera pulang dan memesan taxi.
Sampai di rumah aku ganti baju dan melihat ke kamar anak anak ternyata mereka sedang tidur siang. Aku pun berjalan ke ruangan nya ai dan susi kalau mereka sedang packing jualan nya.
"Mba, sudah datang?", tanya ica yang lagi packing barang bareng susi.
"Ya, barusan datang. Aku lihat anak anak sudah tidur, aku putuskan ke sini", jawab ku.
"Mba, aku sudah bisa jualan dan alhamdulillah sekarang kita dapat 20 orderan masuk", kata ica.
"Alhamdulillah ya, sini aku bantuin", jawab ku.
Kita bertiga pun mengemas barang yang akan di kirim. Tiba-tiba ponsel ku berdering ternyata suami ku telpon.
"Hallo sayang", kata suami ku.
"Hallo sayang", jawab ku.
"Lagi apa?", tanya suami ku.
"Aku baru pulang dan tadi ku lihat anak anak lagi tidur, makanya aku putuskan untuk membantu ica dan susi di sini", jawab ku.
"Nanti malam mas pulang sayang", kata suami ku.
"Oh ya, emang sudah selesai?", tanya ku.
__ADS_1
"Sudah ayah percepatan karena kangen sama istri dan anak dirumah", jawab suamiku.
"Aku tunggu ya sayang", jawab ku.
Ku tutup telpon nya, hati ku bahagia karena aku juga kangent sama suami ku.
"Mba bahagia punya suami kaya mas ryan, ketika jauh dia pun cepat menyelesaikan kerjaan nya supaya cepet bertemu sama keluarga nya", kata ica.
"Ya, mas ryan semenjak nikah gak mau kalau disuruh ke luar kota, tapi ini mendesak akhirnya dia pun mau tidak mau harus nurutin", jawab ku.
Kita pun menyelesaikan pekerjaan ini dan sore hari nya aku pun mandi terus makan malam bersama anak anak.
"Anak anak buna, malam ini ayah pulang. Mungkin sekarang lagi dalam perjalanan nya", kata ku.
"Horeee", kata prince bahagia.
"Kok cepat sih bun? Kata ayah seminggu", tanya faiq.
"Ayah berusaha untuk mengerjakan nya dengan cepat agar bisa pulang dan bertemu kita", jawab ku.
Kita pun menyelesaikan makan malam dan setelah itu berkumpul di ruang keluarga bersama anak anak. Malam pun sudah larut, anak anak masuk kamar dan aku pun sama. Jam menunjukan pukul 00.05 wib aku masih belum ngantuk karena aku sengaja menunggu suami ku pulang.
Aku turun ke bawah dan mau ngambil minum, ketika aku turun ku lihat bayangan dan ku dengar langkah kaki masuk. Aku pun takut dan merinding, ruangan depan gelap. Yang nyala lampu nya itu dari ruang dapur saja, aku mencoba cari sesuatu untuk memukul nya.
"awwwww", teriak ku karena ada tangan menyentuh ku disaat aku mau meraih benda itu.
"Sayang berisik ini aku suami mu", kata mas ryan.
Aku buka mata ternyata benar mas ryan.
"Mas mengagetkan saja sih", kata ku.
Untung di dalam rumah gak ada yang bangun pas tadi aku teriak kencang.
"Mas kira kamu sudah tidur, eh ternyata istri mas lagi didapur", jawab mas ryan.
"Ya, aku haus banget mas", jawab ku.
"Didalam kamar ada ai kan lagi tidur sama baby R?", tanya mas ryan.
__ADS_1
"Ya, aku lupa mas", jawab ku.
"Ya sudah kita lakukan di kamar tamu yang sebelah nya kamar ica", kata suami ku.
Kamar tamu kita ada 2 dan satu nya sudah di tempati ica.
Mas ryan pun mencium ku sambil me**ma*i bibir ku, aku pun membalas nya dan kita tidak sadar kalau melakukan adegan panas di dapur. Mas ryan pun m*re**s nya aku pun menikmati nya.
"Arghhh mas", ucapku.
"Aku merindukan si kembar ini sayang", kata suami ku.
Dibukakan nya kancing baju ku dan bra ku, mas ryan me*ji**i ****** ku dan rasa nya geli tapi enak. Mas ryan pun menggendong ku masuk ke dalam kamar, aku harap tidak ada yang melihat adegan mesra tadi di dapur.
Semua baju sudah terlepas di badan ku dan badan mas ryan, tangan nya mas ryan sudah memainkan p*t*ng ku dan tangan satu nya memainkan daerah sensitivku. Bibir nya terus mencium bibir ku, aku pun mendesah kuat, aku tidak kepikiran kalau terdengar sama ica.
"***Akhh"
"Hmm***"
"Enak sayang mau ke luar", aku pun meregang kenikmatan.
Hingga akhir nya punya mas ryan masuk ke dalam lubang ku, membuat ku sakit dan enak. Sampai akhir nya aku dan mas ryan ke luar bersamaan, punya mas ryan masih didalam belum di ke luarkan.
"Sayang lagi yah, mas masih belum puas", kata mas ryan.
"Ya mas sama aku juga", jawab ku.
Akhir nya kita pun kembali melakukan itu sampai keluar dan nikmat rasa nya. Hingga kita pun tidur belum sempat beres beres saking melelahkan nya.
Pagi nya aku bangun dan membangunkan mas ryan, kita pun mandi bareng.
"Sayang, aku tergila gila sama kamu, kamu pemuas ku", kata suami ku.
Selesai mandi kita pun ke luar dan menuju meja makan, ternyata ica dan anak anak sudah dimeja makan.
"Horee ayah pulang", kata prince sambil memeluk mas ryan.
"Sini anak ayah semuanya peluk dong", pinta mas ryan.
__ADS_1
Anak anak juga dengan semangat nya memeluk mas ryan. Aku bahagia melihat pemandangan ini. Selesai makan prince dan faiq pun berangkat sekolah, aku tidak masuk ke klinik dan mas ryan pun tidak bekerja.
Aku habiskan bermain dengan key dan baby R bersama mas ryan di halaman samping. Setelah itu baby R pun tidur dan key pun tidur ke kamar nya, aku dan suami ku masuk ke kamar tamu. Suami ku ke luar sebentar karena ada telpon dari kantor nya, aku nungguin di dalam kamar. Tiba-tiba pintu ada yang ketuk ternyata ica.